Nilai Tengah Kelas Interval Yang Frekuensinya Terbesar Adalah

Nilai Tengah Kelas Interval Yang Frekuensinya Terbesar Adalah

Data mula-mula yang diperoleh lega suatu observasi disebut dengan
data mentah
(raw data). Data ini belum tersusun secara numerik. Ibarat sempurna data tentang tinggi bodi siswa yang penyajiannya masih dalam bentuk presensi kehadiran yang biasanya hanya diurutkan berdasarkan alphabet segel siswa. Sama sekali data mentah disajikan berdasarkan urutan menanjak (ascending) atau pujuk drop (descending). Tulangtulangan penyajian seperti ini disebut array. Beda antara ponten data terbesar dan terkecil disebut rentang (range).

Dalam bekerja dengan jumlah data yang sepan besar, biasanya lebih menguntungkan takdirnya data ini disajikan dalam kelas-papan bawah atau kategori tertentu bersamaan dengan frekuensi nan bersesuaian. Kekerapan yang dimaksud adalah banyaknya kejadian nan terserah lega kelas-kelas tertentu. Satu tabulasi yang menyajikan kelas-kelas data beserta frekuensinya disebut
revolusi kekerapan
atau
tabel kekerapan.

CONTOH: Berikut distibusi kekerapan tinggi fisik 100 siswa SMA XYZ

Tabel 2.1 Tinggi 100 siswa SMA XYZ

Tataran badan (in) frekuensi
60–62 5
63–65 18
66–68 42
69–71 27
72–74 8
100

Bersendikan tabel di atas, banyak petatar nan tingginya berbenda intern rentang 66 in dan 68 in adalah 42 orang. Keseleo satu kelemahan penyajian data dalam tabel frekuensi adalah tidak terlihatnya data asli atau data mentahnya.

Beberapa istilah pada tabel frekuensi

INTERVAL Kelas bawah
ialah selang antara yang diberikan untuk mematok kelas-inferior dalam distribusi. Puas tabel 2.1, interval kelasnya adalah 60-62, 63-65, 66-68, 69-71 dan 72-74. Interval kelas 66-68 secara matematis ialah pause tertutup [66, 68],

engkau memuat semua kodrat pecah 66 sampai dengan 68. Bilangan 60 dan 62 pada interval 60-62 disebut
limit kelas, dimana angka 60 disebut
limit papan bawah
dan biji 62 disebut
limit kelas atas.

Baca juga :  Keliling Segitiga Abc Dengan Menggunakan Konsep Pythagoras Adalah

Batas KELAS
yaitu kadar terkecil dan terbesar sebenarnya yang turut privat papan bawah selang antara tertentu. Misalnya jika dalam pengukuran tingkatan badan di atas dilakukan dengan ketelitian 0.5 in maka tinggi badan 59.5 in dan 62.5 in dimasukkan ke dalam kelas 60 – 62. Bilangan 59.5 dan 62.5 ini disebut
takat kelas
atau
limit inferior sesungguhnya, dimana bilangan 59.5 disebut
batas inferior bawah
dan 62.5 disebut
perenggan kelas atas. Lega prakteknya batas kelas interval ini ditentukan berdasarkan rata- rata limit kelas atas suatu interval kelas dan limit inferior bawah pause inferior berikutnya. Misalnya senggat kelas 62.5 diperoleh berbunga (62+63)/2. Kognisi yang sama buat pause kelas lainnya.

LEBAR Jeda Inferior
ialah cedera antara had atas dan batas asal senggat inferior. Misalnya lebar intervl kelas 60-62 adalah 62.5–59.5 = 3.

Logo KELAS
adalah titik tengah selang antara kelas. Ia diperoleh dengan cara membagi dua jumlah dari limit pangkal dan limit atas suatu selang antara kelas. Hipotetis tanda kelas untuk kelas interval 66-68 merupakan (66+68)/2 = 67.

Prosedur publik membuat tabulasi kekerapan

Berikut persiapan-langkah bikin takhlik grafik frekuensi:

1. Tetapkan data terbesar dan data terkecil, kemudian tentukan rangenya.
2. Bagilah range ini ke dalam sejumlah interval kelas yang mempunyai ukuran separas. Jika tidak barangkali, gunakan interval kelas dengan ukuran berlainan. Biasanya banyak interval papan bawah yang digunakan antara 5 dan 20, bergantung plong data mentahnya. Diupayakan seyogiannya jenama inferior merupakan data observasi sepatutnya ada. Hal ini bikin mengurangi barang apa yang disebut dengan
grouping-error. Namun batas kelas seharusnya lain seperti mana data observasi.
3. Hitung lebar jeda inferior d = range/banyak interval kelas. Jika diperlukan dapat dibulatkan.
4.
Starting point: mulailah dengan bilangan limit dasar untuk kelas interval pertama. Boleh dipilih bak data terkecil dari observasi maupun kadar di bawahnya.
5. Dengan menggunakan limit pangkal interval papan bawah pertama dan rata gigi interval kelas, tentukan limit bawah interval inferior lainnya.
6. Susunlah semua limit bawah interval kelas secara vertikal, kemudian tentukan limit atas yang bersesuaian.
7. Kembalilah ke data mentah dan gunakan turus untuk memasukkan data sreg interval inferior yang ada.

Baca juga :  Di Bawah Ini Adalah Sifat Dari Campuran Kecuali

Model:
Berikut skor 80 petatar pada ujian pengunci mata pelajaran matematika:

68 84 75 82 68 90 62 88 76 93
73 79 88 73 60 93 71 59 85 75
61 65 75 87 74 62 95 78 63 72
66 78 82 75 94 77 69 74 68 60
96 78 89 61 75 95 60 79 83 71
79 62 67 97 78 85 76 65 71 75
65 80 73 57 88 78 62 76 53 74
86 67 73 81 72 63 76 75 85 77

Anju-ancang untuk membuat grafik peredaran frekuensi dilakukan sebagai berikut:

1. Nilai tertinggi = 97 dan angka terendah 53. Jadi range = 97-53 = 44.
2. Tetapkan besaran kelas; privat hal ini diambil 10.
3. Lebar interval kelas d = 44/10 = 4.4 dibulatkan menjadi 5.
4. Diambil garis hidup 50 sebagai limit dasar kerjakan kelas pertama.
5. Selanjutnya, limit bawah untuk inferior kedua ialah 50+5 = 55, limit sumber akar kelas ketiga 55+5 = 60 dan seterusnya.
6. Limit atas kelas interval yang bersesuaian adalah 54 untuk inferior pertama, 59 bagi kelas kedua, dan selanjutnya.
7. Gunakan turus untuk menjaringkan data ke dalam pause kelas.

Hasilnya seperti terlihat pada Tabulasi 2.3 berikut:


Kesannya diperoleh tabulasi sirkuit kekerapan ibarat berikut:

Tabel 2.4 Aliran poin matematika 80 murid SMA XYZ

Rentang nilai frekuensi
50-54 1
55-59 2
60-64 11
65-69 10
70-74 12
75-79 21
80-84 6
85-89 9
90-94 4
95-99 4
80

Melalui grafik ini kita boleh memaklumi komplet penyebaran nilai petatar. Paling kecil banyak kredit pelajar bertakung pada pause 75-79, paling kecil cacat data tertulis kerumahtanggaan interval 50-54. Sedangkan murid yang mendapat kredit istimewa atau di atas 90 tetapi ada 8 orang. Pola penyebaran ini akan tampak lebih jelas jika digambarkan dengan menggunakan histogram.

Baca juga :  Apa Yang Dimaksud Dengan Pasar Modern
Histogram dan poligon kekerapan

Histogram dan poligon frekuensi merupakan representasi diagram lakukan distribusi frekuensi.

Histogram
berupa sekumpulan persegi hierarki dengan
1. Jenggala pada tali api X, pusat alasnya adalah logo inferior dan dempak alasnya merupakan lebar kelas interval.
2. Tinggi merupakan kekerapan puas kelas yang bersangkutan.

Poligon frekuensi
tabel garis nan mengaitkan frekuensi kelas dengan tera kelas. Ia dapat digambarkan dengan menghubungkan garis harfiah yang melangkaui titik-titik pasangan kekerapan kelas bawah dan tutul paruh (tanda) interval kelas bawah.



Distribusi frekuensi nisbi dan kumulatif

DISTRIBUSI FREKUENSI RELATIF
yaitu kekerapan kelas bawah interval nisbi terhadap total frekuensi. Formula untuk distribusi frekuensi relatif diberikan maka itu:

Kekerapan relatif = frekuensi kelas interval/jumlah semua frekuensi.

DISTRIBUSI Frekuensi KUMULATIF
untuk suatu kelas adalah jumlah frekuensi pada kelas bawah tersebut dan semua kekerapan yang terdapat puas kelas bawah sebelumnya. Umumnya digunakan batas atas kelas bakal membuat distribusi frekuensi kumulatif.

Nilai Tengah Kelas Interval Yang Frekuensinya Terbesar Adalah

Source: https://hmpsstatistikafmipaunm.com/2021/06/29/distribusi-frekuensi/