Hewan Yang Beradaptasi Dengan Lingkungan Gurun Adalah

Hewan Yang Beradaptasi Dengan Lingkungan Gurun Adalah

Saat suhu musim panas terus naik, kita kali mendinginkan tubuh dengan menggalakkan kipas kilangangin kincir atau AC. Tapi tanpa mengenal teknologi modern, hewan-hewan yang membuat rumah mereka di sahara harus menggunakan prinsip mereka sendiri untuk tetap dingin dan tak terhidrasi.

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Satwa-Hewan yang Beradaptasi dengan Lingkungan Sahara, dibawah ini adalah beberapa cara yang luar biasa yang dikembangkan oleh dabat-hewan yang sudah beradaptasi bagi bertahan hidup di padang pasir.


1. Thorny Devil Minum Menggunakan Kulitnya.

Di daerah gurun Australia, air menggenang boleh sangat susah didapat. Untuk menguasai masalah ini, thorny devil sudah mengembangkan jangat yang dapat menyerap air sebagaimana kertas mangsi (disebut “kapilaritas”). Sisik pada tubuhnya yang terstruktur, membuatnya mengumpulkan embun dan menyalurkannya ke sudut perkataan, sehingga cecak tanah bisa meminumnya. Sira dapat sopan-benar menonton jangat kadal ini menggelap saat menyerap cairan segala apa juga nan terbelakang bahkan seperti mana cairan di lumpur.


2. “Sidewinding” Walaupun Kelihatan Lucu, Tapi Sepantasnya Adv amat Efisien.


Metode rayapan (locomotion) yang enggak resmi ini digunakan oleh dua variasi i beludak berbisa-the Sidewinder Gurun Mojave di barat sentral Amerika Kawan dan Viper Padang pasir Namib di Afrika. Bukan sekadar membantu bedudak menjaga traksi pada pergeseran batu halus, tetapi memastikan bahwa saja dua tutul bermula badan hewan yang mencapai tanah sensual pada waktu satu waktu.


3. Cape Ground Squirrel Selalu Membawa Payung.

Asli kawasan terkering dari Afrika bagian selatan, hewan pengerat berbulu ni betul-betul dapat menggunakan ekor lebatnya umpama semacam payung.


4. Unta

Sumbang saran akan halnya bersikeras arwah di padang pasir tidak akan lengkap tanpa menyebutkan onta. Kita senggang bahwa daging tumbuh onta adalah simpanan sedap, yang dapat digunakan baik andai alat pencernaan dan sendang air bagi hewan itu ketika keadaan menjadi runyam. Tapi onta juga memiliki bulu baplang di telinga mereka untuk menjaganya berpokok pasir dan juga surai mata mereka yang melindungi mata mereka dari pasir juga sangat cantik sehingga enggak ada model di luar sana yang tidak ingin bulu mata semacam itu. Gamal lagi n kepunyaan gaung hidung yang bisa ditutup, membran nictitating ain, dan kaki lebar nan berperan seperti mana sepatu salju di ramal. Selengkapnya mengenai unta dapat dibaca disini

Baca juga :  Apa Perbedaan Organ Pernapasan Pada Cacing Tanah


5. Onta Bukan Satu-Satunya Hewan yang Menggudangkan Lemak bagi Kontinuitas Arwah.

Monster Gila -salah satu berasal hanya dua cecak tanah berbisa di marcapada- menghabiskan sebagian osean hidupnya di bawah tanah dan bisa bertahan kehidupan berbulan-bulan semata-mata dengan dengan lemak yang disimpan internal ekornya. Ini adalah sedikit trik untuk berkuat vitalitas selama musim kering di habitat Gurun Sonora mereka.


6. Peccary

Peccary, atau Javelina, memiliki mulut yang kuat dan sistem pencernaan solo nan memungkinkannya kerjakan gayem kaktus (salah suatu makanan favorit mereka) sonder merasakan efek dari ribuan duri kecil. Sebagai bonus apendiks, menggunakan kaktus seumpama sendang makanan adalah prinsip yang bagus untuk melengkapi asupan air kaktus betul-betul sarat dengan situasi-situasi tersebut.


7. Burung Sandgrouse Bisa Membawa Air Intern Bulunya.

Burung ini, ditemukan terutama di padang pasir Asia dan Afrika Utara, memiliki spesialisasi bulu di perutnya yang mampu menyerap jumlah katai air. Jantan dari spesies akan memperalat bulu ini seperti spons bakal membawa air pula ke sarang mereka, yang kemudian mereka bagi dengan rekan-rekan betina dan keturunan mereka.


8. Dorcas Gazelle Bukan Harus Minum Air alias Buang Air Kecil.

Meskipun mereka akan minum air bila tersedia, spesies kecil antelop Afrika Utara ini bisa mendapatkan semua air nan dibutuhkan bersumber makanannya. Ketika air tak tersedia, Dorcas Gazelle dapat memadatkan urinnya ke internal asam urat dengan maksud penjagaan air karena mereka harus menyimpan lagi yang mereka dapatkan.


9. Fogstand Beetle Menangkap Tetes Uap air

Gurun Namib di Afrika memiliki sangat cacat air mansukh, sekadar karena kedekatannya dengan laut, menyepakati dosis kabut harian di jam-jam tawar rasa di pagi hari. Kumbang Fogstand telah belajar cak bagi berdiri dalam rencana bikin merelakan kabut mengembun pada jasmani mereka dalam susuk titisan air, yang kemudian mereka meneguk.

Baca juga :  Apa Yang Dimaksud Kontinuitas Dalam Senam Irama


10. Tangisan Garam Burung Greater Roadrunner

Proses metabolisme jasmani semua n kepunyaan output yang cak acap terjadi privat bentuk mineral. “Sato yang usia di lingkungan di mana air banyak tersedia semata-mata akan memperlainkan mineral-mineral tersebut menerobos urin mereka. Namun untuk hewan yang vitalitas di mileu yang ekstrim, dalam peristiwa ini iklim gurun, di mana mereka tidak cak hendak mengecualikan cairan apapun, maka fisik akan mencari mandu tidak bagi melepaskan mineral-mineral tersebut. Greater roadrunner (Geococcyx californianus) bersumber Amerika Utara, sebagai halnya Dorkas Gazelle boleh bersikukuh hayat sonder minum air, telah mengembangkan pendirian unik untuk menangani masalah ini: mereka memperlainkan kelebihan garam berpangkal kelenjar di damping matanya.


11. Tikus Berkerangka Afrika.

Satwa ini enggak namun mampu menutup jejas melalui proses kontraksi khusus, tetapi selerang mereka nan adv amat lemah berarti juga kian mudah buat regenerasi, yang memungkinkan tikus berkerangka afrika yang terluka lakukan sembuh dari luka yang cangkat jauh makin cepat daripada spesies yang lain –  Sebuah proses yang meminimalkan kehilangan darah.


12. Blind Skink Patuh Di pangkal Ramal.

Dengan subspesies di Afrika, Asia, dan Australia, bengkarung tak berkaki aneh ini telah mengembangkan metode cerdik berurusan dengan master panjang rataan gurun bekas tinggal mereka. Bengkarung buta ini sudah kekeringan kaki dan mata mereka melalui evolusi dan lebih mengidas kerjakan terlampau di asal tanah di mana mereka membuat gaung bikin mengejar incaran mereka.


13. Kalajengking

Scorpions dapat memperlambat laju metabolisme mereka, yang memungkinkan mereka cak bagi “Berhibernasi” meski mereka internal keadaan pulang ingatan.

Kalajengking dapat vitalitas hingga satu periode sonder makan mendapat habuan metabolisme distingtif mereka. Tidak seperti mana hewan lain yang mengalami hibernasi musiman, kalajengking masih gemuk bereaksi terhadap kehadiran korban dengan kelancaran sorot bahkan ketika dalam keadaan hibernasi.

Baca juga :  Fungsi Nukleus Pada Sel Eukariot Adalah Sebagai Pusat


14. Kanguru Mendinginkan Diri dengan Mandi Ludah.

Bagi bertahan di masa panas Australia yang keras, kanguru akan mendinginkan diri dengan menjilati tungkai depan mereka. Sebuah jaringan khusus mulai sejak pembuluh pembawaan di kaki memungkinkan hewan ini untuk mengurangi master tubuh mereka dengan cepat melangkaui evaporasi ludah karena kanguru kekeringan glandula keringat reguler.


15. Addax Antelope Berubah Corak Seiring Hari.

Sato kudus Gurun Sahara lainnya, antelop Addax jarang perlu minum air cak bagi bertahan hidup. Untuk mengatasi terik rawi padang pasir nan tak kenal ampun, Addax “memakai baju labuh” berwarna tulus di masa sensual cak bagi memantulkan sinar matahari, tetapi di hari campah, mantelnya berubah kecoklatan-abu-abu sehingga dapat makin menyerap panas.

Baca Juga:

Source

Hewan Yang Beradaptasi Dengan Lingkungan Gurun Adalah

Source: https://nge-baca.blogspot.com/2015/10/15-hewan-yang-beradaptasi-dengan.html?m=1

Ocha Febriana

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Hewan Yang Beradaptasi Dengan Lingkungan Gurun Adalah yang dipublish pada 22 Agustus 2022 di website DUJUZ.COM

Artikel Terkait