Nama Perlawanan Tokoh Perlawanan Latar Belakang Proses Akhir

Nama Perlawanan Tokoh Perlawanan Latar Belakang Proses Akhir

Perdurhakaan Indonesia terhadap Belanda sampai Awal Abad 20 | Sejarah Kelas 10

Perlawanan Indonesia Terhadap Belanda

Ayo, kita cari tahu bagaimana penampikan Indonesia terhadap Belanda setakat semula abad 20 n domestik lembaga peperangan yang dipimpin maka itu para pahlawan Indonesia di pelajaran Album inferior 10 ini.

Pasti beliau sudah adv pernah
‘kan
kalau negara kita tercinta ini kontak dijajah maka dari itu bangsa Belanda sepanjang ratusan tahun? Pasti kamu bertanya-tanya, apakah bangsa kita enggak pernah melakukan perlawanan bakal bisa
merdeka hingga dapat dijajah
begitu lamanya.
Eits

jangan keseleo, ternyata masyarakat Indonesia pada saat itu sudah melakukan berbagai peperangan yang dipelopori oleh beberapa pahlawan hebat. Apa saja ya perang yang telah terjadi demi mengkhususkan Indonesia bersumber penjajahan Belanda?
Yuk, kita lihat.

Perang Padri

Perang Padri diawali dengan konflik antara Suku bangsa Pastor dengan Kaum Adat terkait pemurnian agama Islam di
Sumatra Barat.
Kabilah Resan masih pelalah mengamalkan kebiasaan nan antagonistis dengan Islam, seperti berjudi dan mabuk-mabukan. Kaum Padri yang terdiri dari para ulama menasehati Suku bangsa Adat untuk menghentikan kebiasaan tersebut, Kaum Kebiasaan menolaknya, sehingga terjadi perang yang berlanjut tahun 1803–1821. Perang diakhiri dengan kekalahan Suku bangsa Resan.

Perang Padri

Kondisi tersebut lalu dimanfaatkan Belanda untuk berkomplot dengan Kaum Adat guna melawan Kabilah Padri. Belanda memang bertujuan cak bagi menguasai wilayah Sumatra Barat. Pelecok satu
tokoh pemimpin Kaum Pater
adalah
Tuanku Rohaniwan Benjol. Fase perang ini berlantas hari 1821–1838. Sekitar periode 1833 atau menjelang musim-tahun terakhir perang, Tuanku Pater Bonjol mengajak Kaum Adat hendaknya mencatat tipuan Belanda dan akhirnya berganduh melawan Belanda. Perang diakhiri dengan kekalahan di pihak Kaum Padri dan Kaum Kebiasaan karena militer Belanda yang memadai abadi.

Perang Pattimura

Sreg 1817, Belanda berusaha menguasai
Maluku
dengan monopoli perniagaan. Rakyat Maluku yang dipimpin
Thomas Matulessy (Pattimura)
menolaknya dan mengerjakan pertentangan terhadap Belanda. Pertempuran sengit terjadi di Pertahanan Duurstede, Saparua. Belanda mengerahkan armada secara besar-besaran, sehingga rakyat Maluku terdesak. Perdurhakaan rakyat Maluku melemah akibat tertangkapnya Pattimura dan Martha Christina Tiahahu.

Baca juga: Indonesia Dijajah 350 Musim oleh Belanda, Waktu Sih?

Perang Diponegoro

Perang Diponegoro adalah perang terbesar yang dialami Belanda. Sambutan ini
dipimpin Yang dipertuan Diponegoro
nan didukung pihak istana, kaum ulama, dan rakyat
Yogyakarta. Perang ini terjadi karena Belanda memasang patok-rambu urut-urutan yang melalui kuburan kakek moyang Kaisar Diponegoro. Perang ini terjadi tahun 1825–1830. Pada tahun 1827, Belanda memakai
siasat perang bernama
Baluwarti Stelsel
, yakni mendirikan benteng di setiap daerah yang dikuasai untuk menyibuk area sekitarnya. Antara satu benteng dan benteng lainnya dihubungkan legiun gerak cepat, sehingga ira gerak pasukan Diponegoro dipersempit.

Perang Diponegoro

Kubu Stelsel
belum gemuk mematahkan serangan laskar Diponegoro. Belanda akhirnya memperalat tipu muslihat dengan cara mengajak berunding Paduka Diponegoro, padahal sebenarnya itu berupa penyergapan. Setelah penangkapan, perlawanan pasukan Diponegoro mulai melemah. Pada kesannya, Belanda bisa memenangkan perang tersebut, namun dengan kerugian yang samudra karena perang tersebut menguras biaya dan tenaga yang banyak.

Perang Jagaraga Bali

Perang ini terjadi akibat
protes Belanda terhadap Hak Tawan Karang, yaitu kebiasaan yang memberikan hak kepada kerajaan-kekaisaran Bali untuk merampas kapal asing beserta muatannya nan terpelanting di Bali. Protes ini tidak membentuk Bali melenyapkan Milik Tawan Karang, sehingga Belanda melakukan bidasan dan terjadilah perang
puputan
(besar-besaran) antara kerajaan-kerajaan Bali yang
dipimpin I Gusti Ketut Jelantik
dengan Belanda. Belanda berhasil memenangkan penolakan tersebut dan menuntaskan Bali karena kekuatan militernya yang lebih unggul.

Baca pun: Urut-urutan Imperialisme dan Kolonialisme Eropa di Indonesia

Perang Banjar

Perang ini dilatarbelakangi oleh Belanda yang ingin menguasai kekayaan umbul-umbul Lajur, serta sikap ikut campur pihak Belanda dalam urusan sultanat. Akibatnya, rakyat yang
dipimpin Pangeran Hidayatullah dan Paduka tuan Antasari
melakukan penangkisan terhadap Belanda sekitar tahun 1859. Serangkaian pertempuran terus terjadi setakat Belanda menambahkan kekuatan militernya. Pasukan Pangeran Hidayatullah kalah, karena pasukan Belanda lebih unggul dari segi kuantitas pasukan, keterampilan perang pasukannya, dan peralatan perangnya. Penangkisan rakyat Banjar mulai lumer ketika Syah Hidayatullah tertangkap dan dibuang ke Pulau Jawa, provisional itu Ratu Antasari masih melakukan perlawanan secara gerilya hingga anda wafat.

Perang Aceh

Perang Aceh dilatarbelakangi
Traktat Sumatra (1871)
nan menyebutkan bahwa Belanda objektif meluaskan wilayah di Sumatra termasuk Aceh. Kejadian ini ditentang
Teuku Cik Ditiro, Cut Mutia, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan Panglima Polim.

Belanda mendapatkan penolakan sengit dari rakyat Aceh. Rakyat Aceh kutat dengan
jihad, sehingga semangatnya bikin membandingbanding Belanda adv amat kuat.

perang Aceh

Untuk menghadapinya,
Belanda mengutus Snouck Hurgronje
untuk meneliti budaya dan karakter rakyat Aceh. Ia mensyurkan agar pemerintah Belanda menggempur baluwarti Aceh bertubi-tubi agar mental rakyat semakin terkikis, memecah belah rakyat Aceh menjadi beberapa kerumunan, dan melemahkan persabungan rakyat Aceh. Pada waktu 1903, Perang Aceh pun bercerai dan sejumlah tokohnya ditangkap.

Pertentangan Rakyat Batak

Tangkisan rakyat Batak
dipimpin Sisingamangaraja XII.
Latar belakang perlawanan ini adalah bangsa Belanda berusaha menguasai seluruh tanah Batak dan disertai dengan penyebaran agama Kristen. Sisingamangaraja XII masih melawan Belanda sampai penutup abad ke-19. Namun, gerak pasukan Sisingamangaraja XII semakin menyempit. Puas akhirnya, Sisingamangaraja XII wafat ditembak serdadu Marsose, dan Belanda menguasai lahan Batak.

Perlawanan Indonesia Terhadap Belanda

Tidak mudah
‘kan
peperangan rakyat Indonesia demi meraih independensi. Marilah, jangan mau kalah dan terus atma berlatih agar kita semakin mandraguna dan enggak dijajah maka dari itu bangsa lain kembali. Kepingin merasakan sparing seru?
Mari, berlangganan

ruangbelajar
.





New call-to-action


Wacana:

Sardiman AM, Lestariningsih AD. (2017) Rekaman Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Sumber foto:

Syah Imam Bonjol [daring]. Tautan:

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Portret_van_Tuanku_Imam_Bonjol.jpg (Diakses: 16 Agustus 2022)

Pangeran Diponegoro [daring]. Tautan:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Diponegoro.jpg(Diakses: 16 Agustus 2022)

Cut Nyak Dien [daring]. Tautan:

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tjoet_Nya%27_Dhien.jpg (Diakses: 16 Agustus 2022)

Profile

Shabrina Alfari

Content Writer at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two 🙂

Nama Perlawanan Tokoh Perlawanan Latar Belakang Proses Akhir

Source: https://www.ruangguru.com/blog/strategi-perlawanan-bangsa-indonesia-terhadap-penjajahan-belanda

Baca juga :  Latar Belakang Perlawanan Peta Di Blitar Terhadap Jepang Adalah