Contoh Soal Hipotesis Statistik Ho Dan Ha

Contoh Soal Hipotesis Statistik Ho Dan Ha

Uji Hipotesis Adalah ?☑️ Pengertian, Rumus, Grafik☑️ dan Acuan Soal Uji Hipotesis Cermin dengan Pembahasannya☑️

Dalam aji-aji statistika, Anda karuan tidak asing dengan uji premis, yang digunakan untuk menguji kebenaran mulai sejak suatu pernyataan lega sampel studi statistika.

Berbeda dengan pengujian data sampel statistika lainnya, sira merupakan serangkaian prosedur nan digunakan buat memutuskan untuk mengakui atau menunda premis yang telah didapatkan.

Dalam pengujian tersebut, rumus uji asumsi akan membuat suatu data masih memiliki martabat belum karuan sebelum uji hipotesis radu dilakukan. Berikut bikin pembahasan secara lengkapnya.

Pengertian Uji Hipotesis

uji hipotesis
Via : www.ilovephd.com

Pengertian uji hipotesis yakni Pengujian dalam statistika yang digunakan untuk menguji kesahihan satu populasi atau data yang sudah dikumpulkan berpokok berbagai spesimen dan dirumuskan memperalat teori dan kesan mahajana. Pernyataan nan nantinya akan dibuat laksana uji presumsi disebut sebagai hipotesa.

Istilah Hipotesis diambil berpunca bahasa Yunani, yang memiliki arti sebagai
hypo,
nan mana ia memiliki keistimewaan sebagai suatu yang lemah atau adv minim. Pengunci semenjak pembukaan hipotesis, yaitu thesis mempunyai kebaikan sebagai teori maupun prasaran.

Sedangkan intern pengertian secara global, uji premis merupakan suatu perangkat yang juga bisa dipakai untuk menarik deduksi, sehingga pernyataan yang didapatkan bisa ditolak maupun diterima.

Baca juga :  Contoh Analisis Swot Diri Sendiri Untuk Organisasi

Kesalahan dalam Keputusan Uji Hipotesis :

Dalam berbuat pengujian percontoh statistika memperalat uji hipotesis, pastinya akan terletak peluang kesalahan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan tersebut akan mengedepankan dua biji zakar kondisi yang diantaranya seumpama berikut:

  • Keseleo jenis I (Error type I) : kesalahan akibat menolak H0 padahal H0 ter-hormat
  • Keseleo jenis II (Error type II) : kesalahan akibat menerima H0 padahal H1 benar

Jika sajikan intern bentuk tabel uji postulat, maka besarnya peluang kesalahan tersebut dapat dihitung memperalat pertepatan berikut :

  • P (salah jenis I) = P (tolak H0 | H0 benar) =
  • P (salah varietas II) =P (sambut H0 | H1 benar) =
Kondisi H0 benar H0 salah
Tolak H0 Peluang salah jenis I (Taraf nyata; ) Kuasa pengujian (1-)
Terima H0 Tingkat kepercayaan (1-) Kebolehjadian salah jenis II ()

Selanjutnya  ditentukan  bahwa  peluang  berbuat  kekeliruan  spesies  I dinyatakan dengan ɑ (alpha), sedangkan melakukan kekeliruan macam II dinyatakan dengan  (beta). Tera-nama ini akhirnya digunakan bakal menentukan jenis kesalahan.

Kesalahan tipe I ini disebut taraf signifikasi pengetesan, artinya kesediaan yang berwujud besarnya kebolehjadian jika hasil penelitian terhadap sampel akan diterapkan pada populasi.

Besarnya taraf signifikansi ini pada biasanya telah diterapkan bahkan dahulu. Bikin penelitian-penggalian di latar ilmu pendidikan lega umumnya digunakan taraf signifikansi 0,05 atau 0,01, sedangkan buat peneliti pemohon-obatan yang resikonya menyangkut spirit manusia, diambil 0,005 atau 0,001, tambahan pula mana tahu 0,0001.

Tahapan Uji Dugaan

uji hipotesis adalah

Selanjutnya mari kita pangsa polah prosedur dan persiapan langkah dalam mengamalkan uji asumsi statistika. Apabila Anda hendak melakukan uji premis, maka terletak prosedur yang bisa Engkau bakal, diantaranya ialah:

1. Menentukan Rangka Hipotesis

Formula untuk melakukan uji hipotesis terbagi menjadi dua, yakni hipotesis yang dilakukan dengan nilai zero atau kosong, serta dugaan tandingan alias alternative. Untuk melancarkan memahami kedua diversifikasi formula tersebut, berikut merupakan rinciannya:

  • Dugaan nol (H), presumsi yang dirumuskan andai pernyataan yang hendak diuji, engkau tidak memiliki perbedaan dengan presumsi yang sebenarnya.
  • Hipotesis alternative (H1), lawan dari hipotesis kosong nan adalah pernyataan lain yang dituruti jika H0 ditolak.  Hipotesis alternative memiliki 3 keadaan, adalah parameter besar, kecil, serta parameter yang tidak selevel.
Baca juga :  Pantun Terdiri Atas Dua Bagian Yaitu

Plong persiapan yang pertama ini, beliau harus menjadwalkan presumsi yang akan diuji, sebagai contoh ilustrasinya bisa kamu tatap pada bagan dibawah ini :

contoh uji hipotesis

2. Menentukan Taraf Nyata

Setelah menentukan formula yang hendak digunakan, uji presumsi statistik bisa dilanjutkan dengan menentukan taraf nyata dari data nan telah didapatkan. Apabila Anda menerima hipotesis nol, maka Engkau memurukkan hipoetsis alternative, begitu pula sebaliknya.

Taraf nyata yaitu batasan dari uji postulat, sehingga jikalau ia melampaui batas ketabahan maka kesalahan alhasil akan mempengaruhi nilai indikator pada data dan sampel yang digunakan.

3. Mendeskripsikan Hasil Data Cermin

Sesudah proses menentukan taraf nyata selesai, lanjutkan dengan mendeskripsikan spesimen data contoh yang telah diperoleh dengan menghitung angka Rataan, Polah, Simpangan Baku, Alam Error, dan juga menentukan apakah H0 akan masin lidah atau ditolak. Perhatikan kriterianya sreg tabel uji hipotesis dibawah ini :

tabel uji hipotesis
Grafik uji hipotesis

4. Menghitung Nilau Uji Statistik

Prosedur lebih lanjut privat uji hipotesis ialah barometer pengujian, nan menjadi aspek pembentuk keputusan intern mengakui alias memerosokkan presumsi yang telah dipilih, khususnya premis nihil.

Puas proses ini dilakukan tahap perhitungan perangkaan ujinya, metode statistik uji yang digunakan silam tersampir pada sirkuler statistik dari penebak parameter yang diuji. Bakal kian mudah internal memahaminya, perhatikan contoh dibawah ini :

contoh uji hipotesis 2

Artinya, JikaH0 :  = 0   maka  maka statistik ujinya bisa t-student alias normal baku
(z).
Berpangkal pertepatan diatas, didapatkan tiga persamaan rumus uji statistik dibawah ini :
(sumur : www.ledhyane.lecture.ub.ac.id)

rumus uji hipotesis satu rata rata

rumus uji hipotesis dua rata rata

rumus uji hipotesis Beda dua rata rata


Dimana:

  • d = Rata rata nilai d
  • Sd = Simpangan baku nilai dta
  • lengkung langit = Banyaknya Musuh
  • db = n-1 (to berdistribusi)

5. Menentukan Daerah kritis / Daerah Tentangan H0

Pada tahap kelima ini, beliau harus menentukan dimana kawasan kritis atau daerah penolakan pada H0. Daerah penangkisan H0 adv amat tergantung berpunca bentuk hipotesis alternatif (H1). Perhatikan transendental dibawah ini :

Baca juga :  Siapa Sajakah Pelopor Musik Abad Pertengahan

contoh uji hipotesis 3

6. Menentukan Keputusan dan Penali

Lebih lanjut Anda tinggal menentukan kredit uji statistic nan mutakadim didapatkan, dilanjutkan dengan membuat kesimpulan dari hipotesis nan telah didapatkan. Pembuatan kesimpulan bisa dilakukan dengan membandingkan nilai uji statistic dengan nilai diagram atau biji kritis.

Jenis Jenis Uji Hipotesis

Ada beberapa jenis presumsi yang banyak dipakai ketika seseorang hendak mengerjakan studi kuantitatif, diantaranya adalah:

  1. Pengujian Z
    menggunakan satu sampel, merupakan uji postulat dengan spesimen bertambah dari 30 biji pelir.
  2. Pengujian t
    untuk suatu sampel, bagi data asumsi maupun sampel yang jumlahnya kurang dari 30 buah.
  3. Pengujian dua percontoh t, yang bisa Anda pahami dengan menjawab contoh uji asumsi satu sebelah dan dua arah dengan dua sampel data yang dibandingkan.
  4. Pengujian t dalam bentuk pasangan, yang akan membandingkan 2 pasang data sesuai dengan rumus tabel pengujian.

Contoh Soal Uji Hipotesis

Agar Ia kian mudah dalam melakukan taksiran, berikut adalah contoh soal hipotesis yang bisa Anda pahami, yakni:

a. Ideal Soal 1 :
Aturan nan telah ditetapkan negara mengenai emisi gas CO kendaraan bermotor yaitu 50 ppm. Sebuah perusahaan otomotif melakukan penyampaian izin usaha dan akan diperiksa kelayakannya makanya pemerintah setempat.

20 unit kendaraan besikal 4 dijadikan data sampel bakal dilakukan pengujian kadar emisi CO-nya. Berpangkal data nan didapatkan, nilai rata ratanya adalah 55 dan ragamnya 4.2 dengan menggunakan taraf riil 5%, Apakah firma tersebut layak mendapatkan abolisi propaganda?


Pembahasan :

#Hipotesis yang diuji:

H0 :  = 50 vs H1 :  < 50

# Statistik uji:

Contoh Soal Hipotesis Statistik Ho Dan Ha

Source: https://wikielektronika.com/uji-hipotesis-statistik/