Budaya Asing Yang Mempengaruhi Budaya Indonesia

Budaya Asing Yang Mempengaruhi Budaya Indonesia

Artikel



17 Agustus 2016

PENGARUH BUDAYA ASING

Budaya asing yang masuk ke indonesia mengirimkan dampak nan dulu osean dalam nyawa generasi muda ketika ini.Tidak semua budaya asing membawa dampak kasatmata untuk generasi mulai dewasa detik ini,bagi itu kita ibarat generasi cukup umur harus dapat mengklasifikasikan-milah budaya luar yang masuk ke indonesia.Dalam menyikapi tamadun nan masuk kita harus berupaya menanggulanginya agar salih diri kita umpama momongan bangsa tidak rusak.

Banyaknya tindak kejahatan yang terjadi saat ini lagi tak magfirah berusul budaya asing yang ikut, tindak kriminal, narkoba,tawuran, perkosaan, aliansi bebas terjadi karena generasi remaja kita bercermin kebudayaan asing yang menurut mereka sudah tidak tabu kembali untuk diikuti. Inilah fenomena yang terjadi pada generasi muda kita waktu ini akibat tidak dapat mengategorikan budaya asing yang ikut.Dalam hal ini pemerintah dan juga kita sebagai generasi muda berangkat detik ini, jangan begitu cuma menerima budaya asing yang turut mudah-mudahan generasi muda Indonesia tidak hancur dan kita semua bisa membangun Indonesia menjadi negara nan Modern sonder supremsi budaya asing.

Pecah ki aib ini semua yang mendasarinya adalah aliran kesejagatan nan tak bisa dibendung pun. Aliran globalisasi begitu cepat merasuk ke n domestik masyarakat terutama di kalangan taruna. Pengaturan kesejagatan terhadap anak muda juga begitu kuat. Kekuasaan kesejagatan tersebut sudah lalu membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai nasion Indonesia. Situasi ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- waktu anak mulai dewasa masa ini.

Bermula cara berpakaian banyak akil balig- remaja kita yang berdandan sama dengan selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menunggangi gaun nan minim bahan yang ogok fragmen fisik yang seharusnya tidak tampak. Lega hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas enggak sesuai dengan peradaban kita. Tak ketinggalan gaya surai mereka dicat beraneka warna. Singkat kata sosok lebih suka jika menjadi orang lain dengan mandu menghampari identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang ter-hormat sesuai dengan khuluk nasion.

Teknologi internet merupakan teknologi yang menyerahkan laporan tanpa perenggan dan dapat diakses makanya bisa jadi tetapi. Barang apa sekali lagi untuk anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh keefektifan yang berguna. Tetapi jikalau tidak, kita akan asian kecelakaan. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa nan menunggangi tak semestinya. Misal untuk menelanjangi situs-situs porno. Lain semata-mata internet sahaja, ada lagi jalan hidup terlazim mereka adalah handphone. Rasa sosial terhadap awam menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Baca juga :  Irama Yang Tidak Dipakai Pada Langkah Biasa Adalah

Dilihat berpangkal sikap, banyak anak asuh akil balig yang tingkah lakunya bukan kenal sopan santun dan menjurus cuek enggak ada rasa peduli terhadap mileu. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bermain sesuka hati mereka. Konseptual riilnya adanya geng motor anak muda yang mengerjakan tindakan kekerasan nan menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Jika pengaruh-kontrol di atas dibiarkan, mau barang apa jadinya genersi remaja tersebut? Budi pekerti generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan akil balig. Hubungannya dengan nilai semangat kebangsaan akan menyusut karena tidak cak semau rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda yaitu penerus perian depan bangsa. Segala apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?

Berdasarkan analisa dan uraian di atas dominasi negatif globalisasi bertambah banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah bakal mengantisipasi kontrol subversif globalisasi terhadap ponten nasionalisme.

Langkah- anju untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai chauvinisme antara tidak yaitu :

1. Menumbuhkan semangat patriotisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.

2. Cangkok dan berbuat nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.

3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.

4. Menciptakan menjadikan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan syariat intern fungsi sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.

5. Eklektik terhadap yuridiksi globalisasi di bidang strategi, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Dengan adanya awalan- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh kesejagatan yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

DAMPAKNYA BUDAYA Asing BAGI BUDAYA KITA

Kebudayaan sangat rapat persaudaraan hubungannya dengan mahajana. Kebudayaan adalah sesuatu nan akan mempengaruhi tingkat wara-wara dan membentangi sistem ide maupun gagasan nan terdapat dalam pikiran manusia, sehingga intern sukma sehari-masa, tamadun itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan maka itu makhluk seumpama individu yang bertamadun, positif perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya hipotetis-pola perilaku, bahasa, peralatan jiwa, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan kerjakan membantu cucu adam n domestik melangsungkan nasib bermasyarakat. Kebudayaan Barat sudah lalu mendominanisasi barang apa aspek. Barang apa kejadian burung laut mengacu kepada Barat. Kebudayaan Barat telah mengatasi marcapada. Banyak pergantian-perubahan kultur yang terjadi di penjuru dunia ini. Kebudayan Barat saja laksana petaka buruk bagi Timur. Timur yang selalu berperadaban sani, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia.

Baca juga :  Karangan Yang Tidak Diketahui Pengarangnya Disebut

Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut bineka permukaan jiwa. Tentu belaka pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang lewat luas lega sistem kultur masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya(culture shock), yaitu suatu kejadian dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan umum nan bersangkutan. Adanya penyedotan anasir budaya luar yang di kerjakan secara cepat dan enggak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-angka nan menjadi landasannya atau yang sahih disebut ketimpangan budaya. Secara timbal balik, tiap kultur akan berkarisma suatu sama lain.

Hukum sosial berlaku untuk semua tamadun. Tamadun yang maju, pada satu masa, cenderung memiliki perngaruh yang luas bagi peradaban-kultur lain nan berkembang belakangan. Perkembangan terknologi, terutama masuknya tamadun asing (barat) minus disadari telah menghancurkan kebudayaan lokal. Minimnya pengetahuan menjadi pemicu alkulturasi tamadun nan melahirkan keberagaman kebudayaan baru. Masuknya kultur tersebut tanpa disaring oleh masyarakat dan dituruti secara hijau. Akhirnya tamadun suci masyarakat mengalami degradasi nan lewat luar halal. Budaya luar yang masuk keindonesia menyebabkan multi bilyet. Budaya Indonesia perlahan-lahan semakin punah. Berbagai iklan nan mengantarkan kita untuk spirit gaul intern konteks modern dan tidak tradisional sehingga memunculkan banyaknya kebaikan para individu yang mengharuskan berada diatas kepentingan anak adam lain. Kesudahannya terjadi sifat individualisme semakin berpeluang bagi menjadi budaya kesehariannya. Ini semua sebenarnya terhantui akan praktik budaya yang sifatnya hanya memuaskan nyawa semata. Sebuah kebobrokan ketika bangsa Indonesia sudah luntur internal pigura kenafsuan saja berprilaku nan sebenarnya tak mendapatkan maslahat sama sekali jika dipandang semenjak ki perspektif keislaman. Artinya dizaman Edan masa ini ini manusia jiwa dalam tingkat Hidonisme yang lampau pangkat berpikir internal jangka pendek hanya mencari kepuasaan hanya dimana kepuasaan tersebut yang menyesatkan umat islam bagi berprilaku. Salah satu kamil Serdehana sesuai dengan siaran, Terbit mandu berpakaian banyak remaja- cukup umur kita yang nilik begitu juga selebritis yang menumpu ke budaya Barat. Mereka menggunakan gaun nan minim bahan yang ogok bagian tubuh yang seharusnya tak kelihatan. Pada hal mandu berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan peradaban kita.

Baca juga :  Dua Macam Media Transmisi Yang Digunakan Pada Jaringan Komputer Yaitu

Enggak ketinggalan gaya rambut mereka dicat berwarnawarni. Pendek prolog orang lebih suka seandainya menjadi orang lain dengan mandu meliputi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan busana yang sopan sesuai dengan fiil bangsa. Jika otoritas di atas dibiarkan, apa hasilnya Moral generasi bangsa kita, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. dengan adanya budaya barat atau budaya luar di Indonesia, boleh mengangkut dampak bagi Indonesia. Dampak masuknya budaya asing antara lain. terjadi perubahan peradaban, pembauran kebudayaan, modernisasi, keguncangan budaya, melemahnya nilai-angka budaya nasion. Dampak tersebut mengapalkan pengaturan besar bagi Indonesia, baik dari segi postif, maupun negatif. Indonesia, masih terlalu lemah dalam ayak budaya yang baik di ambil dengan nan tidak, “maka kita semua sebagai warga Indonesia wajib membanggakan barang apa tetapi yang sudah lalu menjadi budaya kita sendiri”, jangan sampai meluputkan budaya lama dengan sudah menemukan budaya baru. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan keadaan yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian nasion namun kita harus patuh menjaga agar budaya kita tak seput. Langkah-langkah bikin mengantisipasinya yakni antara lain dengan cara, Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat menganakemaskan produk dalam wilayah, Menanamkan dan mengamalkan ponten- nilai Pancasila dengan sesegak- baiknya, Melaksanakan tanzil Agama dengan sebaik- baiknya dan Eklektik terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. Andai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya kiranya tidak dapat diakui oleh negara lain. Meskipun demikian, tak menutup probabilitas budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara sekali lagi membutuhkan input-input dari negara enggak yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negaranya.

Budaya Asing Yang Mempengaruhi Budaya Indonesia

Source: https://kesbangpol.riau.go.id/media.php?p=detail_artikel&id=207