Cara Menghitung T Tabel Dan T Hitung

Cara Menghitung T Tabel Dan T Hitung

Cara Melakukan Uji lengkung langit Sebagian-sebagian dalam Analisis Regresi dengan SPSS | Baik selamat pagi, setelah radu melakukan analisis regresi linear berganda dengan SPSS, maka pada artikel kelihatannya ini kita akan meneruskan dengan pemaknaan atau penafsiran dari hasil analisis tersebut melalui uji t. Mengenai kerjakan pembahasan lengkapnya mari kita mulai.

Cara Melakukan Uji t Parsial dalam Analisis Regresi dengan SPSS

Uji lengkung langit merupakan salah suatu uji hipotesis pengkhususan dalam kajian regresi linear primitif maupun kajian regresi linear multiples (berganda). Uji t berujud buat mengetahui apakah variabel bebas atau lentur independen (X) secara segmental (sendiri-seorang) berpengaruh terhadap variabel tercabut atau lentur dependen (Y).

Contoh Kasus Uji falak Sepotong-sepotong dalam Analisis Regresi

Saya akan memperlihatkan tabel output SPSS dari hasil kajian regresi linear multiples (berganda) nan sudah kita praktekkan lega artikel sebelumnya. Adapun hasil tersebut dapat anda lihat sreg bagan di bawah ini.

Cara Melakukan Uji t Parsial dalam Analisis Regresi dengan SPSS

Berusul tabel output SPSS “Coefficients” di atas, kita akan melakukan uji bakal mengetahui apakah varaibel Tembung (X1) dan Minat (X2) secara parsial berpengaruh terhadap elastis Penampilan (Y). Adapun dugaan yang kita olok-olokan dalam penelitian ini yaitu:

  1. H1 atau asumsi pertama: suka-suka otoritas Motivasi (X1) terhadap Prestasi (Y).
  2. H2 atau hipotesis kedua: ada pengaruh Minat (X2) terhadap Penampilan (Y).

Pangkal Pengutipan Keputusan Uji t Parsial kerumahtanggaan Analisis Regresi

Kerjakan melakukan uji dugaan penajaman di atas, maka lebih dahulu kita harus memahami radiks pengutipan keputusan dalam uji falak sebagian-sebagian. Privat keadaan ini ada dua acuan yang dapat kita pakai andai dasar pengambilan keputusan, permulaan dengan melihat ponten signifikansi (Sig), dan kedua membandingkan antara kredit ufuk hitung dengan t diagram.

Baca juga :  Yang Tidak Termasuk Dalam Fungsi Protokol

Berdasarkan Ponten Signifikansi (Sig.)

  1. Jika kredit Pengertian (Sig). < kebolehjadian 0,05 maka ada pengaruh laur bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis dituruti.
  2. Jika ponten Konotasi (Sig). > probabilitas 0,05 maka tidak ada pengaruh fleksibel bebas (X) terhadap variabel terpaut (Y) alias hipotesis ditolak.

Berdasarkan Perimbangan Skor t hitung dengan kaki langit tabel

  1. Jikalau skor t hitung > t diagram maka ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) alias hipotesis diterima.
  2. Sekiranya nilai t hitung < ufuk tabel maka tidak terserah pengaruh variabel nonblok (X) terhadap luwes terbujuk (Y) atau hipotesis ditolak.

1. Melakukan Uji ufuk Parsial (Uji t Mula-mula “Motivasi”)

Cara Melakukan Uji t Parsial dalam Analisis Regresi dengan SPSS

Uji t permulaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada yuridiksi Cambuk (X1) terhadap Prestasi (Y).

Berdasarkan Nilai Signifikansi (Sig.)

Berdasarkan tabel output SPSS “Coefficients” di atas diketahui nilai Signifikansi (Sig) lentur Motivasi (X1) adalah sebesar 0,395. Karena nilai Sig. 0,395 > kemungkinan 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 atau hipotesis pertama ditolak. Artinya tidak ada pengaruh Motivasi (X1) terhadap Prestasi (Y).

Proporsi Angka t hitung dengan t tabel (Uji t Permulaan)

Berdasarkan output SPSS di atas diketahui angka kaki langit hitung variabel motivasi yaitu sebesar 0,894. Karena nilai t hitung 0,894 < t tabel
2,262, maka dapat disimpulkan bahwa H1 atau dugaan mula-mula ditolak. Artinya lain terserah pengaruh Motivasi (X1) terhadap Prestasi (Y).

Rumus cak bagi Mencari Nilai t tabel:

ufuk tabel = (α/2 ; tepi langit-k-1 ataupun df residual)

t tabel = (0,05/2 ; 12-2-1)
kaki langit tabel = (0,05/2 ; 12-2-1)
t diagram = (0,025 ; 9)

Laporan:
angka 9 ini senyatanya sudah ada secara otomatis sreg grafik output SPSS, tanpa perlu kita hitung dengan rumus manual seperti cara di atas. Letaknya ada di tabel output “ANOVA”. Lihat rangka.

Baca juga :  Perbedaan Open Source Dan Closed Source

Cara Melakukan Uji t Parsial dalam Analisis Regresi dengan SPSS

Maka cakrawala grafik = poin 0,025 ; 9 ini kemudian kita cari lega persebaran biji tepi langit tabel perangkaan maka ditemukan nilai falak tabel sebesar
2,262. Tatap rancangan.

Cara Melakukan Uji t Parsial dalam Analisis Regresi dengan SPSS

[Download aliran nilai t tabel statistik lengkap]

Mualamat:

a= tingkat ajudan pendalaman, dalam peristiwa ini a= 0,05.
n= jumlah sampel yang digunakan, dalam hal ini yaitu 12 orang siswa.
k= besaran variabel nonblok, intern hal ini ada 2 lentur yaitu tembung dan minat.
df residual= derajad kebebasan nilai residual.

Kurva Regresi Uji ufuk Parsial (Uji t Pertama)

Cara Melakukan Uji t Parsial dalam Analisis Regresi dengan SPSS

Berdasarkan lembaga kurva regresi di atas, diketahui nilai t hitung sebesar 0,894 terletak di distrik tidak terserah supremsi. Dengan demikian dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa H1 atau presumsi permulaan ditolak nan berarti tidak ada otoritas Cambuk (X1) terhadap Prestasi (Y).

2. Melakukan Uji cakrawala Sepotong-sepotong (Uji ufuk Kedua “Minat”)

Cara Melakukan Uji t Parsial dalam Analisis Regresi dengan SPSS

Uji t kedua dilakukan untuk mengetahui apakah terserah pengaruh Minat (X2) terhadap Prestasi (Y).

Bersendikan Nilai Signifikasi (Sig.)

Berdasarkan tabel output SPSS “Coefficients” di atas diketahui biji Konotasi (Sig) variabel Minat (X2) adalah sebesar 0,006. Karena nilai Sig. 0,006 < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 atau asumsi kedua songsong. Artinya ada pengaruh Minat (X2) terhadap Prestasi (Y).

Perbandingan Kredit t hitung dengan t tabel (Uji tepi langit Kedua)

Berdasarkan output SPSS di atas diketahui nilai t hitung variabel minat adalah sebesar 3,567. Karena skor kaki langit hitung 3,567 > ufuk tabulasi 2,262, maka bisa disimpulkan bahwa H2 atau asumsi kedua peroleh. Artinya ada supremsi Minat (X2) terhadap Prestasi (Y).

Kurva Regresi Uji horizon Parsial (Uji kaki langit Kedua)

Cara Melakukan Uji t Parsial dalam Analisis Regresi dengan SPSS

Berdasarkan gambar kurva regresi di atas, diketahui skor t hitung sebesar 3,567 terletak di wilayah yuridiksi positif. Dengan demikian dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa H2 atau premis kedua dipedulikan yang berarti ada pengaruh berwujud Minat (X2) terhadap Manifestasi (Y).

Baca juga :  Gambar Sel Hewan Dan Tumbuhan Beserta Bagian Bagiannya

Catatan:
Pengaruh berwujud disebut juga dengan yuridiksi searah. Maksudnya merupakan jika plastis Minat (X2) mengalami peningkatan maka variabel Penampilan (Y) juga akan mengalami eskalasi. Atau dengan prolog lain semakin tinggi minat sparing koteng petatar maka akan mampu meningkatkan prestasi belajar.

Setelah kita mengetahui hasil uji t parsial untuk laur motivasi dan minat terhadap prestasi belajar dalam analisis regresi linear berganda, maka selanjutnya kita akan melakukan uji F untuk mengarifi apakah variabel Motivasi (X1) dan Minat (X2) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap variabel Prestasi (Y). Mengenai pembahasan tentang ini terdapat intern artikel: Prinsip Mengamalkan Uji F Simultan n domestik Analisis Regresi

Demikian pembahasan kita plong kesempatan kali ini, semoga sukses dan lancar ya untuk penelitiannya. Selanjutnya, jika anda doyan dengan panduan ini silahkan sira bagikan ke media sosial, supaya ilmu ini boleh bermanfaat bakal banyak orang nan membutuhkannya. Terimakasih.

[Perkenalan awal Sendi Pencarian:

Kaidah Melakukan Uji t Sebagian-sebagian privat Analisis Regresi dengan SPSS

, Langkah-Langkah Uji t Segmental n domestik Analisis Regresi Linear Berganda, Rumus Berburu Peredaran Nilai ufuk Tabel dalam Kajian Regresi Multiples, Dasar Pengambilan Keputusan bikin Uji t Parsial dalam Analisis Regresi, Cara Mudah Melakukan Uji t dengan SPSS]

Lihat Juga: VIDEO Uji kaki langit dan Uji F dalam Kajian Regresi Lengkap

UPDATE INFO: JUM’AT, 08 MARET 2019

Cara Menghitung T Tabel Dan T Hitung

Source: http://www.spssindonesia.com/2014/02/cara-mudah-melakukan-uji-t-dengan-spss.html