Contoh Teks Drama Prolog Dialog Dan Epilog

Contoh Teks Drama Prolog Dialog Dan Epilog

contoh naskah drama

Acuan Skenario Drama – Tak bisa dipungkiri bahwa manusia sangat suka melakukan dan menikmati “sandiwara tradisional”. Karena sandiwara boneka memang sudah sangat umum di publik, baik drama nan bersifat simultan atau drama yang memang direncanakan. Nah pada dasarnya, drama sepantasnya memiliki arti berprilaku, bertindah, atau mengerjakan. Jadi segala tipe drama yang kita lihat dan lebih lagi kita jalani adalah berupa sebuah rangka tindakan, perilaku, atau perbuatan yang disengaja maupun tidak disengaja. Nah khususnya ketoprak bakal sebuag pertunjukan tentu sandiwara boneka tersebut adalah sandiwara boneka yang disengaja atau direncanakan. Tentu ketoprak yang direncanakan tak “hadir” begitu saja namun ada berbagai elemen di dalamnya yang kontributif berlangsungnys sebuah tontonan sandiwara.

Pelecok satu partikel paling terdepan dari sebuah sandiwara boneka yaitu naskah drama. Naskah ini merupakan ilham serta dapat dibilang ibarat ‘tata letak” dari perwujudan sandiwara radio nan akan dipertunjukan. Pada skrip umumnya termuat sinopsis, anak bangsawan, dan tentunya dialog dari sebuah drama nan akan membangun sebuah drama menjadi sebuah satu ketunggalan. Nah berikut ini adalah beberapa contoh naskah drama nan dapat dijadikan referensi saat akan membuat sebuah pertunjukan drama. Simak bilang contoh naskah sandiwara bangsawan berikut ini.

BACA Pula: Arketipe Cerpen Singkat Terbaik: Perkawanan, Romantis, Sedih

Pola Naskah Sandiwara bangsawan Singkat

contoh naskah drama singkat

Nah berikut ini adalah bilang ideal naskah drama singkat yang dapat dijadikan ibarat referensi.

Drama Singkat 1

Berikut ini contoh naskah ketoprak akan halnya Keluarga

Judul
: Janji di Rekata Senja

Pemain sandiwara                                                            : Endang (Ibu) dan Ririn (Anak Gadis)

Sinopsis Drama

Saat matahari mulai terbenam, seperti mana konvensional Endang dan Ririn duduk di beranda depan menatap ke arah si sore . Mereka menunggu seseorang yang sudah lalu lama lebih enggak sangkutan datang. Mereka tertumbuk pandangan tak merenjeng lidah-cakap setakat sebuah diam yang terlalu privat membuat Ririn terenyuh bakal memulai perundingan.

Dialog


Ririn                          : Bu, bukan usah pula ya narasi cak bertanya Ayah.

Endang                    : Lo, emangnya kenapa?

Ririn                          : (SEMBARI MENGERNYITKAN Jidat DAN MEMANDANG SENJA) Ayah sepertinya enggak

                                    akan perkariban datang, dan memang enggak ingin datang.

Endang                    : (DENGAN RAUT Cahaya muka DATAR) Sabar nak, kamu berjanji bakal datang ketika tunggang.

Ririn                          : (Musik BICARA MULAI Sedikit Tahapan) Sudahlah Bu, aku sudah capek menunggu,

                                    tak terhargai kembali berapa sore yang mutakadim kita lewati. Tiap tahun kita duduk menatap

                                    senja berharap Ayah akan hinggap. Tak kembali engkau datang.

Endang                    : (DENGAN TENANG NAMUN SEDIKIT PARAU) Engkau harus sempat, Ayah itu lelaki yang

                                    Baik. Ia karuan menepati janjinya.

Ririn                          : (KEMBALI Memanjatkan Irama BICARA) Kok dia berjanji datang saat senja?

                                    Mengapa bukan lilin lebah, pagi, alias siang?

Endang                    : (Tenang) Bagi beliau, senja adalah semula dari harinya. Itulah kok beliau berjanji

                                    Datang saat senja.

Ririn                          : (EMOSI) Lama-lamaaku bisa gila hanya mendengar ini setiap hari, janji, senja, enggak

                                    cak semau gerangan apa-apa. (Enggak Terserah Introduksi PERMISI LALU BERGEGAS Timbrung KE

                                    DALAM RUMAH)

Drama Singkat 2

Berikut ini contoh naskah ketoprak tentang Sekolah

Judul                                                    : Sepulang Sekolah

Pemeran                                            :

  1. Indra     : Pelayan
  2. Jane       : Murid
  3. Ryo        : Murid

Sinopsis Sandiwara boneka

Mata les tahun itu sepan melelahkan untuk Jane dan Ryo, mulai berpangkal pagi olahraga, lanjut ke matematika, fisika, ditutup dengan kimia. Terlampau melelahkan, begitu bel pulang berbunyi, keduanya saling menatap dan penuh kegirangan. Mereka berdua pulang bersama dan mampir ke sebuah restoran nan katanya n kepunyaan mie dengan level pedas farik-tikai.

Dialog

Jane                : Yo, aku lapar banget bermula jam terakhir tadi, katanya di depan ada kedai minum level pedas yang

                         bau kencur buka kemarin, coba yuk.

Ryo                  : Iya nih, boleh, aku sekali lagi laper banget dari tadi bahkan sejak selepas jam olah raga. Keduanya kemudian berjalan keluar sekolah dan memusat ke kafe level pedas nan jaraknya namun 100 meter dari sekolah mereka.

Keduanya kemudian ikut ke dalam kafe tersebut dan menempah peranakan selepas seorang pelayan menimpa?

Pelayan         : Halo, selamat siang mas, mau pesen apa ya?

Ryo                  : Saya pesen mie goreng level 1 mas ya.

Jane                : Wah, kamu cemen banget, pesennya menguning yang level 1. Malu dong sebabat spirit, saya

                         pesen nan level 12 mas

Ryo                  : Ya udah aku juga mie goreng level 12 dah mas, sekalian, sederum sakiat perut entar.

Pelayan         : Minumnya apa ya mas?

Ryo dan Jane      : (Sambil MENGANGKAT BOTOL AIR YANG MEREKA GENGGAM) Ini mas.

Pelayan         : Yakin gak pesen es nan manis-manis?

Ryo                  : Yakinlah mas. Masak gak berpengharapan sih.

Pelayan         : (DALAM Lever BICARA: Sumber akar PELIT DENGAN EKSPRESI MERENDAHKAN TAMU)

Jane                : Udah itu aja mas, jangan pake lama ya, laper ni.

Telah lebih dari 30 menitan, pesanan mereka tak kian cak bertengger. Mereka pun berang-marah sendiri dan keduanya memutuskan buat datang ke meja kasir dimana pelayan itu berdiri.

Jane                : Wah mas, ini masu sampek kapa makannnya?

Ryo                  : Masaknya di Amerika ya, lama banget dah.

Pelayan         : Maaf mas, ini kokinya agak lama, dia belum berhasil move on soalnya. Lepas ya.

Jane                : Yaudah masakannya buat mas aja ya, kita pulang aja cari yang bukan nan makin cepat.

Ryo                  : Iya nih lama amat, masak aja pake ngilu hati, pake belum move on segala. Jualan apa

                         Pacaran sih. Lama amat

Jane                : Udah-udah kita balik aja (Sekalian MENCOLEK TANGAN RYO SEAKAN MENGAJAK

                         UNTUK BERGEGAS PULANG)

Pelayan         : Wah gak bisa gitu lah mas, ini lagi sedikit.

Jane                : Ogah!

Dagelan Sumir 3

Berikut ini contoh naskah drama akan halnya Semangat

Kop                              : Roda Bergerak

Sinopsis Sandiwara radio

Di sebuah perumahan, sendiri anak turunan kaya madya membuang komoditas-barang yang tidak terpakai ke jalanan. Berangkat-tiba seseorang lewat dan berhenti adv amat memungut barang-dagangan anak makhluk kaya tersebut.

Dialog

Orang Kaya                  : Dasar miskin, nih pungutin aja barang-baang bekas mahal gue (SAMBIL

                                          MELEMPAR BENDA-BENDA)

Duafa              : Waduh ini bisa jadi tip nih kalau didaur ulang. (SEMBARI MEMUNGUT BARANG)

Orang Kaya                  : Dasar miskin, udah miskin girang amat kembali.

Khalayak Miskin              : Makasi pak barang-barangnya.

Orang Berlambak                  : Itu udah gak berharga kali.(DENGAN Menggadang DAN ANGKUH)

Beberapa lama kemudian, orang papa tersebut mendaur ulang barang-komoditas nan anda pungut berbunga orang kaya tersebut. Bilang lama kemudian engkau menjadi orang sukses dan menjual banyak dagangan-barang daur ulang, bahkan sebatas mengespornya ke luar negeri. Setiap hari ia membeli sebuah rumah segara di perumahan elit gelanggang dia dulu memungut komoditas-barang tak berguna.

Sosok Miskin              : Akhirnya, mempunyai rumah sebesar ini. (TERKAGUM Penuh SYUKUR)

Finance                         : Ini sertifikatnya pak, kwitansi dan tidak-lain mutakadim tertulis jelas disini. Peroleh

                                         Kasih ya Paket.

Bani adam Miskin              : Wah sama-sama ya pak

Finance                         : Oh ya, pemilik rumah yang lama sedang nilik-beres. Mohon panjang usus ya pak.

Sosok Miskin              : Oh ya gak apa cangkang.

Orang Kaya                  : (SEMBARI MENAGIS DAN MERATAPI RUMAHNYA DI JUAL BERJALAN

                                         MEMBAWA KOPER BERSAMA KELUARGANYA) Sedih banget sampek jual rumah,

                                         kenapa gak kita kerja aja lampau ya.

Orang miskin              : Kemasan mau kemana? Mari habis separas kami disini.

Cucu adam Kaya                  : Terlengar

Drama Singkat 4

Berikut ini contoh naskah drama mengenai Putri Hujan

Titel                           : Putri Hujan

Sinopsis Drama

Di sebuah wilayah timur Nusantara, seorang raja an permaisurinya baru saja dikarunia sendiri putri cantik. Pangeran pun memasrahkan nama Kuntum Hujan. Dinamai Putri Hujan karena wilayah kerajaannya tak kunjung berkat hujan selama beberapa bulan buncit. Sumur sangar, sawah dan ladang tanahnya berpangkal-berpunca. Dengan itu engkau berharap seharusnya putrinya boleh mengapalkan berkah hujan angin bakal area kekuasaannya.

Dialog

Rakyat 1                     : Kapling ladangku kering, air musykil sekali.

Rakyat 2                     : Aku sekali lagi, sawahku telah berbulan wulan enggak mendapat air. Panen terancam

                                       gagal mana tahu ini.

Rakyat 1                     : Bagaimana takdirnya kita menghadap Raja? Beliau pasti tahu solusinya

Rakyat 2                     : Dapat, aku kontributif itu.

Esoknya beberapa rakyat yang sudah lalu bosan karena kekurangan yang lama berkiblat mengarah keraton.

Baca juga :  Mengapa Teks Prosedur Kompleks Dikatakan Kompleks

Rakyat 1                     : Harap absolusi paduka Ratu, kami datang ke istana bikin memohon uluran tangan Kaisar.

Sinuhun                             : Terserah apa kalian kesini?

Rakyat 2                     : Mohon absolusi Tuanku, kami hanya ingin memohon pertolongan, sawah dan ladang kami

                                       kering, lebih-lebih kami terancam gagal panen. Sato piaraan pun juga susah

                                       mendapatkan pakan.

Raja                             : Aku juga sudah lalu gerah dengan situasi ini, barang apa terserah nan sengaja tidak

                                       mengikhlaskan hujan abu jatuh di wilayahku. Aku akan rundingkan dengan senopatiku.

                                       Kembalilah ke kondominium kalian tiap-tiap.

Rakyat                        : Baik ratu Raja, terima hidayah.

Besoknya paduka Syah memanggil para pawang hujan angin, mereka mencoba berburu perkembangan keluar bersama.

Ratu                             : Duhai kau pawang hujan semua, apa nan kalian perbuat sehingga hujan

                                       tak kunjung datang ke wilayahku ini.

Pawang 1                   : Kami bukan cak semau menghalau hujan sejumlah rembulan terakhir Aji.

Kanjeng sultan                             : lalu, kali nan melakukannya?

Pawang 2                   : Mohon absolusi paduka, kami sedikit tau baginda.

Raja                             : Lampau saya harus bagaimana?

Pawang 1                   : Mewujudkan sumur ratu, untuk semua rakyat.

Raja                             : Kalian semua para pawang hujan, jemah kalian gali sumur sedalam-dalamnya di

                                       depan istana.

Pawang 2                   : Maaf kaisar, mengapa kami yang dipertuan?

Paduka tuan                             : Karena kalian lah yang tak memberikan hujan datang belakangan ini.

Para pawang            : Absolusi baginda, ini buka
jobdesc
kami sultan.

Gandeng …

Sandiwara radio Pendek 5

Berikut ini contoh skrip drama adapun Sok Sempat

Titel                              : Catur Sok Tau

Sinopsis Sandiwara

Sebuah beranda penginapan tampak sepi, semua siswa telah masuk ke kamar kecuali Joni, Deni, dan Danang. Mereka bertiga sedang duduk-duduk di beranda asrama. Joni dan Danang sedang berlaku empat dan jauh dari mereka duduklah Deni seorang diri simultan mengaji siasat.

Dialog

Joni                              : Waduh, kau ngantuk ya! Ini giliranmu! (DENGAN NADA MENGHENTAK)

Danang                      : (HENING MEMINDAHKAN Momongan CATURNYA)

Joni                              : Silakan cepat, jangan ngantuk kau! (Sembari Ki memengaruhi Momongan CATURNYA )

Deni                            : Danang memang ahli ngantuk Jon. (NIMBRUG KE PEMBICARAAN BERDUA)

Danang                      : (MENAIKKAN TANGAN KANAN DAN MENGUSAP KEDUA MATANYA)

Joni                              : Kau sekarang! Ayolah jangan lama-lama!

Danang                      : (Sepi MEMINDAHKAN CATURNYA) Sekak!

Joni                              : (TERBELANGAK) Ah nan bener?

Danang                      : Iya, sekak!

Joni                              : (Tungkap Nanang MEMINDAHKAN ANAK CATURNYA)

Danang                      : Sekak mat! (TERTAWA RIANG BANGKIT Mulai sejak RASA Mengangut)

Joni                              : (TERDIAM MELONGO) Wah, bingung anak ini.

Deni                            : (Menoleh KE MEREKA BERDUA) Kau kalah lagi Jon?

Joni                              : (Munjung EMOSI MENYAPU SEMUA BARISAN ANAK CATUR)

Danang                      : (Menjumut SEMUA Momongan CATUR, MEMASUKANNYA, LALU BERJALAN KELUAR

                                       TANPA Kata Adakalanya)

Deni                            : (Melanglang MENDEKAT KE JONI) Ini bukan karena kau tak ahli bermain,

                                       Danang itu licik mainnya.

Joni                              : (TAK Termenung)

Deni                            : Gak Cuma cak bertanya main catur,, banyak hal berpokok dia yang gak bersih jujur. Licik benar dia.

                                       Bahkan di belakang kita engkau sering jelek-jelekin kita.

Joni                              : Wis, emang gitu? Ketat kau ngomong (MENCOBA MEMBELA DANANG)

Deni                            : Ya kau tunggu hanya kau dengar dari basyar enggak, bukan aku.

Joni                              : (Lain BERKATA LALU BERGEGAS MENINGGALKAN Berencik)

Sandiwara boneka Pendek 6

Berikut ini contoh naskah drama adapun sekolah

Kepala karangan                           : Terserah Kisah bersama Anugerah di Sekolah

Sinopsis Sandiwara boneka

Detik jam istirahat sekolah, Ryo sedang duduk di sebuah resbang di taman sekolah. Sedangkan Hadiah, ia juga duduk di takhta pangkat, namun kursi panjang yang berbeda.

Dialog

Ryo                              : Kasih, kamu duduknya kok jauh amat, deketin cak sedikit kenapa.

Kasih                           : Emangnya kenapa kak?

Ryo                              : Awas lo kamu direbutin semut, kamu manis sih.

Belas kasih                           : Mana ada semut disini.

Ryo                              : Tau gak kamu tuh kayak sendok tau,

Rahmat                           : La kok jadi sendok.

Ryo                              : Kamu sih ngaduk-ngaduk perasaan aku terus.

Kasih                           : Weh terbang.

Ryo                              : Oh ya, maaf ya Pemberian, tanganku belakangan sangkil kasar.

Karunia                           : Cak kenapa boleh?

Ryo                              : Soalnya pulang sekolah aku kerja jadi buruh kasar, jadi tanganku nyana bernafsu.

Anugerah                           : Yang bener, dimana?

Ryo                              : Di hatimu, aku kembali bangun puri cinta untuk kita.

Karunia                           : Hmmmmmmmm

Ryo                              : Oh ya pangling, entar aku pinjem
flashdisk
ya.

Kasih                           : Bakal segala kak?

Ryo                              : Aku kepingin transfer hatiku ke hatimu. Eaaaaa

Anugerah                           : Resah sih ini, aku erot dulu ya. Ada buku yang perlu aku cabut. (BERLARI KE

                                       ARAH Ira Kelas bawah)

Ryo                              : Susah amat ni anak.

Saat bel pulang berbunyi, mereka bertemu kembali di jalan menuju gerbang sekolah.

Ryo                              : Eh Kasih, anda lapar gak? Bersantap yuk.

Kasih                           : Lain tuh, tak mungkin aja ya kak. (BERLARI KE Sebelah GERBANG Sekali lalu

                                       Memanggil TEMANNYA)

Ryo                              : (Termenung) Kacau nih. Segala apa gua alay yak.

Drama Pendek 7

Berikut ini contoh skenario drama tentang Anak bini

Judul              : Sortiran Keluarga

Sinopsis Dagelan

Bobi adalah anak kelas 3 SMA nan akan segera tamat dan melanjutkan ke tataran perkualiahan. Satu malam, Bobi menonton di ruang tamu. Sang Ayah dan Ibu hinggap kemudian duduk ikut menonton TV. Mereka kemudian memperdebatkan jurusan barang apa nan akan Bobi ambil.

Dialog

Ayah               : Oh Bob, entar lagi kamu tamat kan?

Bobi                : Iya yah, tinggal nunggu hasil ujian aja.

Ibu                   : Wah lagi bentar banget nih yah. Gimana uang kuliah udah siap kan?

Ayah               : Udah, tersangkut Bobi cak hendak lanjut dimana?

Bobi                : Bobi maunya ngambil Jurusan Seni Rupa Yah, Bun.

Ayah               : Lah emangnya kamu mau makara apa inkompatibel besar?

Ibu                   : Iya dengerin ayah, ibu gak mau kamu seneng sepan kuliah tapi melarat setelahnya.

Bobi                : Bobi pengen jadi perupa lo Yah

Ibu                   : Ibu pengen beliau kerja di kantor lo Bob, pake dasi gitu kayak Ayah juga.

Ayah               : Ayah minta kamu masuk Ekonomi ya.

Bobi                : Kalau Bobi gak mau gimana dong. Bobi kan pengen pidato yang Bobi suka.

Ayah               : Ya terserah ia sih kalau kepingin dibiayain kuliahnya. Ayah ngga cak hendak kamu keluar jalur.

Ibu                   : Lagian takdirnya mau jadi pelukis, kamu kan dapat terus latihan melukis di rumah. Di luar

                          jam syarah juga tubin.

Bobi                : Tapi teko …

Ibu                   : Kamu boleh tetep ngelukis kok, tapi kuliahnya ambil Ekonomi kayak Ayah sejumlah

Ayah               : Iya besok ayah siapin rubrik khusus deh di kondominium, bengkel seni.

Ibu                   : Iya di pantat kan masih ada tempat zero , nanti itu bisa jadiin tempat kamu

                          ngelukis.

Bobi                : Kok maksa banget sih Yah, Bun. Aku kan nan jalaninnya nanti.

Ibu                   : Bukan gitu, kita pengen kamu itu sukses. Mana cak semau pelukis sejahtera?

Bobi                : Emangnya seniman gak bisa sukses? Gak bisa kaya?

Ayah               : Iya anda yang jalanin memang, tapi kami pun ingin yang terbaik untuk kamu.

Ibu                   : Iya kamu pikir-pikir deh silam.

Bobi                : Yaudah seandainya gitu Bobi gak kuliah aja deh.

Ayah               : Kacau ini momongan.

Drama Pendek 8

Berikut ini arketipe naskah sandiwara tradisional adapun Awas Durhaka

Judul              : Tajam tilikan Durhaka

Sinopsis Ketoprak

Ada tiga sahabat komplek yang selalu jalan bareng walauapun satu diantaranya terbilang nakal, mereka tetap berkawan dengan baik. Mereka yakni Yuki, seorang momongan cewek yang lewat taat dengan perintah khalayak tua walau kadang pelupa. Jody, anak asuh laki-laki nan pintar dan sangat disiplin dan Merry, seorang anak amoi yang terbilang pembangkang. Cak acap keluar malam dan tidak patuh petintah ibu bapak.

Dialog

Merry             : Khusyuk banget kalian, ada apaan ni? (DATANG Tiba-tiba Momen YUKI DAN JODY DUDUK

                          DI WARUNG DEPAN KOMPLEK RUMAH MEREKA)

Jody                : Iya ni, Yuki lagi cerita dia kelupaan beliin Ibunya kebutuhan pemanas.

Merry             : Cuman itu aja? Mengapa serius amat? Santailah, namanya lupa. (MENOLEH KEDUA

                          TEMANNYA)

Yuki                 : Tak gitu Mer, aku gak enakan seimbang Ibu. Aku sama aja kayak gak nurut perintah dia.

                          (DENGAN NADA Merendah DAN PERASAAN Lain Gurih HATI)

Jody                : Iya itu nan mohon morong makhluk tua kita, setidaknya kita ingatlah ya. Patuh sebanding cucu adam

                          tua itu penting banget. Terlebih kamu niti sesuatu sejajar kita. Terlazim diingat sih, dicatat kendati

                          gak lupa.

Yuki                 : Iya Jod, aku menyesal banget. Tubin-besok aku tulis deh meski gak kelupaan.

                          Thank you ya Jod dah ngasi solusi. (MERENGEK )

Merry             : Santai aja kali (DENGAN NADA Tataran DAN EKSPRESIF) Itu lo dapat dia beli seorang kalau

                          kita kelupaan. Beli kebutuhan tanur kan bahara jawab Ibu, bukan kita.

                         (DENGAN RAUT Durja BODO AMAT DAN CUEK)

Jody                : Lo cak kenapa kamu gitu sih Mer. Ini centung juga tugas anak sebagai anak yang berbakti sreg

Baca juga :  Tabel Analisis Unsur Kebahasaan Dalam Novel Sejarah Borobudur

                          orang sepuh. Kita kan terbiasa tolong mereka juga. Mereka lo yang lahirin kita.

                          (Paras Pembelaan)

Yuki                 : Iya lo Mer, gak boleh gitu lah kita.

Merry             : Emangnya kita mohon di lahirin sebabat mereka? Kan ngga. (Nada BICARA SEMAKIN

                          MENINGGI DAN MUKA ACUH)

Jody                : Iya nih kebiasaan kau Mer.

Merry             : Lo, suka-suka masing-masing ya. (Sedarun Menengok KE ARAH PEMILIK WARUNG DAN

                          MENGEDIP Netra) Es campurnya satu kang.

Pemilik Wr    : Iya neng.

Jody                : Udah ah aku pulang aja (BERDIRI Berbarengan MERAIH KANTONG KIRI CELANANYA

                         SEMBARI MENGAMBIL DOMPET)

Yuki                 : Iya nih aku juga.

Merry             : Laa, aku plonco mesen kalian cak kenapa pulang. Gugup nih lega bocah (Nada Pangkat LALU

                          MERENDAH DAN Roman ACUH)

Drama Singkat 9

Berikut ini contoh naskah sandiwara boneka tentang Balas Antipati

Judul               : Balas Dendam

Pemeran       : Mujarad, Deandra, Luna, Mei, dan Devi

                Cerita ini terjadi di sebuah sekolah terkenal yaitu SMA Putra Bangsa. Sakit hati karena berselisih pertemanan, Tanwujud memperlombakan domba sahabat lamanya yang waktu ini mempunyai grup sahabat intim nan lewat hampir sampai-sampai guru dan kepala sekolah mengetahuinya karena lampau kompak.

Deandra        : Wah mereka kompak banget ya, udah 2 tahun bertambah sahabatan tetep masih komapk

                         (Sambil MENUNJUKAN WAJAH BERSERI-Kirana).

Abstrak              : Gue gak songsong persahabatan mereka mulus begitu juga itu.

Deandra        : Bukannya kamu adv amat bagian mereka?

Khayali              : Iya lewat, kini enggak. Aku gak suka liat ini, aku kerjain deh.

Maya masuk ke ruangan kelas dan mengambil dompet Devi dan memasukannya ke tas sekolah Mei. Saat tiba-tiba Devi ingin ke kantin. Ia kedapatan kehilangan dompetnya.

Devi                : (Durja Senderut) Dompet ku kok nggak cak semau ya?

Mei                 : Menguning ya? Coba cek benerin Dev

Devi                : Udah tapi gak ada.

Luna                : Umumun aja ntar di kelas, minta uluran tangan temen-temen nyari.

Tiba-tiba genta jam kedua berbunyi, semua siswa masuk ke dalam inferior.

Luna                : Temen-temen, bantuin Devi dong, dompetnya dia ilang, sekiranya ada yang liat maupun nemu

                          kasi tau dong.

Maya              : Aku tau siapa nan ambil

Luna                : (BERNADA Tangga) Ah rangah tau aja, gak boleh asal nuduh dong.

Maya              : Ini beneran lo aku sempat

Devi                : Udahlah jangan diladenin Lun, bani adam gak jelas. (MENUNJUKAN KETENANGAN)

Maya              : Coba serigala cek tas kalian tiap-tiap

Semua siswa di inferior mengecek lengkung meja serta tas mereka tiap-tiap.

Mei                 : (Menghalusi TAS Bertepatan PANIK) Lo, ini kok ada dompet, dompet diapa?

Khayali              : Neh centung ternyata, sekarang ketauan siapa nan curi dompetnya.

Devi                : Wah gak gitu caranya Mei, kalau perlu uang beberapa aja dong.

Luna                : Beneran nih, tega amat jadi sahabat

Mei                 : (MEMELAS) Aku gak terserah ngambil, serius lo.

Devi                : Bodo amat.

Contoh Skrip Drama Teater

Terimalah berikut ini adalah contoh naskah drama teater. Simak beberapa contoh tulisan tangan drama berikut.

Skrip Drama Teater 1

Berikut ini sempurna naskah drama teater 1. Simak kamil skenario drama berikut ini.

Kop                           : Janji Ujian

Karakter

:

  1. Deca: Ampuh, lanjut akal, tukang berkilah, dan pembohong langka
  2. Pak Toni: Guru yang tegas dan emosional
  3. Jane: Demen penasaran dan cerewet
  4. Joni: Tak berlebih kebal dan menonjol di sekolah.
  5. Marta: Weduk, majuh, ramah

Sinopsis

Lega suatu tahun di sebuah SMA, ada 4 sosok petatar nan semenjana bahagia dan girang. Namun hal seketika berubah detik mereka mendengar ujian dadakan esok hari.

Dialog

Joni        : (LARI DARI LUAR Kelas bawah MENUJUKE Kelas) Eh temen-temen, terserah berita buruk ni.

Jane       : Apaan Jon? Kasik tau dong. (BERSUARA DARI BELAKANG)

Deca      : Wah gawat ni (SUARA KECIL DI Dengar SENDIRIAN)

Jane       : Cepet kasi tau dong (MENYAPA JONI KE DEPAN Inferior)

Joni        : Ini katanya lusa terserah eksamen Kimia mendadak.

Marta    : Waduh mesti buru-buru belajar ini. (Mengungkapkan TAS DAN Mengambil Sendi Gubahan)

Deca      : Walah santai aja kali, banyak mandu menuju roma (SAMBIL TERTAWA)

Joni        : Buat yang gak hirap skor standar buat dapat azab tambahan.

Jane       : Walah hukuman apa pun ini? (EKSPRESI INGIN TAU)

Deca      : Paling lari alias deret di dasar musykil di lapangan bendera. (DENGAN Irama SEDIKIT ACUH)

Joni        : Bukan, hukumannya tiap masa masuk les tambahan.

Marta    : Weh mendalam?

Jane       : Kok gini amat ya? Ketat amat belakangan.

Marta    : Yaudah membiasakan aja gih

Jane       : Ah kamu buat-buatan berlatih padahal udah di asing kepala Mar (MENOLEH KE MARTA)

Marta    : Walah mana cak semau, aku belajar lo ini. Gimana kalau kita taruhan?

Deca      : Barangkali takut.

Marta    : Biji paling kecil besar bikin menang dan dapat memerintahkan ponten minimal kecil melakukan                                  apapun.

Deca      : Siapa mengirik.

Jane       : Yela aku gak turutan

Joni        : Semua masuk ya, aku setuju.

Mereka bertaruh nilai, jadi nan nilai minimal akan mendapatkan perinath bebas berasal pemilik kredit paling raksasa. Terimalah, Marta, Jane, dan Joni pun sparing keras. Padahal Deca dengan asik takhlik lembaran contekan. Malah ia untuk banyak sekali. Tibalah keesokan harinya.

Pak Toni               : Pagi anak-anak, sudah belajar semua morong?

Petatar-murid      : Sudah pak.

Cangkang Toni               : Baik kita mulai saja ya. Keluarkan kertas double folio kalian. Isi logo dan nomor

                                 mangkir.

Pak Toni memberikan soal ke tiap-tiap peserta sembari keliling kelas.

Pak Toni               : Sudahlah ini soalnya, siuman jangan ada yang corat-coret soal. Jangan ada yang nyontek.

                                 Awas besok jika ketauan. Tau kan ganjarannya segala. (DENGAN Irama Tinggi)

Pelajar-peserta      : Baik pak (SEMUA BERSERU DENGAN Gentur)

Semua pelajar kemudian mengerjakan soal dan pak toni memencilkan kolom karena ada keperluan sekonyongkonyong ditelpun kepala sekolah.

Deca kemudian memanfaatkan kesempatan itu bagi membeberkan contekannya. Ia mengambil contekannya di dasinya lewat menjatuhkannya ke sumber akar amben. Ia kemudian mencontek dan radu pertama mana tahu dibandingkan nan tidak.

Kelak harinya.

Pak Toni               : Pagi anak-anak

Murid-murid      : Pagi pak

Pak Toni               : Ini alhasil ya, Joni coba dibagikan (MEMBERIKAN JONI HASIL UJIAN)

Marta                    : Wah 90

Jane                       : Syukur 80

Deca                      : Lo saya mengapa 50 bungkusan (DENGAN Nada TINGGI MEMBENTAK)

Joni                        : Syukur syukur 75, lumayan

Pak Toni               : Itu kamu belum jawab nomor 11 sampai 20 dibaliknya (SEMBARI Mengias)

Peserta-murid      : Huuuuuuuuuuuu

Paket Toni               : Sudah-sudah lalu

Marta                    : kalau gitu aku memenangi taruhan dong, mulai waktu ini aku perintahkan ia Deca

                                 cak bagi tidak mencontek saat eksamen.

Pak Toni               : Wah ia mencontek rupanya, sini saya kurangi nilaimu. (TAMPAK MARAH)

Deca                      : Sial (BERGEMING Internal DIRI)

Naskah Drama Teater 2

Berikut ini pola tulisan tangan drama teater 2. Simak abstrak skenario drama berikut ini.

Judul                     : Sahabat tegar Sahabat

Pemeran             :

  1. Eka
  2. Nina
  3. Marta
  4. Dode
  5. Ibu Endang

Sinopsis Sandiwara radio :

Seperti mana pagi biasanya, Eka, Nina, dan Dode meluangkan periode lakukan ngobrol sebelum lonceng jam pertama dimulai. Mereka bercerita sebuah film yang baru saja rilis dan Eka sudah adv pernah menontonya ke komidi gambar. Mereka cak bertengger dahulu pagi sehingga suka-suka banyak hal yang mereka bicarakan selain bioskop. Padalah semakin jauh sebelum bel jam mula-mula berbunyi alhasil obrolan mereka merunjung ke Marta. Pelecok satu kutub mereka yang belakangan tingkah lakunya mulai aneh. Entah mengapa tingkah lakunya tiba aneh belakangan. Padahal Marta adalah orang yang sangat riang dan sangat doyan berucap pengenalan.

Eka                  : Eh kalian nyadar gak kalau Marta belakangan ini tidak seperti biasanya?

Joni                 : Iya, dia keliatan aneh banget belakangan ini lo.

Nina                : Lazimnya ia banyak banget bicara. Tapi kenapa ya engkau pemurung belakangan ini.

Dode              : Boleh jadi dia pun galau alias apa mungkin, positif thinking ajalah ya. (SAMBIL NYENDER

                          DI TEMBOK KORIDOR )

Eka                  : Iya sih, ya coba kita tunggu aja responnya.

Nina                : jangan-jangan kita ada melakukan keseleo sama ia. Trus sira gak mak-nyus lever selaras kita dan

                          tidak ingin bersuara dengan kita.

Dode              : Kalau aku gak ada deh rasanya (Bertepatan Menoleh KE SEMUA Antiwirawan)

Semua mata lewat mendekati ke Joni

Joni                 : Lo kok ke aku, aku gak ada kelainan setara dia, sungguh-sungguh (SAMBIL Menggotong KEDUA

                          TANGAN)

Nina                : Mungkin emang ada keburukan lagi sama dia. Belakang hari coba deh kita anjing hutan ngobrol siapa tau

                          kita bisa sokong.

Dode              : Iya bener tu. Coba tunggu dia, siapa tahu dia bakal cerita selaras kita.

Bel jam pertama berbunyi, semua petatar ikut ke dalam kelas bawah. Nina, Dode, Eka, Joni semua masuk ke dalam inferior. Bukan kecuali Marta. Beliau berlari dan masuk ke kelas minimum birit. Kelas Ilmu hitung di jam pertama habis memenatkan kemudian detik bel istirahat berbunyi semua tersenyum kegirangan.

Baca juga :  Persamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Kelas 7

Nina                : Wah melelahkan juga ya, matematika di jam permulaan. (GELENG_GELENG KEPALA)

Dode              : Iya, banyak banget rumus-rumus baru. (Sembari MENUTUP BUKU CATATAN)

Eka                  : Kusut nih, aku gak peka semua lagi (Kuak TUTUP BUKU Tulisan Pun

Joni                 : Syukur banget sih bisa jawab kuis tadi, aku gak belajar, gak paham juga.

Tiba-tiba Marta berlari keluar dan dicegat Joni.

Joni                 : Mar, sira kok gak bergairah gitu?

Marta             : Sorry ya, aku pula gak enakan aja.

Nina                : Beliau gak guncangan kan?

Marta             : Enggaklah, aku sehat kok.  (Sekalian MENGANGGUKAN KEPALA)

Eka                  : Bener gak?

Marta             : Ia bener, suer, aku ke kolom BK ya, ada mesti yang diurus dengan Bu Endang.

                          (TAMPAK Panik MEMANDANG Bandingan – TEMANNYA)

Nina                : Neh morong ekpresinya beda banget.

Joni                 : Ia rata-rata sira ngobrol selevel aku kok, tapi sekarang kok bukan ya.

Eka                  : Nah itu tentu terserah yang aneh ni.

Dode              : Oh ia, kenapa gak ke ruang BK aja ya. Besok kita langsung pertanyaan setara Ibu Endang siapa

                          tau anda mau kasi tau kita dan kita bisa bantuin sira tutup mulut -diam.

Nina                : Oke dapat tuh idenya De (Serta merta MENGANGGUKAN KEPALA TANDA SETUJU)

Eka                  : Iya aku setuju juga. Akan datang sehabis jam pertama ya.

Joni                 : Oke boleh kembali. Aku ke kantin sekali lagi ya, haus. (Sewaktu Mengebur BADAN DAN

                          BERJALAN KE ARAH Kafetaria)

Padalah keesokan harinya setelah bel istirahat purwa berbunyi barulah ketiga sahabat itu bergegas ke ruang BK pergok Ibu Endang, hawa BK mulai sejak sekolah mereka. Sudahlah mereka menemui Bu Endang dengan diam-tutup mulut bikin meminang permasalahan nan di dera oleh Marta.

Nina                : Eh kamu liat gak tadi wajah Marta?

Eka                  : Iya tampak masih merengut lagi.

Dode              : Tampaknya kita teristiadat segera ke Ira BK menemui Bu Endang. Barangkali tau beliau kepingin memberi sempat masalahnya dan kita dapat cari jalan keluarnya buat sira.

Joni                 : Iya bener tu. Ayo.

Ketiga sahabat kemudian menuju ruang BK menemui Bu Endang.

Murid-murid         : Selamat pagi Bu (Refleks MENGETOK Bab)

Bu Endang             : Pagi, silahkan masuk nak (SAMBIL Berpalis Berasal BALIK Surat)

Nina                         : pagi Bu, maaf kami menggangu.

Bu Endang             : (Menurunkan DOKUMEN) Tidak apa, ada apa kalian ramai-ramai ini? Ayok duduk

                                    silam (MENGAJAK Anak asuh-Anak asuh DUDUK DI Kursi panjang)

Eka                            : Kita mau menyoal pertanyaan Marta Bu,

Dode                        : Engkau Bu, kami gelisah dengan dia. Soalnya dia belakangan kira aneh Bu (MENATAP

                                    WAJAH BU ENDANG)

Bu Endang             : Oh soal Marta, Ibu sesungguhnya diminta lakukan tidak memberitahu apapun ke

                                    orang lain tersurat kalian. Tapi karena kalian yakni sahabat dia, ibu percaya

                                    kalian bisa menjaga rahasianya.

Eka                            : Iya bu, kami janji kok gak nyebarin ke nan lain.(EKSPRESI Muka Mustakim)

Dode                        : Iya, kami kasian separas Marta karena dia murung terus Bu.

Bu Endang             : Jadi begini, Marta sedang mengalami persoalan ekonomi yang selit belit. Keluarganya medium mengalami ketegangan moneter. Bapaknya sudah lama dan justru erat setahun tidak bekerja. Jadi dia sekarang turut bantu Ibunya kadang jualan meski bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan SPP engkau belum bayar selama 8 bulan buncit.

Nina                         : Oh itu ternyata penyebab Marta murung terus.

Dode                        : Kami kira kamu terbelit masalah tidak Bu.

Bu Endang             : Dia sedang terus mengajukan tuntutan penundaan pembayaran melampaui Ibu. Ini masih Ibu usahakan karena ini sudah lalu sangat lama sekali. Sekolah selayaknya tidak bisa mentoleransi sekali lagi.

Dode                        : Kasian banget beliau.

Nina                         : Memangnya tidak ada program untuk murid yang sedang bermasalah gitu Bu ya?

Eka                            : Beasiswa kali Bu?

Bu Endang             : Saat ini tampaknya sekolah tidak sedang mempunyai program tersebut.

Nina                         : Bagimana kalau mengusulkan ke sekolaj jika SPPnya sistem simpang gitu Bu, jadi pelajar membayar bersendikan total gaji ayah bunda. Jadi porsinya akan sesuai.

Eka                            : Iya bu soalnya kan kasian kalau yang miskin disuruh bayar proporsional dengan nan kaya.

Bu Endang             : Wah ide bagus itu. Tulat Ibu coba kasi tau pak Kepala Sekolah ya. Mana tahu tau disetujui saat rapat komite. Kebetulan suka-suka rapat akhir pekan ini.

Nina                         : Semoga ada jalan ya Bu, kasian temen-temen kita yang setinggi sekali lagi nasibnya begitu juga Marta.

Bu Endang             : Kalian memang anak-anak nan baik dan peduli.

Petatar-Pelajar        : Sambut karunia Bu, kami pamit minta diri suntuk Bu ya.

Bu Endang             : Iya silahkan, setakat sua ya.

Peserta-murid         : Sampai jumpa Bu.

Setelah berhimpit komite, Bu Endang mendapat kabar baik terbit pak Superior Sekolah bahwa usulan sistem SPP simpang disetujui karena selama ini dinilai memberatkan dan khusus buat Marta, dia diberikan keringanan asing biasa dibebaskan persen SPPnya sejauh tenggat petisi yang kamu usikan. SPP yang akan anda bayarkan sehabis tenggat waktu permintaan juga jumlahnya sangat terjangkau untuk boleh dicicil bila diperlukan.

Marta                      : Walah saya bersyukur sekali, Bu. Doa saya dijawab Halikuljabbar. Selalu ada hamba allah baik yang membantu saya momen sulit ini.

Bu Endang             : Iya Marta, Ibu juga bersyukur tak ada anak yang mengetem sekolah termasuk engkau.

Marta                      : Terima kasih Bu.

Bu Endang             : Sama-sebabat, ini juga berkat teman-kebalikan baik kamu lo, (NINA, EKA, & DODE KELUAR Dari BAGIAN LAIN RUANG BK)

Marta                      : Wah teman-teman, terima kasih banyak ya.

Nina, Eka, Dode   : Sama sama Mar.

Dode                        : Kita prihatin kamu terus murung.

Marta                      : Lepas sekali teman-teman aku tidak bicarakan ini dengan kalian. Aku takut akan merepotkan kalian.

Eka                            : Tidak segala-segala apa Mar, kita terserah disini lakukan silih bantu.

Bu Endang             : Iya benar itu Marta, jangan sungkan menceritakan dan meminta solusi ke teman-teman. Tapi bangun teman-tara yang kamu berkeyakinan ya. Seperti mereka.

Urusan Marta akhirnya berakhir dan mereka lagi berjalan ke kantin berempat bertepatan.

Contoh Naskah Drama Singkat Beserta Prolog Dan Epilog

naskah drama

Berikut teoretis naskah drama singkat dengan pengenalan dan epilog.

Tajuk                        : Oponen Curhat

Di sebuah metropolis di Indonesia, dua orang remaja kuntum menjalin persahabatan mutakadim sepan lama. Mereka berasal berpangkal kota nan sama kemudian sekarang habis bersama. Barang apa aktivitas nan mereka untuk sudah sekelas-setara dikenal satu proporsional bukan. Start berusul bangun pagi hingga tidur dini hari. Sampai suatu hari, dia tak pulang san riuk suatu semenjak mereka bingung mencari kemana.

Jane                         : Perasaan gak perikatan deh sira gak bilang mau kemana, tapi tumben banget dia gak ada ngabarin selaras sekali. (BICARA SENDIRI DI Ira TAMU)

Jane mengecek handphonenya suntuk menyedang menelpon sahabatnya. Namun sonder jawaban sama sekali.

Jane                         : Kok gak dijawab sih (MASIH BICARA Seorang)

Tok tok tok
(suara pintu di luar) dan Jane bergegas ke sebelah ki untuk membuka pintu.

Jane                         : Eh ini dia (Terperanjat KARENA MELIHAT KARINA BERSAMA Sendiri LELAKI DAN IA Sebagai halnya TIDAK SADARKAN DIRI)

Lelaki                       : Maaf mbk ini temennya ya? (Berbarengan MEMBOPONG KARINA)

Jane                         : Iya, dia kenapa mas? Sini ikut dulu. (SANG Pria Mengirimkan KARINA DAN DUDUK DI SEBUAH Kursi panjang)

Lelaki                       : Kaprikornus gini mbk, tadi engkau terserah di sebuah arena hiburan sorangan, setelah aku samperin dianya sudah agak sempoyongan. Kata bartendernya beliau minum lumayan banyak.

Jane                         : Mengapa tumben ya momongan ini? (SAMBIL MENOLEH KE Jihat KARINA Nan SEDANG TERLENTANG DI Katil Tataran)

Lelaki                       : Cukuplah karena saya gak tega liatnya, saya bersama-sama ajak ngobrol. Eh ngobrolnya udah gak tentu. Saya langsung tawarin buat nganter pulang eh dianya pingsan di sana.

Jane                          : Amnesti banget ya mas bintang sartan ngerepotin.

Lelaki                       : Iya gak apa cak kenapa mbk, mungkin dia sekali lagi butuh temen curhat oleh dia ke kantin sendirian. Coba aja besok ditanya boleh jadi tau dia ada masalah.

Jane                         : Iya mas, belakang hari takdirnya udah sadar aku tanyain.

Lelaki                       : Kalau gitu saya pamit ya mbok. (Pulang ingatan Bermula Katil MENUJU PINTU KELUAR)

Jane                         : Hati hati ya mas (Bicara Mulai sejak BALIK Pintu)

Esok, dan bahkan musim-tahun berikutnya, Karina camar urut-urutan bersama adam tersebut dan bahkan sudah menjadi antagonis curhatya kini. Jane sudah tidak lagi tinggal serumah dengan Karina. Bahkan katanya beliau sudah habis sendiri dan lelaki itu gegares kolangkaling rumahnya.

Sekian paradigma naskah drama. Semoga acuan naskah drama dapat berguna.

Contoh Teks Drama Prolog Dialog Dan Epilog

Source: https://www.komentarmu.com/contoh-naskah-drama/