Mengapa Virus Disebut Parasit Intraseluler Obligat

Mengapa Virus Disebut Parasit Intraseluler Obligat

HP Bebas Pulsa
0800 1234 000


Covid
Sulawesi Selatan,
Sumatera Utara,
Jawa Barat

Corona
Luwu Utara,
Nias,
Bandung Barat,
Cengkareng,
Cengkareng Barat


VIRUS

Amerika Lor
  ⚛ Asia
  ⚛ Formula1
  ⚛ Ilmu Pengetahuan
  ⚛ Malaysia
  ⚛ Matematika
  ⚛ Oman
Titel Topik (Artikel)
:
A F H M Ozon T V 0
Cari di Pusat Ilmu Pengetahuan
Sebelumnya  (
Vipnet
)
(
Visi 2030
)  Bahasan setelah ini

Virus

Virus
Rotavirus

Rotavirus

Klasifikasi virus
Inferior: I–VII
Groups

I: Virus dsDNA
II: Virus ssDNA
III: Virus dsRNA
IV: Virus (+)ssRNA
V: Virus (−)ssRNA
VI: Virus ssRNA-RT
VII: Virus dsDNA-RT

Virus
adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sengkeran organisme biologis. Virus berwatak parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya mampu bereproduksi di kerumahtanggaan material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel anak adam hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Kebanyakan virus mengandung bilang katai asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kawin keduanya) nan diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, maupun kombinasi ketiganya. Genom virus hendak diekspresikan menjadi benar protein yang dipakai kerjakan berisi bahan genetik atau zat putih telur nan diperlukan dalam daur hidupnya.

Istilah
virus
lazimnya merujuk puas partikel-partikel yang menginfeksi sel-lokap eukariota (organisme multisel dan banyak macam organisme rumah pasung tunggal), sementara istilah
bakteriofage
atau
fage
dipakai bikin macam yang mencaci diversifikasi-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya laksana makhluk hidup karena dia tidak gemuk menjalankan fungsi biologisnya secara lepas sama sekali jika tak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus burung laut terasosiasi dengan kebobrokan tertentu, ter-hormat pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), binatang (misalnya virus flu burung), ataupun tanaman (misalnya virus mosaik sisik/TMV).

Daftar inti

  • 1
    Etimologi
  • 2
    Rekaman penciptaan
  • 3
    Bangun dan anatomi virus
  • 4
    Patogenesis Virus

    • 4.1
      Macam-macam infeksi virus
  • 5
    Replikasi virus

    • 5.1
      Pelekatan Virus
    • 5.2
      Penetrasi
    • 5.3
      Pemenuhan Jas hujan
    • 5.4
      Replikasi Genom dan Ekspresi Gen
    • 5.5
      Perakitan
    • 5.6
      Pematangan
    • 5.7
      Pelampiasan
  • 6
    Klasifikasi virus
  • 7
    Contoh-contoh virus

    • 7.1
      Virus RNA

      • 7.1.1
        Retroviridae
      • 7.1.2
        Picornaviridae
      • 7.1.3
        Orthomixoviridae
      • 7.1.4
        Arboviruses
    • 7.2
      Virus DNA

      • 7.2.1
        Herpesviridae
      • 7.2.2
        Parvoviridae
      • 7.2.3
        Poxviridae
  • 8
    Peranan Virus kerumahtanggaan Usia

    • 8.1
      Penyakit binatang dampak virus
    • 8.2
      Penyakit pohon dampak virus
    • 8.3
      Masalah bani adam dampak virus
  • 9
    Diagnosis di makmal
  • 10
    Pencegahan dan pengobatan
  • 11
    Lihat juga
  • 12
    Pustaka
  • 13
    Tautan asing

Etimologi

Perkenalan awal virus berasal dari bahasa latin virion yang bermanfaat racun, nan mula-mula kelihatannya dipakai di Bahasa Inggris tahun 1392.[1]
Ruang lingkup “agen yang mengakibatkan infeksi penyakit” pertama boleh jadi dipakai hari 1728,[1]
sebelum ditemukannya virus sendiri maka itu Dmitry Iwanovsky musim 1892.

Rekaman invensi

Virus mosaik tembakau ialah virus yang permulaan kali divisualisasikan dengan lup elektron.

  • Virus telah menginfeksi sejak jaman sebelum masehi, peristiwa tersebut pahit lidah dengan situasi benar bilang invensi-penemuan yaitu laporan akan halnya infeksi virus dalam
    hieroglyph
    di Memphis, ibu kota Mesir lawas (1400SM) yang menunjukkan adana penyakit poliomyelitis, selain itu, Raja Firaun Ramses V meninggal puas perian 1196 SM dan dipercaya meninggal karena terserang virus Smallpox.
  • Plong jaman sebelum masehi, virus endemik yang cukup naik daun yaitu virus Smallpox yang mengamati warga cina pada tahun 1000. Hendak namun puas pada tahun 1798 , Edward Jenner menemukan bahwa beberapa pemerah susu memiliki kekebalan terhadap virus pox. Kejadian tersebut diduga karena Virus Pox nan terletak pada sapi, melindungi manusia dari Pox. Penemuan tersebut yang dipahami kemudian ialah pelopor penggunaan vaksin.
  • Pada perian 1880, Louis Pasteur dan Robert Koch mengemukakan suatu “germ theory” yaitu bahwa mikroorganisme adalah penyebab komplikasi. Puas ketika itu pula naik daun Dugaan Koch yang dulu tenar sampai saat ini yaitu :
  1. Bawahan ki aib harus benar di n domestik setiap kasus penyakit
  2. Tungkai tangan harus bisa diisolasi mulai sejak inang dan bisa ditumbuhkan secara in vitro
  3. Ketika kultur kaki tangan muri diinokulasikan ke dalam sel inang sehat yang rentan maka dia bisa menimbulkan penyakit
  4. Suku tangan yang separas dapat di panggul dan diisolasi kembali dari inang yang terinfeksi tersebut
  • Penggalian adapun virus dimulai dengan pengkajian akan halnya kelainan mosaik nan menghambat pertumbuhan pohon tembakau dan takhlik patera pohon tersebut punya bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, koteng cendekiawan Jerman, menemukan bahwa keburukan tersebut berlambak menjangkit ketika pokok kayu yang engkau teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan sipulut tumbuhan yang sakit. Karena bukan sukses menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan maka itu kuman yang semakin kecil dari rata-rata dan bukan mampu diteliti dengan lup.
  • Lega tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa sipulut daun tembakau nan sudah disaring dengan penyaring bakteri medium berbenda menimbulkan keburukan mosaik. Ivanowsky terlampau menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa basil penyebab penyakit tersebut konkret dahulu kecil sehingga menengah mampu melalui saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin nan mampu menembus saringan.[2]
    Probabilitas kedua ini dibuang plong tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa kaki tangan infeksi di intern sipulut yang sudah lalu disaring tersebut fertil bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan kebobrokan tidak menjadi kurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.[2]
    Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan mikroba, melainkan adalah
    contagium vivum fluidum, yaitu sepersaudaraan air hidup pembawa penyakit.[2]
  • Selepas itu, pada masa 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit bacot dan kaki sapi mampu melewati penapis yang tidak mampu dilewati mikroba. Semata-mata demikian, mereka memendekkan bahwa patogennya yaitu basil nan dahulu kecil.[2]
  • Argumen Beijerinck baru terbukti lega musim 1935, setelah Wendell Meredith Stanley pecah Amerika Serikat sukses mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik sisik.[3]
    Virus ini pula adalah virus yang mula-mula kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 maka itu ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.[4]
  • Lega tahun 1911, Peyton Rous menemukan jikalau ayam yang sehat diinduksi dengan sel tumor dari ayam jantan yang sakit, maka pada ayam yang bugar tersebut juga hendak dijangkiti kanker.[5]
    Selain itu, Rous pula mengepas melisis sel tumor dari ayam jantan yang linu lalu menapis sari-sarinya dengan pori-pori yang bukan mampu dilalui oleh bibit penyakit, lalu pati-sari tersebut di suntikkan dalam sel mandung yang bugar dan ternyata hal tersebut pula bernas mengakibatkan puru ajal.[5]
    Rous mengijmalkan tumor ganas disebabkan karena sel virus pada terungku tumor ayam yang lindu yang menginfeksi hotel prodeo ayam yang sehat.[5]
    Rakitan tersebut adalah penciptaan pertama virus onkogenik, yaitu virus yang mampu mengakibatkan tumor. Virus yang ditemukan makanya Rous dinamakan Rous Sarcoma Virus(RSV).[5]
  • Pada perian 1933,
    Shope papilloma virus
    alias
    cottontail rabbit papilloma virus
    (CRPV)yang ditemukan oleh Dr Richard E Shope merupakan pola puru ajal pertama puas manusia yag disebabkan oleh virus.[6]
    Dr Shope melaksanakan percobaan dengan cekut filtrat berbunga tumor pada binatang dulu disuntikkan pada kelinci domestik yang afiat, dan ternyata kulur tumor pada kucing tupai tersebut.[6]
  • Wendell Stanley yaitu orang pertama yang sukses mengkristalkan virus pada tahun 1935.[7]
    Virus nan dikristalkan adalah Tobacco Mozaic Virus (TMV).[7]
    Stanley mengemukakan bahwa virus hendak mampu setia giat meskipun setelah kristalisasi.[7]
  • Martha Chase dan Alfred Hershey pada tahun 1952 sukses menemukan bakteriofage.[8]
    Bakterofage adalah virus yang memiliki inang bakteri sehingga semata-mata mampu bereplikasi di intern sel kuman.[8]

Pulang ingatan dan anatomi virus

Model skematik virus berkapsid heliks (virus mosaik mole): 1. asam nukleat (RNA), 2. kapsomer, 3. kapsid.

Virus yakni organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya mampu diteliti dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya semakin kerdil daripada bakteri sehingga virus tidak mampu disaring dengan filter bakteri. Virus terkecil berdiameter sahaja 20 nm (bertambah kerdil ketimbang ribosom), padahal virus terbesar sekalipun terik diteliti dengan mikroskop panah.[9]

Genom virus mampu berupa DNA ataupun RNA.[10]
Genom virus mampu terdiri berpunca DNA rayon ganda, DNA untai distingtif, RNA kenur ganda, maupun RNA lawe tunggal.[10]
Selain itu, asam nukleat genom virus berada kasatmata linear tunggal atau sirkuler.[10]
Banyak gen virus berjenis-jenis terbit empat lakukan nan terkecil sampai dengan bilang ratus untuk nan terbesar.[10]
[9]
Bahan genetik kebanyakan virus binatang dan manusia berupa DNA, dan pada virus tanaman rata-rata yaitu RNA nan beruntai tunggal.[10]

Baca juga :  Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif

Bahan genetik virus diselubungi oleh satu salutan pelindung.[10]
Protein yang menjadi sepuhan pelindung tersebut disebut
kapsid.[10]
Bergantung lega diversifikasi virusnya, kapsid dapat konkret bundar (sferik), heliks, polihedral, atau wujud yang semakin kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan maka dari itu genom virus.[10]
Kapsid terbentuk bersumber banyak subunit protein nan disebut
kapsomer.[9]
[10]

Bakteriofag terdiri dari kepala polihedral mengandung bersut nukleat dan ekor bikin menginfeksi inang.

Cak bagi virus berwujud heliks, zat putih telur kapsid (kebanyakan disebut zat putih telur nukleokapsid) terikat sambil dengan genom virus.[11]
Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan heksa- basa RNA mewujudkan heliks sepanjang selingkung 1,3 mikrometer.[11]
Tata letak kegandrungan protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid.[11]
Plong virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat puas selubung lipid tersebut.[11]
Bagian-putaran ini berfungsi dalam pengikatan pada dan penyerahan ke kerangkeng inang plong mulanya infeksi.[11]

Virus cangkrang mempunyai selubung virus.

Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara semuanya dan tidak bersisa bersimpai dengan asam nukleat seperti virus heliks.[12]
Bangun ini bisa bineka bermula matra 20 nanometer sampai 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam wujud simetri ikosahedral.[12]
Banyak protein nan diperlukan kerjakan menciptakan menjadikan kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien Horizon, yaitu sekitar 60t protein.[12]
Umpama teoretis, virus hepatitis B memiliki angka Kaki langit=4, kontol 240 protein untuk membuat kapsid.[12]
Seperti virus wujud heliks, kapsid sebagian spesies virus sferik mampu diselubungi lapisan lipid, tetapi rata-rata zat putih telur kapsid seorang langsung terlibat dalam penginfeksian sel.[12]

Beberapa jenis virus n kepunyaan molekul suplemen nan membantunya menginfeksi inang.Virus puas binatang mempunyai selubung virus, yaitu membran menopengi kapsid.[13]
Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein bermula rumah pasung inang, doang sekali lagi mengandung protein dan glikoprotein nan berasal dari virus.[13]
Selain protein selubung dan protein kapsid, virus lagi membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Moralistis pula sejumlah jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang tertuju pada “kepala” kapsid. Serabut-jamur ekor tersebut dipakai maka itu fag untuk menempel pada satu bakteri.[14]
Partikel teoretis virus disebut
virion. Virion berfungsi bak alat transportasi gen, sedangkan komponen kelumun dan kapsid berkewajiban intern mekanisme penginfeksian sel inang.[14]

Patogenesis Virus

Varietas-keberagaman infeksi virus

Virus mampu menginfeksi inangnya dan mengakibatkan beragam dampak bakal inangnya.[15]
benar yang berbahaya, namun juga bermartabat nan kaya ditangani oleh sel imun dalam tubuh sehingga dampak yang dihasilkan tak terlalu agung.[15]

  1. Infeksi Akut
    infeksi akut merupakan infeksi yang berlanjut dalam paser musim cepat namun berlambak kembali mengakibatkan fatal.[15]
    Dampak berpangkal infeksi akut adalah :
    * Sembuh tanpa kerusakan (Sembuh kuantitas)[15]

    * Sembuh dengan kehancuran/cacat, misalnya : polio[15]

    * Berlanjut untuk infeksi kronis[15]

    * Kematian[15]
  2. Infeksi Kronis
    Infeksi kronis merupakan infeksi virus nan berkepanjangan sehingga sopan resiko gejala ki kesulitan unjuk lagi.[15]
    Konseptual berasal infeksi kronis adalah :
    *
    Silent subclinical infection
    seumur roh, contoh : cytomegalovirus( CMV)[15]

    * Periode diam yang cukup lama sebelum munculnya ki kesulitan, contoh : HIV
    [15]

    * Reaktivasi yang mengakibatkan infeksi akut, eksemplar : shingles[15]

    * Penyakit kronis nan berulang (angot), contoh : HBV, HCV
    * Kanker sempurna : HTLV-1, HPV, HBV, HCV, HHV.[15]

Replikasi virus

Replikasi virus terdiri atas beberapa tahapan-tahapan yaitu pelekatan virus, penetrasi, pelepasan mantel, replikasi genom dan ekspresi gen, perakitan, pematangan, dan pelepasan.

Pelekatan Virus

Pelekatan virus adalah proses interaksi awal petuah atom virus dengan molekul reseptor puas satah rumah pasung inang.[16]
Pada tahap ini, terjadi ikatan spesifik wejangan molekul reseptor seluler dengan antireseptor pada virus.[16]
Beberapa keberagaman virus memerlukan molekul lainnya bagi proses pelekatan yaitu koreseptor.[16]

Atom reseptor yang bulan-bulanan pada parasan rumah pasung mampu berupa protein (kebanyakan glikoprotein) atau feses fruktosa yang terdapat sreg glikoprotein atau glikolipid.[16]

Beberapa virus mania begitu juga poxvirus dan herpesvirus memiliki semakin dari suatu reseptor sehingga benar beberapa rute bakal berikatan dengan sel.[16]

Reseptor virus benar beberapa inferior nan berlainan :

  • atom
    immunoglobulin-like superfamily
  • reseptor terkait membran
  • revolusi dan transporter transmembran[16]

Bilang arketipe virus beserta reseptor yang dimiliki :

  • Human Rhinovirus (HRV)
Human Rhinovirus memiliki reseptor ICAM-1(Intracelluler adhesion molecule-1).[17]
Elemen tersebut adalah molekul adhesi yang fungsi normalnya merupakan kerjakan mengikatkan kamp bagi substratnya.[17]
bangun ICAM-1 mirip dengan molekul imunoglobulin dengan domain C dan V sehingga digolongkan misal protein
supefamily immunoglobulin
[17]
Siuman ICAM-1 memiliki panca Ig-like domain bikin berikatan dengan Lfa-1 (Leukocite function antigen-1), Mac-1 (Macrofage antigen-1), Rhinovirus (HRV), fibrinogen, dan PFIE (malaria infected erythocytes).[17]
10 serotipe dari HRV memperalat ICAM-1 sebagai reseptor, deka- serotipe lainnya menggunakan zat putih telur yang beruhubungan dengan LDL reseptor.[17]
  • Poliovirus
benar reseptor virus nyata zat putih telur membran terkonsolidasi yang pun proses berpokok zarah
superfamily immunoglobulin.[18]
Reseptor ini memiliki tiga domain yaitu satu faktual variabel dan dua konstan.[18]
  • Virus influenza
Virus ini benar dua variasi spike glikoprotein lega permukaan partikel virus yaitu hemagglutinin (HA) dan neuraminidase.[19]
HA hendak bersendi dengan reseptor virus influenza yang substansial asam sialat (N-asetil neuraminic acid).[19]
virus ini berikatan dengan muatan merusak dari moieties cemberut sialat nan benar pada rantai oligosakarida yang secara kovalen berikatan dengan glikoprotein sreg latar lokap.[19]
peristiwa etis asam sialat pada nyaris semua jenis lembaga pemasyarakatan mengakibatkan virus influenza boleh bersendi dengan banyak tipe kurungan.[19]

Penetrasi

Penetrasi terjadi pada masa yang sangat singkat sesudah pelekatan virus pada reseptor di membran sel.[20]
Proses ini memerlukan energi Tiga mekanisme yang terbabit:

  • Translokasi partikel virus
Proses translokasi relatif berat terjadi di selang virus dan mekanisme belom selengkapnya dipahami aci, probabilitas diperantarai oleh protein di dalam virus kapsid dan reseptor membran spesial.[21]
  • Endositosis virus ke dalam vakuola intraseluler
proses endositosis adalah mekanisme yang sangat mahajana ibarat urut-urutan turut virus ke dalam sel.[22]
Tidak diperlukan zat putih telur virus spesifik selain yang telah dipakai bakal pengikatan reseptor.[22]
  • fusi dari envelope dengan membran sel (untuk virus yang berenvelope)
Proses fusi virus berenvelop dengan membran bui benar secara langsung maupun dengan permukaan sel maupun menirukan endositosis internal sitoplasma.[22]
Diperlukan hal benar protein fusi spesifik intern envelop virus, misalnya : HA influenza dan glikoprotein transmembran (TM) Rhinovirus.[22]

Pelepasan Mantel

Tahap ini terjadi pasca- proses penetrasi dimana kapsid virus benar seluruhnya maupun sebagian dipindahkan ke internal sitoplasma sel inang.[20]
Pada tahap ini genom virus terekspos dalam wujud obsesi nukleoprotein.[20]
Kerumahtanggaan beberapa kasus, tahap ini berlanjut cukup keteter dan terjadi selama fusi lega membran virus dengan membran plasma.[20]
lakukan virus lainnya, tahap ini adalah proses multistep nan menyertakan jalur endositosis dan membran nukleus.[20]

Replikasi Genom dan Ekspresi Gen

7 Klasifikasi Baltimore.[23]

Strategi replikasi mulai sejak beberapa virus tersidai pada material genetik alami dari virus tersebut.[24]
Dalam hal ini, virus dibagi dalam 7 kumpulan sebagai halnya pengelompokan [[David Baltimore].[24]
Proses ekspresi gen hendak menentukan semua proses infeksi virus (akut, kronis, persisten, atau laten).[24]

  • Kelas I : DNA Utas Ganda
Kumpulan ini dibagi menjadi dua kerumunan :

  1. Replikasi terjadi di inti dan relatif tersidai buat faktor-faktor seluler (Adenoviridae,
    Polyomaviridae,
    Herpesviridae)[24]
  2. Replikasi terjadi di sitoplasma (Poxviridae). virus ini mengikutsertakan semua faktor-faktor nan bermanfaat cak bagi transkripsi dan replikasi dari genomnya, dan galibnya lain tersidai plong gawai replikasi semenjak inangnya[24].
  • Kelas II : DNA Kenur Tunggal
Replikasi terjadi di dalam nukleus, mengikutsertakan wujud utas ganda intermediate sebagai tempaan bakal sintesis utas istimewa DNA turunannya (Parvoviridae)[24]
  • Kelas III : RNA Utas Ganda
Virusnya memiliki genom yang tersegmentasi. sendirisendiri segmennya ditranskripsi secara terpisah untuk menghasilkan monosistronik mRNA solo. teoretis :
Reoviridae
[24]
  • Kelas IV : RNA Utas Khas (+)
Virus dengan polisistronik mRNA dimana kelas ini genom RNA menciptakan menjadikan mRNA nan ditranslasikan bakal membentuk suatu polyprotein nan dipecah mewujudkan zat putih telur dewasa. Pola :
Picornaviridae
[24]
  • Kelas V : RNA Utas Partikular (-)
Genom plong kelas ini dibagi menjadi dua tipe :

  1. Genom lain bersegmen (Rhabdoviridae), Tahap pertama privat replikasi yaitu transkripsi dari genom RNA utas (-) oleh virion RNA-dependent
    RNA polimerase untuk menghasilkan monosistronik mRNA yang pula laksana gemblengan untuk replikasi genom.[24]
  2. Genom bersegmen (Orthomixoviridae), replikasi terjadi di dalam nukleus dimana monosistronik mRNA cak bagi masing-masing gen virus dihasilkan maka itu transkriptase virus.[24]
  • Kelas VI : RNA Utas Partikular (+) dengan DNA Intermediate
Genom Retrovirus RNA rayon individual (+) berwatak diploid dan bukan dipakai secara langsung sebagai mRNA namun sebagi template bagi reverse transkriptase menjadi DNA.[24]
  • Kelas VII : DNA Benang Ganda dengan RNA Intermediate
Virus antologi ini bergantung untuk reverse transkriptase, saja berlainan dengan retrovirus, prosesnya terjadi di privat anasir virus sejauh maturasi (Hepadnaviridae).[24]
Baca juga :  Rancangan Gambar Yang Dibuat Sesuai Gagasan Disebut

Perakitan

Perakitan adalah proses akumulasi komponen-komponen virion puas proses tersendiri di dalam tangsi.[20]
Selama proses ini, terjadi pembentukan pulang ingatan partikel virus.[20]
Proses ini tergantung bikin proses replikasi di dalam kurungan dan arena di mana virus mengasingkan diri dari kurungan.[20]
mekanisme perakitan bermacam rupa buat virus yang farik-beda. Lengkap : proses perakitan Picornavirus, Poxvirus, dan Reovirus terjadi di sitoplasma, tentatif itu proses perakitan Adenovirus , Poliovirus, dan Parvovirus terjadi di nukleus.[20]

Pematangan

Pematangan adalah tahap dari siklus arwah virus dimana virus berperangai infeksius.[20]
puas tahap ini terjadi perubahan bangun privat elemen virus nan prospek dihasilkan oleh pemecahan partikular protein kapsid untuk menghasilkan produk yang dewasa.[20]
protease virus dan enzim seluler lainnya kebanyakan terlibat intern proses ini.[20]

Pelepasan

Semua virus kecuali virus pokok kayu melepaskan diri pecah kamp inang menempuh dua mekanisme :

  • untuk virus litik (semua virus non-kelumun), pemenuhan merupakan proses nan terlambat, dimana penjara nan terinfeksi buka dan virus keluar.[20]
  • untuk virus bergelimun, diperlukan membran lipid ketika virus keluar dari kurungan melewati membran , proses ini dikenal seumpama budding.[20]

Proses pelepasan unsur virus prospek boleh subversif hotel prodeo(Paramyxovirus, Rhabdovirus, dan Togavirus) , dan probabilitas sebagian lagi tidak destruktif sel (Retrovirus).[20]

Klasifikasi virus

Virus mampu diklasifikasi menurut morfologi, tropisme dan kegiatan penyebaran, dan genomik fungsional.[25]

  • Klasifikasi virus beralaskan ilmu bentuk kata
Berdasarkan morfologi, virus dibagi berlandaskan jenis asam nukleat dan juga protein membran terluarnya (envelope) menjadi 4 himpunan, yaitu :[25]
  1. Virus DNA
  2. Virus RNA
  3. Virus berselubung
  4. Virus non-selubung
  • Klasifikasi virus berdasarkan tropisme dan kegiatan penyebaran
Berdasarkan tropisme dan kegiatan pendakyahan, virus dibagi menjadi:[25]
  1. Virus Enterik
  2. Virus Respirasi
  3. Arbovirus
  4. Virus onkogenik
  5. Hepatitis virus
  • Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional
Virus di klasifikan menjadi 7 himpunan berlandaskan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut pula klasifikasi Baltimore yakni:[25]
  1. Virus Tipe I = DNA Rayon Ganda
  2. Virus Tipe II = DNA Untai Tunggal
  3. Virus Diversifikasi III = RNA Rayon Ganda
  4. Virus Jenis IV = RNA Utas Individual (+)
  5. Virus Tipe V = RNA Lawai Tunggal (-)
  6. Virus Tipe VI = RNA Utas Individual (+) dengan DNA perantara
  7. Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA cengkau

Contoh-contoh virus

Virus RNA

Virus RNA adalah virus yang memiliki materi genetik berwujud RNA, kumpulan nan tergolong dalam pusparagam ini yaitu virus kelas III, IV, V, dan VI. Beberapa ideal familia virus nan tertulis ke dalam kompilasi ini yaitu Retroviridae, Picornaviridae, Orthomixoviridae, dan Arbovirus.[26]

Retroviridae

Retroviridae adalah virus riil ikosahedral. Virus ini memiliki genom RNA berjumlah dua buah nan keduanya identik dan memiliki polaritas positif nan nantinya hendak diekspresikan menjadi enzim polimerase yang idiosinkratis ialah reverse traskriptase yang berjasa bagi mengubah RNA menjadi DNA.[26]
[27]DNA yang dihasilkan nantinya hendak berintegrasi ke dalam DNA kurungan inang andai provirus.[26]
Virus ini tercatat ke dalam virus yang ganas, mampu mengakibatkan penekanan sistem keimunan awak dan pula tumor.[26]
Sifatnya yang ganas tersebut disebabkan pelecok satunya karena virus ini remeh merasakan mutasi.[26]

Salah satu genus dari famili ini yang minimum terkenal merupakan genus Lentivirus, yang ideal spesiesnya yaitu HIV 1 dan 2.[26]

Picornaviridae

Picornaviridae adalah berformat kecil. Virus ini memiliki genom RNA dengan polaritas positif sehingga termasuk virus inferior IV intern klasifikasi Baltimore.[28]
Virus dalam famili ini dapat mengakibatkan banyak penyakit pada sosok, di selangnya adalah ki kesulitan polio nan disebabkan makanya Poliovirus dan pilek ringan nan disebabkan maka itu Rhinovirus.[28]

Orthomixoviridae

Orthomoxoviridae adalah virus nan memiliki selubung dengan materi genetik RNA bersegmen berpolaritas negatif sehingga virus ini teragendakan dalam papan bawah V dalam klasifikasi Baltimore.[29]
Ciri khan dari virus ini yaitu virus ini memiliki zat putih telur rataan nan yakni antigen terdahulu yaitu Hemmaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA).[29]
Hemmaglutinin adalah proses virus nan menempel puas lokap target oleh karena itu antibodi terhadap hemmaglutinin mampu melindung dari infeksi virus.[29]
Neuraminidase memerankan untuk melepaskan virion berpokok tangsi maka dari itu karena itu antibodi terhadap NA mampu menekan tingkat keparahan infeksi virus.[29]

Virus ini di klasifikasikan menjadi catur kumpulan yaitu :

  1. Influenza tipe A
    Influenza tipe A ialah virus yang menginfeksi berbagai varietas bermartabat manusia, burung (burung liar, ternak, domestik), kartu ceki, jaran, anjing, dan mamalia air(anjing laut dan paderi).[29]
    Virus influenza tipe A mampu merasakan
    antigenic drift
    dan
    antigenic shift.
    [29]

    Antigenic drift yakni terjadinya mutasi pada gen nan menyandikan protein Hemmaglutinin. Hal tersebut mengakibatkan antibodi nan bersusila lain gemuk mengenalinya lagi. Keadaan tersebut mengakibatkan terjadinya endemik musiman.[29]

    Antigenic shift yaitu munculnya subtipe barus virus influenza nan disebabkan karena penggabunggan genetik nasihat manusia dengan virus binatang ataupun dengan transmisi langsung dari fauna unggas ke sosok. karena enggak benar ataupun sedikitnya imunitas terhada virus mentah, maka pandemik berlimpah terjadi.[29]
  2. Influenza tipe B
  3. Influenza spesies C
  4. Tick-Borne Influenza
    virus ini merupakan virus nan berpangkal berpangkal kutu.[29]
Arboviruses

Arbovirus yakni kependekan mulai sejak ARthropoda-BOrne virus yaitu virus yang berasal bermula kumpulan Arthropoda.[30]
Arbovirus dibagi menjadi empat famili yaitu :

  1. Togaviridae
    contoh virus yang termasuk dalam antologi ini yaitu Rubellavirus.[30]
  2. Flaviviridae
    konseptual virus nan termasuk privat kumpulan ini yaitu Hepatitis C virus dan Denguevirus nan penyebabkan ki kesulitan demam berbakat dengue.[30]
  3. Bunyaviridae
    lengkap virus yang termasuk n domestik antologi ini yakni California encephalitis virus (CE) yang mengakibatkan ki aib encephalitis pada manusia.[30]
  4. Reoviridae
    ideal virus nan tercantum dalam pusparagam ini adalah reovirus nan mengakibatkan Colorado tick fever dan Rotavirus yang mengakibatkan diare epidemik pada anak-anak.[30]

Virus DNA

Virus DNA adalah virus yang n kepunyaan materi genetik berupa DNA, himpunan yang tergolong dalam pusparagam ini yaitu virus inferior I, II, VII. Beberapa paradigma familia virus nan termasuk ke privat kompilasi ini yaitu Herpesviridae, Parvoviridae, dan Poxviridae.[31]

Herpesviridae

Herpesviridae merupakan kumpulan virus berformat agung dengan materi genetik DNA benang ganda sehingga dikelompokkan ke dalam inferior 1 dalam klasifikasi baltimore. Virus dalam kompilasi ini rani mengakibatkan penyakit ganas dan juga mampu mengakibatkan penyakit pasca kelahiaran puas bayi.[31]
Herpesviridae terbagi ke dalam bilang genus, yaitu :

  1. Alpha Herpesvirus
    Virus yang termasuk dalam kumpulan Alpha herpesvirus kebanyakan mengakibatkan penyakit yang akut dengan gejala yang muncul ketika itu lagi.[31]
    infeksi virus ini bersifat laten persisten disebabkan karena kemampuan genom virus ini bagi berintergrasi dengan sel inang.[31]
    takdirnya kondisi inang medium gontai, maka benar kebolehjadian ki aib berpunya muncul kembali pada tempat yang setara.[31]

    konseptual dari virus ini yaitu Herpes simplex tipe 1 dan 2 dan Varicella zoster(VZ) virus.[31]
  2. Beta Herpesvirus
    Virus yang termasuk intern antologi beta herpesvirus kebanyakan mengakibatkan penyakit yang akut hendak tetapi tak ditemukan gejala plong carrier.[31]
    virus ini mengakibatkan infeksi pada kanak-kanak anyir dan perkembangan abnormal (komplikasi kongenital).[31]

    cermin berpokok virus ini yaitu Cytomegalovirus.[31]
  3. Gamma Herpesvirus
    Virus yang termasuk kerumahtanggaan kumpulan ini dapat mengakibatkan problem limphopoliperatif jinak dan ganas.[31]

    konseptual dari virus ini yaitu Epstein-Barr virus.[31]
Parvoviridae

Parvoviridae adalah virus dengan DNA utas idiosinkratis polaritas positif atau negatif sehingga tertulis dalam kelas II dalam klasifikasi Baltimore.[32]
Virus ini tidak memiliki selubung virus dan adalah virus makhluk yang berdosis paling kecil.[32]
Virus yakni virus nan bukan sempurna sehingga perlu berasosiasi dengan adenovirus sehingga sering disebut
Adeno-Associated Virus(AAV).[32]
Salah satu contoh himpunan ini yaitu virus B-19 yang subur mengakibatkan tekor atau keguguran pada bakal anak.[32]

Poxviridae

Poxviridae adalah virus dengan materi genetik DNA untai ganda sehingga virus ini di tercantum dalam papan bawah I dalam klasifikasi Baltimore.[33]
Ciri khas berusul virus ini yaitu virus ini memiliki morfologi agung dan kegandrungan.[33]
Virus yang terkenal dalam pusparagam ini yaitu Smallpox.[33]
Smallpox cukup tersohor karena menimbulkan pandemik nan sangat agung diseluruh lingkungan kehidupan.[33]
saat ini virus Smallpox sudah dibasmi.[33]

Peranan Virus internal Spirit

Beberapa virus benar yang bakir dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika.[15]
Menempuh pengobatan gen, gen keji (penyebab infeksi) yang terdapat kerumahtanggaan virus diubah menjadi gen bermoral (pemuas).[15]
Baru-mentah ini David Sanders, seorang guru besar ­ilmu hayat sreg Purdue’s School of Science mutakadim menemukan kegiatan pemanfaatan virus dalam mileu jiwa kesehatan.[15]
Dalam temuannva yang dipublikasikan dalam Buletin Virology, Edisi 15 Desember ­2002, David Sanders sukses menjinakkan cangkang luar virus Ebola sehingga mampu dimanfaatkan laksana pembawa gen bikin bui nan sakit (paru-paru).[15]
Biarpun demikian, kebanyakan virus bersifat merugikan terhadap semangat manusia, binatang, dan pohon.[15]

Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi lega manusia, sato, dan tumbuhan.[15]
Selama ini tidak ter-hormat makhluk hidup yang tahan terhadap virus.[15]
Tiap virus secara individual menyerang sel-kurungan tertentu berbunga inangnya. Virus yang mengakibatkan flu menyerang arus pernapasan, virus campak menginfeksi jangat, virus hepatitis menginfeksi hati, dan virus rabies menuding kurungan-sel saraf. Begitu pun yang terjadi pada masalah AIDS (acquired immune deficiency syndrome), yakni suatu kelainan yang mengakibatkan menurunnya daya resistan tubuh penderita penyakit tersebut disebabkan maka itu virus HIV nan secara spesifik mengamati sel talenta putih.[15]
Tabel berikut ini berisi beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh virus.[15]

Baca juga :  Bola Basket Pertama Kali Dipertandingkan Pada Olimpiade Di

Selain manusia, virus pun mengakibatkan kesengsaraan bikin binatang dan tumbuhan.[15]
Enggak minus pula kesialan yang diderita peternak ataupun petani dampak ternaknya yang sakit atau hasil panennya yang menjadi kurang.[15]

Penyakit binatang dampak virus

Penyakit tetelo, ialah jenis penyakit nan menuduh nasion unggas, terutama ayam. Penyebabnya yaitu new castle disease virus (NCDV).[15]
Penyakit kuku dan perkataan, yakni variasi komplikasi yang menyerang piaraan sapi dan kerbau.[15]
Ki aib puru ajal pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV).[15]
Penyakit rabies, ialah jenis penyakit nan memperhatikan anjing, kucing, dan beruk, disebabkan oleh virus rabies.[15]

Penyakit tumbuhan dampak virus

Ki kesulitan mosaik, yakni variasi penyakit yang menyerang pokok kayu tembakau.[2]
Penyebabnya yaitu tobacco mosaic virus (TMV) Ki aib tungro, merupakan jenis penyakit nan menyerang tanaman padi.[2]
Penyebabnya yaitu virus Tungro.[2]
Ki kesulitan degradasi pembuluh tapis sreg sitrus. Penyebabnya yaitu virus citrus vein phloem degeneration (CVPD).[2]

Penyakit hamba allah dampak virus

Lengkap paling umum terbit penyakit nan disebabkan oleh virus yaitu pilek (yang boleh saja disebabkan oleh satu maupun sejumlah virus bersama-sama), cacar, AIDS (yang disebabkan virus HIV), dan demam herpes (yang disebabkan virus herpes simpleks).[34]
Puru ajal leher rahim pun diduga disebabkan sebagian oleh papilomavirus (yang mengakibatkan papiloma, atau bonjol), yang memperlihatkan teoretis kasus plong manusia yang memperlihatkan hubungan ujar-ujar kanker dan agen-agen infektan.[34]
Juga benar beberapa kontroversi tentang apakah virus borna, yang sebelumnya diduga bagaikan penyebab ki kesulitan saraf lega kuda, lagi bertanggung jawab untuk penyakit psikiatris sreg khalayak.[34]

Potensi virus bikin mengakibatkan wabah pada anak adam menimbulkan kekhawatiran penggunaan virus laksana senjata biologis. Kecurigaan meningkat seiring dengan ditemukannya kegiatan penciptaan varian virus baru di laboratorium.[34]

Kepanikan juga terjadi terhadap penyebaran kembali virus sepersaudaraan cacar, nan sudah mengakibatkan taun terbesar intern sejarah manusia, dan dapat mengakibatkan kepunahan suatu nasion.[34]
Sejumlah suku bangsa Indian telah punah dampak epidemi, terutama ki kesulitan variola, yang dibawa oleh kolonis Eropa.[34]
Lamun sebenarnya diragukan internal banyak pastinya, diyakini kematian telah terjadi dalam banyak agung.[34]
Penyakit ini secara tidak langsung mutakadim membantu dominasi nasion Eropa di mileu kehidupan baru Amerika.[34]

Keseleo suatu virus nan dianggap paling berbahaya yaitu filovirus.[34]
Grup Filovirus terdiri atas Marburg, pertama kali ditemukan tahun 1967 di Marburg, Jerman, dan ebola.[34]
Filovirus yaitu virus riil tataran seperti cacing, yang dalam banyak agung tampak sebagaimana sepiring mihun.[34]
Pada April 2005, virus Marburg meruntun perhatian pers dengan terjadinya penyebaran di Angola. Sejak Oktober 2004 sampai 2005, hal ini menjadi wabah terburuk di n domestik nasib manusia.[34]

Diagnosis di laboratorium

Deteksi, keterpencilan, sebatas analisis suatu virus kebanyakan melintasi proses yang sulit dan mahal.[35]
Karena itu, studi penyakit dampak virus membutuhkan kendaraan prasarana agung dan mahal, tertulis juga peralatan yang mahal dan tenaga berdarah dari heterogen proses, misalnya operator, berbakat biologi molekular, dan berpembawaan virus.[35]
Biasanya proses ini diterapkan oleh lembaga kenegaraan atau diterapkan secara kerjasama dengan nasion lain menempuh buram lingkungan nasib sebagai halnya Organisasi Kesegaran Lingkungan semangat (WHO).[35]

Pencegahan dan penyembuhan

Karena kebanyakan menggelapkan mekanisme interniran induknya bakal bereproduksi, virus sangat rumit untuk dibunuh.[36]
Kegiatan pengobatan sejauh ini yang dianggap paling efektif ialah vaksinasi, buat semok kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan penawar-obatan yang memecahkan gejala dampak infeksi virus.[36]

Penyembuhan penyakit dampak infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik, nan sewaktu-waktu tidak benar pengaruh terhadap spirit virus.[36]
Surat berharga samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik.[36]
Karena itulah diperlukan pengawasan semakin lanjut buat memastikan apakah satu penyakit disebabkan oleh patogen ataupun virus.[36]

Lihat pun

  • Mikrobiologi
  • Prion
  • Virologi

Wacana

  1. ^
    a
    b
    Templat:Vcite web
  2. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h

    Akin, H.M. (2005).
    Virologi Tumbuhan
    (Didigitalisasi maka dari itu Google Penelusuran Buku). Yogyakarta: Kanisius. pp. hlm. 17. ISBN 9792111808, 9789792111804. Retrieved 2009-03-13.




  3. ^
    Campbell
    et al.
    (2002), hlm. 341. Diakses lega 26 Maret 2009.
  4. ^

    Creager, A.N.H. (2002).
    The life of a virus: tobacco mosaic virus as an experimental kamil, 1930-1965
    (Didigitalisasi oleh Google Penelusuran Buku) (Edisi ke-2 ed.). Chicago: University of Chicago Press. pp. hlm. 119. ISBN 0226120260, 9780226120263. Retrieved 2009-03-26.




  5. ^
    a
    b
    c
    d

    Rous P (1911). “A sarcoma of the fowl transmissible by an agent separable from the tumor cells” (pdf).
    J Exp Med
    13: 397–399.




  6. ^
    a
    b

    Shope RE (1933). “Infectious papillomatosis of rabbits; with a note on the histopathology” (pdf).
    J Exp Med
    58: 607.




  7. ^
    a
    b
    c

    Stanley WM (1933). “Isolation of a crystalline protein possessing the properties of tobacco mosaic virus” (pdf).
    Science
    81: 644–645.




  8. ^
    a
    b

    Hershey AD, Chase M (1952). “Independent Function of Viral Zat putih telur and Nucleic Acid in Growth of Bacteriophage” (pdf).
    Journal of General Physiology
    36: 39–56.




  9. ^
    a
    b
    c
    Campbell
    et al.
    (2002), hlm. 342. Diakses pada 26 Maret 2009.
  10. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    i

    Wagner (2008),
    Basic Virology, Australia: Blackwell Publishing, ISBN 2007019839




    (lihat di Penelusuran Kunci Google)
  11. ^
    a
    b
    c
    d
    e

    Wagner (2008),
    Basic Virology, Australia: Blackwell Publishing, ISBN 2007019839




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  12. ^
    a
    b
    c
    d
    e

    Mahy, BWJ.; van Regenmortel, MHW. (2010),
    Desk Encyclopedia of General Virology, San Diego: Elsevier, ISBN 978-0-12-375145-1




    (lihat di Penelusuran Kancing Google)
  13. ^
    a
    b

    Mahy, BWJ.; van Regenmortel, MHW. (2010),
    Desk Encyclopedia of General Virology, San Diego: Elsevier, ISBN 978-0-12-375145-1




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  14. ^
    a
    b

    Strauss, JH.; Strauss, EG. (2008),
    Viruses and Human Disease, London: Elsevier, ISBN 978-0-12-375145-1




    (tatap di Penelusuran Pokok Google)
  15. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    i
    j
    k
    l
    m
    n
    o
    p
    q
    r
    s
    t
    u
    v
    w
    x
    y
    z
    aa

    Evans, AS.; Kaslow, RA. (1997),
    Viral Infections of Humans:epidemiology and Control, New York: Plenum Publishing Corporation, ISBN 0-306-44856-4




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  16. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f

    Schneider-Schaulies J (2000). “Cellular receptors for viruses: links to tropism and pathogenesis” (pdf).
    Journal of General Virology
    81: 1413–1429.




  17. ^
    a
    b
    c
    d
    e

    Olson NH (1992). “Structure of a human rhinovirus complexed with its receptormolecule” (pdf).
    Proc. Natl. Acad. Sci. USA
    90: 507–511.




  18. ^
    a
    b

    Yongning H. (2000). “Interaction of the poliovirus receptor with poliovirus” (pdf).
    PNAS
    97: 79–84.




  19. ^
    a
    b
    c
    d

    Hidari KIPJ (2010). “Glycan Receptor for Influenza Virus” (pdf).
    The Open Antimicrobial Agents Journal
    2: 26–33.




  20. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    i
    j
    k
    l
    m
    n
    o

    Mahy, BWJ.; van Regenmortel, MHW. (2010),
    Desk Encyclopedia of General Virology, San Diego: Elsevier, ISBN 978-0-12-375145-1




    (tatap di Penelusuran Buku Google)
  21. ^

    Cossart, P (2005),
    Cellular Microbiology, Washington DC: American Society for Microbiology Press, ISBN 1-55581-302-X




    (tatap di Penelusuran Buku Google)
  22. ^
    a
    b
    c
    d

    Cheng, H.; Hammar, L. (2004),
    Cellular Microbiology, Singapore: World Scientifis Publishing Co. Pte. Ltd., ISBN 981-238-614-9




    (lihat di Penelusuran Anak kunci Google)
  23. ^

    Carter, JB.; Saunders, VA. (2007),
    Virology: Principles and Applications, England: John Wiley & Sons, Ltd., ISBN 978-0-470-023860-0




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  24. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    i
    j
    k
    l

    Wagner (2008),
    Basic Virology, Australia: Blackwell Publishing, ISBN 2007019839




    (tatap di Penelusuran Pokok Google)
  25. ^
    a
    b
    c
    d

    Sewa, JB.; Saunders, VA. (2007),
    Virology: Principles and Application, England: John Wiley & Sons Ltd., ISBN 978-0-470-02386-0




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  26. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f

    Cheville, NF. (1994),
    Ultrastructural Pathology : an Introduction to Interpretion, Iowa: Iowa State University Press, ISBN 0-8138-2398-6




    (tatap di Penelusuran Pusat Google)
  27. ^

    Breeze, R.; Budowle, B.; Schutzer, SE. (2005),
    Microbial Forensics, London: Elsevier Inc, ISBN 0-12-088483-6




    (lihat di Penelusuran Sentral Google)
  28. ^
    a
    b

    Rapley, R. (2005),
    Medical Biomedical Handbook, New Jersey: Humana Press, ISBN 978-1-58829-288-9




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  29. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    i

    White, DO.; Fenner, F. (1994),
    Medical virology, California: Academic Press, ISBN 978-0-12-746642-2




    (tatap di Penelusuran Siasat Google)
  30. ^
    a
    b
    c
    d
    e

    Oxford, JS.; Oberg, B. (1985),
    Conquest of viral diseases: a topical review of drugs and vaccines, Netherlands: Elsevier Science Publisher B.V, ISBN 0-444-80566-4




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  31. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    i
    j
    k

    Cheville, NF. (1994),
    Ultrastructural Pathology : an Introduction to Interpretion, Iowa: Iowa State University Press, ISBN 0-8138-2398-6




    (lihat di Penelusuran Kiat Google)g
  32. ^
    a
    b
    c
    d

    Nermut, MV.; Steven, AC. (1987),
    Animal Virus Structure, New York: Elsevier Science Publishing Company, ISBN 0-444-80879-5




    (lihat di Penelusuran Pokok Google)
  33. ^
    a
    b
    c
    d
    e

    White, DO.; Fenner, F. (1994),
    Medical virology, California: Academic Press, ISBN 978-0-12-746642-2




    (lihat di Penelusuran Taktik Google)
  34. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    i
    j
    k
    l

    Crowley, LV. (2010),
    An Introduction to Human Disease: Pathology and Pathophysiology, Sudburry: Jones and Bartlett Publishers, ISBN 978-0-7637-6591-0




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  35. ^
    a
    b
    c

    Zuckerman, AJ.; Banatvala, JE.; Griffiths, P. (2009),
    Principles and Practice of Clinical Virology, England: John Wiley & Sons Ltd., ISBN 978-0-470-51799-4




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  36. ^
    a
    b
    c
    d
    e

    Singh, M. (2007),
    Vaccine Adjuvants and Delivery Systems, New Jersey: John Wiley & Sons Ltd., ISBN 978-0-471-73907-4




    (lihat di Penelusuran Buku Google)

Tautan asing

  • (Inggris)
    Perpustakaan Online tentang virus
  • (Inggris)
    Wong’s Virology
  • (Inggris)
    Apa itu virus?



edunitas.com

Tags (tagged): virus, unkris, penyakit, menular ketika, tanaman, sira, penyakit muncul, kembali 15, contoh, dari infeksi kronis, non selubung, pelepasan, yaitu proses sederhana, suntuk besar, diseluruh, dunia 33 sekarang, anak kunci, guna-guna, pengetahuan 306 44856, 4 lihat, penelusuran, buku google a, b c, d, e f virus

Mengapa Virus Disebut Parasit Intraseluler Obligat

Source: http://p2k.unkris.ac.id/id3/3065-2962/Virus-Biologis_26703_p2k-unkris.html