Fungsi Manajemen Menurut James Af Stoner

Fungsi Manajemen Menurut James Af Stoner







TUGAS INDIVIDU





Asal-DASAR MANAJEMEN










Nama
:
Frida Maslikhah






NIM
:
101710101064






Papan bawah
:
A





JURUSAN TEKNOLOGI HASIL Pertanaman





FAKULTAS TEKNOLOGI Pertanian





UNIVERSITAS JEMBER





2011





PEMBAHASAN






Kekuatan-keefektifan manajemen menurut James A.F Stoner ada 4, yakni : Planning, Organizing, Leading, dan Controlling. Dan biasanya disebut dengan POLC.






1.





PLANNING





Planning (perencanaan) ialah proses pemilihan amanat dan pembuatan postulat-asumsi mengenai keadaan dimasa yang akan datang bakal merumuskan kegiatan-kegiatan nan teradat dilakukan kerumahtanggaan rangka pencapaian pamrih yang telah ditetapkan sebelumnya.



Perencanaan merupakan suatu fungsi yang dirasa terdahulu dalam manajemen karena fungsi perncanaan itu sendiri dibutuhkan ketika kita akan berbuat sesuatu dan dari adanya perncanaan barang apa yang kita lakukan akan berjalan lebih baik. Dan jika ada pergantian yang mungkin tidak kita duga maupun tidak kita kehendakai kita bisa membuat perncanaan lebih jauh.

Biasanya hal ini dilakukan saat kita didalam suatu organisasi atau suatu kelompok.



Keefektifan perencanaan ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan pengutipan keputusan. Keputusan diperlukan pada setiap kita dihadapkan dengan banyak bani adam atau bias dikatakan dalam kelompok. Oleh karena itu pengambilan keputusan yaitu aspek yang boleh dikatakan vital intern perencanaan, merupakan proses pengembangan dan pemulihan arah tindakan bikin mengamankan satu suatu ki kesulitan tertentu.





Manajer sebelum berbuat aktivitas-aktivitas mengorganisasi, mengarahkan, memotivasi,dan menyelesaikan,terlebih dahulu ia harus membuat rencana apa yang memberikan intensi kepada organisasi, menentukan barang apa yang akan dikerjakan, kapada akan diolah, boleh jadi yang akan mengerjakan, dimana
akan dikerjakan dan bagaimana akan mengerjakannya.








Makara, Pada intinya perencanaan yaitu suatu tolak ukur penyelaras apakah nantinya tujuan yang mutakadim ditetapkan akan bertelur dan menghasilkan sesuatu sesuai dengan apa yang kita mau.





Internal planning dikenal adanya blue print dan master plan. Blue print adalah visi terbit organisasi, yaitu tujuan terbit organisasi itu sendiri. Sedangkan hawa plan adalah misi dari organisasi, yakni suatu pendirian bagi menjejak tujuan yang mutakadim ditetapkan.




Unsur-atom planning (perencanaan) adalah bagaikan berikut:




1.



Identifikasi dari muslihat masalah



Untuk takhlik suatu perencanaan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi atau menganalisa satu masalah sehingga ditemukan kunci pecah kebobrokan tersebut.




2.



Pembiasaan dari TOP Tata



Kemudian dilanjutkan dengan brifing dari TOP Manajemen, disini lewat dibutuhkan peran seorang pemimpin. Selepas itu, dirumuskanlah tujuan dari organisasi.




3.



Penentuan rencana organisasi



Sehabis itu, barulah menetapkan rencana dari organisasi yang ke depannya akan dijalankan untuk meraih intensi organisasi.




4.



Peninjauan lagi rencana yang sudah lalu dibuat





Sesudah rencana terasuh, maka diperlukanlah adanya peninjauan pula terhadap susuk yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kegagalan. Karena dengan peninjauan kembali terhadap bentuk yang telah ditetapkan, maka kita boleh menganalisa apakan tulangtulangan kita sudah sesuai dengan tujuan yang akan kita inginkan.




Keberagaman-tipe planning :




1.



Menurut Paser Waktunya, planning dibagi menjadi : planning jangka pendek, planning jangka medium, dan planning jangka tataran.




2.



Menurut Frekuensi Pendayagunaan, planning dibagi menjadi : planning sekali pakai (untuk menghadapi situasi nan non-rutin) dan planning terus-menerus (lakukan menghadapi situasi rutin).




3.



Menurut Fleksibilitasnya, dibagi menjadi : directional (berupa gambar nan variabel dan pemberian arahan umum), dan spesifik (berupa rangka yang spesifik sehingga tak meninggalkan sedikitpun ruang untuk interpretasi.





Pemungutan keputusan harus ada n domestik suatu perencanaan karena tanpa adanya pemungutan keputusan suatu perencanaan akan menjadi sia-sia hanya atau dengan alas kata lain enggak berguna. Karena pada dasarnya suatu perencanaan dibuat dengan maksud untuk mewujudkan harapan nan telah dibuat sebelumnya. Dan disini pengutipan keputusan yakni suatu perwujudan atau implementasi dari perencanaan yang sudah suka-suka sebelumnya.

Dalam sebuah perencanaan harus suka-suka satu susuk pelengkap

atau yang normal disebut ”plan B” untuk kejutan nan mungkin akan terjadi, dan dibutuhkan tanzil yang tepat seharusnya kita mengerti resiko apa yang peluang terjadi ataupun bikin meminimalisir resiko buruk detik terjadi hal-hal diluar dugaan kita.



Baca juga :  Kemasan Yang Fungsi Utamanya Melindungi Kelompok Kemasan Lainnya Adalah Kemasan





Kita dapat mengimplementasikan materi perencanaan dan pengutipan keputusan ini ke internal sebuah manajemen.
Ideal yang paling silpel saja ”manajemen periode” puas diri kita sendiri. Kita harus dapat menata waktu moga kita bisa melaksanakan semua kegiatan misalnya; kapan kita harus mengerjakan tugas, makan, sholat, tidur, menonton televisi, membaca, dan bahkan sekedar cak bagi bermain bersama dagi dll. Disini kita dituntut untuk bisa mengatur semua kegiatan-kegiatan tersebut kapan akan dilakukan. Tanpa kita sadari kita sudah bisa melakukan perencanaan, biasanya kita merencanakan kapan kegiatan tersebut akan dilakukan dengan melamun sambil memikirkan segala apa nan akan kita bikin pasca- ini. Bahkan kita pun menyukat-nimbang apa yang akan terjadi atau resiko apa yang akan kita hadapi jika mengerjakan hal tersebut. Setelah itu kita kembali juga melakukan pengambilan keputusan dengan urut-urutan mengerjakan apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya. Jadi, pada dasarnya cucu adam bukan dapat lepas dari perencanaan dan pemungutan keputusan.





  1. ORGANIZING






Organizing (pengorganisasian) merupakan kegiatan pangkal dari manajemen dilaksanakan untuk dan mengatur seluruh sumber-sendang yang dibutuhkan tertera unsur manusia, sehingga pekerjaan boleh diselesaikan dengan sukses. Maksud dari pengorganisasian adalah bakal membimbing manusia-manusia bekerjasama secara efektif. Dengan memandang organizing sebagai suatu proses, kita bisa mengaram dengan jelas bahwa beberapa hal-keadaan mendasar harus dipertimbangkan.






Organization (organisasi) berbeda dengan organizing (pengerahan). Kalau organisasi merupakan sekelompok individu yang bekerjasama n domestik cara yang terstruktur untuk mengaras tujuan bersama. Sedangkan pengorganisasian adalah tepi langit

indakan pengusahaan pola hubungan yang efektif antar sosok-khalayak sehingga boleh bekerja sama cak bagi mencapai tujuan tertentu.





Menurut Stoner (1996) langkah-langkah intern proses pengorganisasian terdiri dari lima langkah:





1.



Merinci seluruh jalan hidup yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi




2.



Memberi beban kerja ke dalam kegiatan-kegiatan yang secara logis dan layak dapat dilakukan oleh seseorang maupun oleh sekelompok orang.




3.



Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan dengan cara yang logis dan efisien




4.



Penetapan mekanisme cak bagi mengkoordinasi jalan hidup anggota organisasi intern suatu kesatuan nan harmonis




5.



Memantau efektivitas organisasi dan cekut langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan ataupun meningkatkan efektivitas.





3.





LEADING






Leading (kemampuan untuk mempengaruhi cucu adam lain) ialah suatu kemampuan bikin menghela atau merangkul orang lain untuk cak hendak bekerjasama
dengannya buat mewujudkan tujuan organisasi. Orang lain akan bersedia melaksanakan tugasnya saban sesuai pembagian tugas yang telah disepakati bersama yang tujuannya hanya satu, yakni meewujudkan harapan organisasi.






Setiap orang mempunyai sekedar pengaruh atas yang lain-enggak, dengan praktek pengaruh ini makara tumbuh. Sebagai hamba allah lebih banyak dapat digunakan kerjakan mempengaruhi, maka lalu mungkin bagi mempraktekkan kepemimpinan ini.






Dominasi adalah kemampuan yang dimiliki maka itu seorang pemimpin untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan barang apa yang diinginkan oleh pemimpin tersebut. Pemimpin n kepunyaan kekuasaan yang lebih segara dibanding dengan bawahannya. Pemimpin, kontrol dan kepemimpinan ialah tiga alas kata yang enggak boleh dipisahkan. Ketiganya ubah berkaitan, sendiri pemimpin pasti membutuhkan jiwa kepemimpinan kerjakan memimpin para bawahannya dan kekuasaan sebagai bukti dari tataran kepemimpinannya. Seorang pemimpin akan secara kodrati medapatkan kekuasaan ketika dia menjabat sebagai koteng pemimpin. Nan pada intinya kekuasaan akan ada seiring perian jabatannya. Kekuasaan sangat berarti buat seorang pengarah. Seorang pemimpin belum bisa dikatakan sebagai pemimpin ketika ia tidak punya kuasa atau kekuasaan terhadap suatu.




Fungsi pemimpin terserah 2, yakni :




1.



Kemustajaban yang berkaitan dengan tugas (Task Related Functions).



Yaitu fungsi yang mengarahkan begundal agar dapat menyelesaikan tugas dengan baik sehingga tujuan organisasi dapat terulur.

Baca juga :  Pengaruh Perang Dingin Dalam Bidang Politik Yaitu




2.



Manfaat yang berkaitan dengan usia sosial (Group Maintenance atau Sosial Function).



Yaitu fungsi yang menjadi pemimpin dan menjaga asosiasi antar anggota moga tegar harmonis dan tidak terjadi perceraian antar anggota yang mengakibatkan maksud organisasi tak tercapai.





4.





CONTROLLING






Controlling (sensor) adalah satu kegiatan untuk menjamin atau menjaga agar

rencana tetap bisa diwujudkan dengan efektif. Saban organisasi mempunyai rancangan kerjakan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk menjaga agar organisasi itu boleh mencapai tujuannya mutlak diperlukan pengawasan. Sensor berfungsi menjaga mudahmudahan seluruh jajaran berjalan di atas jalan kereta api nan moralistis.





Sensor dapat dilakukan dari jauh ataupun dari dekat. Pemeriksaan dari jauh disebut pemantauan atau monitoring ini dapat dilakukan menggunakan sarana telepon, fax, atau radio. Wujud pengawasan mandu ini merupakan aplikasi laporan kepada bawahan dan jawaban bersumber bawahan atas permintaan tersebut. Jika pengawasan mulai sejak jauh tidak efektif bisa dilakukan pengawasan refleks ke obyeknya. Dalam situasi ini penapisan yang dilakukan disebut perumpamaan pengawasan yang bermakna pengkaji berhadapan langsung dengan obyek nan diperlukan.






Yang menjadi acuan kegiatan penapisan adalah rencana, program kerja, prosedur maupun petunjuk pelaksanaan yang lega umumnya dituangkan n domestik rancangan peraturan maupun manajemen tertib organisasi. Penapisan bekerja dengan mengaryakan semua tata tertib organisasi, prosedur dan tatacara yang sudah ditetapkan seumpama tolok ukur alias pembanding bagi memafhumi apakah pelaksanaan kegiatan gerendel organisasi itu telah bepergian dengan baik. Pengawasan berkreasi pada saat pelaksanaan tugas trik organisasi sedang berlangsung dan diharapkan buru-buru bisa mengoreksi pelaksanaan kegiatan apabila diketahui terserah penyimpangan. Penyimpangan di sini berfaedah terserah kegiatan pelaksanaan tugas nan lain sesuai dengan regulasi, prosedur atau juklak yang ditetapkan yang kalau enggak dikoreksi akan

menyebabkan organisasi akan menyimpang makin jauh berbunga tujuannya.





Pada kebanyakan para ilmuwan memperlainkan kegiatan pengawasan dengan evaluasi. Jika penapisan dilakukan dengan sreg saat kegiatan berlangsung maka evaluasi dilakukan pasca- kegiatan radu doang di dalam prakteknya kedua kegiatan ini karib sama bentuknya karena setiap kegiatan pemeriksaan tentu akan tercalit dengan evaluasi dan setiap kegiatan evaluasi pasti mengandung aspek pengawasan.




Intensi dari pengawasan adalah umpama berikut :



·


A
daptasi lingkungan



Dengan penapisan, suatu organisasi dapat bepergian dengan baik karena para anggota berpangkal organisasi tersebut bisa melakukan adaptasi terhadap lingkungan palagan mereka berkecukupan. Karena ketika suatu organisasi tersebut mengalami suatu hal yang enggak diinginkan seorang atasan dan anggota-anggotanya dapat mengimbangkan alias membaur dengan mileu mereka sehingga organisasi tersebut bersifat dinamis. Nan pada risikonya kembali dapat meminimalkan kegagalan.



·


M
eminimalkan kegagalan



Suatu planning yang baik haruslah disertai dengan pengawasan seyogiannya ketika terjadi suatu keadaan nan tidak diinginkan yang sifatnya dapat menimbulkan sekuritas kemusykilan kerumahtanggaan organisasi dapat diminimalisir. Ketika pengawasan diberlakukan maka apabila ada sesuatu hal yang sifatnya menimbulkan kearah kemusykilan dapat dicarikan suatu cara atau yang biasa kita sebut dengan plan B, semoga kegagalan yang tadinya akan datang dapat diminimalkan.



·


M
eminimumkan biaya



Pengawasan sangat dibutuhkan kerumahtanggaan menekan biaya nan harus dikeluarkan oleh suatu organisasi. Karena disini organisasi dapat mengontrol pengeluaran mereka. Pengeluaran yang sifatnya sedikit begitu penting dapat dipikir ulang lakukan seterusnya ditekan kiranya rekapitulasi tidak membengkak. Karena sekiranya anggaran tidak dikendalikan maka lega hasilnya akan mengakibatkan kegagalan dalan organisasi tersebut.



·


Mengantisipasi kompleksitas berusul

organisasi




Terjadinya transisi internal mileu organisasi meningkatkan sifat kompleks organisasi, kenyataan bahwa para anggotanya membentuk kesalahan dan prasyarat bagi manajer untuk mendelegasikan wewenangnya, hal inilah yang membuat penapisan itu perlu dilakukan.



Mengenai macam-jenis pengawasan cak semau 4, yaitu bak berikut :



1. Pengawasan Intern







Pengawasan intern yakni pengawasan

yang dilakukan maka dari itu orang atau badan nan terserah di dalam mileu unit organisasi yang bersangkutan.



Contoh : Seorang manajer yang berbuat pengawasasan terhadap atasan divisi-divisi nan suka-suka di bawahnya, dan juga kepala divisi yang berbuat penapisan terhadap anak buahnya. Disini pengawas berasal dari privat organisasi tersebut.

Baca juga :  Contoh Hasil Pengolahan Gambar Berbasis Vektor Adalah



2.
Pengawasan ekstern






Sensor ekstern adalah pemeriksaan

nan dilakukan oleh unit sensor nan berlambak di asing unit organisasi yang diawasi.



Contoh : Lembaga pengawas manipulasi (KPK, ICW) yang bertugas mengaram bentuk-tulangtulangan milik negara (BUMN) dan teragendakan juga pemerintah. Para pejabat BUMN dan seluruh anggota dewan di pemerintahan berkewajiban melaporkan harta kekayaan mereka sebelum menyandang privat jabatan mereka masing-masing, sehingga disini KPK dan lembaga pemberantas korupsi dapat menyibuk bila terjadi penyimpangan-penyimpangan. Disini pengawas berasal dari asing organisasi yang bersangkutan. Keberagaman penapisan seperti ini umumnya dilakukan dalam rezim.



3. Sensor Preventif








Pengawasan yang dilakukan terhadap suatu

kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan.



Contoh : Sendiri manajer yang mengerjakan rapat koordinasi sebelum melaksanakan suatu proyek agar kedepan jalannya proyek tersebut dapat terlewati sehingga meminimalkan kegagalan. Disini manajer dapat memantau sepanjang mana anak buahnya telah melaksanakan tugas-tugas mereka masing-masing. Sehingga manajer tersebut senggang darimana harus memulai sepatutnya proyeknya dapat berjalan dengan baik dan sukses.



4. Penapisan Represif







Pengawasan yang dilakukan terhadap suatu

kegiatan sesudah kegiatan itu dilakukan.



Contoh : Seorang manajer yang berbuat rapat evaluasi terhadap kegiatan nan sebelunya telah dilakukan. Sehingga manajer disini dapat mengedepankan kesuntukan dan keistimewaan kinerja dari masing-masing divisi. Sehingga nan menjadi kekurangan seterusnya dapat diperbaiki sehingga dapat meminimalkan kegagalan.





Langkah-langkah asal dalam penapisan adalah bagaikan berikut : Menentukan standart dan metode yang ditetapkan kerjakan prestasi, kemudian mengukur prestasi kerja (Apakah kinerja memenuhi standart atau tidak ?), jikalau ya maka tidak dilakukan apapun atau dengan kata tidak intensi telah teraih. Sedangkan sekiranya enggak, maka dilakukan tindakan korektif
dan mengerjakan evaluasi ulang atas standart yang sudah ditetapkan.












SIM adalah merupakan jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu organisasi dan disahkan bila diperlukan kerjakan memberikan data kepada manajemen bakal dasar pengambilan keputusan dalam tulangtulangan sampai ke maksud. Data – data tersebut diselesaikan oleh manajemen untuk menjadi sebuah informasi.





Penali




Berbunga uraian di atas boleh disimpulkan bak berikut :





Keistimewaan-kepentingan penyelenggaraan menurut James A.F Stoner ada 4, yakni : Planning, Organizing, Leading, dan Controlling. Dan biasanya disebut dengan POLC.




  • Planning (perencanaan) merupakan proses pemilihan mualamat dan pembuatan hipotesis-asumsi mengenai keadaan dimasa yang akan menclok cak bagi merumuskan kegiatan-kegiatan nan perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan yang sudah lalu ditetapkan sebelumnya



  • Organizing (mobilisasi) merupakan kegiatan radiks dari manajemen dilaksanakan buat dan menata seluruh mata air-sumber nan dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan boleh dikerjakan dengan sukses. Intensi dari pengorganisasian merupakan untuk membimbing orang-orang bekerjasama secara efektif. Dengan memandang organizing misal suatu proses, kita boleh mematamatai dengan jelas bahwa bilang kejadian-hal mendasar harus dipertimbangkan.



  • Leading (kemampuan untuk mempengaruhi orang tak) adalah satu kemampuan kerjakan menarik atau merangkul orang lain untuk mau bekerjasama
    dengannya untuk mewujudkan tujuan organisasi. Orang tak akan bersedia melaksanakan tugasnya per sesuai pendistribusian tugas nan telah disepakati bersama yang tujuannya hanya satu, yakni meewujudkan tujuan organisasi.




  • Controlling (pengawasan) adalah suatu kegiatan untuk menjamin alias menjaga agar rencana tetap dapat diwujudkan dengan efektif. Saban organisasi mempunyai bagan untuk menjejak tujuan yang sudah ditetapkan. Bakal menjaga agar organisasi itu boleh mencapai tujuannya mutlak diperlukan pengawasan. Sensor berfungsi menjaga semoga seluruh jajaran berjalan di atas rel yang benar.





DAFTAR Teks




Handoko, Hani. 2000.
Perencanaan Manajemen Jilid 1. Yogyakarta: UGM Press.




 Siswanto, Bedjo. 1990.
Manajemen Bertamadun, Konsep dan Permohonan. Bandung: Sinar Bau kencur.




 Stoner, James A F,dkk. 1996.
Manajemen Jilid 1. Jakarta: Prenhallindo.




 Syafi’i, MS, Imam. 1994.
Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: PT Karya Grafika.


Fungsi Manajemen Menurut James Af Stoner

Source: http://materi-kuliah-13.blogspot.com/2016/03/fungsi-fungsi-manajemen-menurut-james.html

Ocha Febriana

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Fungsi Manajemen Menurut James Af Stoner yang dipublish pada 22 Agustus 2022 di website DUJUZ.COM

Artikel Terkait