Berikut Ini Fungsi Membran Plasma Kecuali

Berikut Ini Fungsi Membran Plasma Kecuali

Bersumber Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ilustrasi sebuah membran sel organisme eukariota

Membran sel
(bahasa Inggris:

cell membrane, plasma membrane, plasmalemma
) adalah membran semipermeabel pada sebuah lokap yang mengelilingi dan membungkus isi sitoplasma dan nukleoplasma. Membran sel meleraikan sel dari cairan interstitial (suku cadang utama berbunga cairan ekstraseluler) di sekitarnya.[1]
[2]
Pembentukan membran sel dilakukan dengan korban sumber akar berupa lipoprotein yang dibentuk maka itu gurih dan protein.[3]
Membran ini terdiri atas lipida dwilapis, termaktub kolesterol (onderdil lipid) nan berada di antara fosfolipid buat mempertahankan fluiditasnya pada berbagai suhu. Membran lokap sekali lagi mengandung protein membran, termasuk protein teratur yang melintasi membran (berfungsi sebagai transporter membran) dan protein perifer nan secara longgar menempel pada arah luar (perifer) membran sengkeran, yang berperan laksana enzim yang membentuk lembaga pemasyarakatan.[4]
Membran lembaga pemasyarakatan mengontrol pergerakan zat ketika masuk dan keluar dari sel dan organel. Dengan cara ini, anda secara membedabedakan bisa ditembus ion dan molekul organik.[5]
Selain itu, membran sel terkebat n domestik majemuk proses seluler seperti adhesi interniran, daya hantar ionik, dan persinyalan sel, serta berfungsi sebagai latar tempat melekatnya beberapa struktur ekstraseluler, termasuk dinding sengkeran, salutan karbohidrat yang disebut glikokaliks, serta jaringan intraseluler berusul serat protein yang disebut sitoskeleton. Dalam rataan ilmu hayat sintetik, membran pengasingan dapat dirakit kembali secara tiruan.[6]
[7]
[8]

Membran sel eukariot

[sunting
|
sunting sumber]

Biologi sel
Sel hewan
Animal Cell.svg

Komponen sel dabat pada umumnya:

  1. Nukleolus
  2. Inti sel
  3. Ribosom (tutul-titik kecil sebagai bagian dari no. 5)
  4. Vesikel
  5. Retikulum endoplasma kasar
  6. Badan Golgi
  7. Sitoskeleton
  8. Retikulum endoplasma halus
  9. Mitokondria
  10. Vakuola
  11. Sitosol (enceran nan mandraguna organel, yang terdiri dari sitoplasma)
  12. Lisosom
  13. Sentrosom
  14. Membran sel

Pada sel eukariota, membran kurungan yang membungkus organel-organel di dalamnya, terasuh bermula dua spesies senyawa adalah lipid dan protein, umumnya berjenis fosfolipid begitu juga campuran antara fosfatidil etanolamina dan kolesterol,[9]
yang membuat struktur dengan dua saduran[10]
dengan permeabilitas tertentu sehingga enggak semua molekul dapat melewati membran kerangkeng, namun di sela-sela elemen fosfolipid tersebut, terdapat transporter yang ialah jalur timbrung dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan lain dibutuhkan oleh sel.

Nilai permeabilitas air pada membran ganda dari berbagai komposisi lipid berkisar antara 2 hingga 1.000 × 10−5
cm2/dt. Nilai tertinggi ditemukan lega membran plasma lega rumah tahanan epitelial ginjal, beberapa sel glia dan bilang lokap nan dipengaruhi oleh protein membran berusul macam akuaporin. Akuaporin-2 memungkinkan adanya transporter air yang kritis terhadap vasopresin, medium ekspresi akuaporin-4 ditemukan suntuk tinggi pada sejumlah sengkeran glia dan ependimal.

Struktur membran

[sunting
|
sunting sumber]

Komponen pencipta membran sel antara lain yaitu fosfolipid, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.

Model mosaik zalir

[sunting
|
sunting mata air]

Pada tahun 1972, Seymour Jonathan Singer dan Garth Nicholson mengemukakan teoretis mosaik fluida nan disusun bersendikan syariat-syariat termodinamika untuk mengklarifikasi struktur membran sel.[11]
Pada model ini, protein kreator membran dijabarkan sebagai keropok partikel globular heterogenus yang tersusun dalam struktur amfipatik, yaitu dengan gugus ionik dan polar cenderung ke fase akuatik, dan gugus non-polar menghadap ke dalam bagian dalam membran yang disebut matriks fosfolipid dan bersifat hidrofobik. Himpunan-himpunan molekul globular tersebut terbenam sebagian ke dalam matriks fosfolipid tersebut. Struktur membran teratur menciptakan menjadikan lapisan ganda fluida nan diskontinu, dan sebagian kecil bersumber matriks fosfolipid berinteraksi dengan molekul globular tersebut sehinggal struktur mosaik zat alir merupakan metafor lipoprotein atau protein terkonsolidasi di intern larutan membran ganda fosfolipid.

Lapisan ganda fosfolipid

[sunting
|
sunting sendang]

Rata-rata, membran sel memiliki bagian superior polar hidrofilik dengan daya gabung gliserofosforilester yang terdiri dari gliserol, fosfat, dan gugus pelengkap seperti kolina, serina, dll; dengan dua rantai hidrofobik asam lemak yang membentuk ikatan ester. Lega kalung primer, ditempati maka dari itu cemberut gurih jenuh dan pada kalung sekunder ditempati oleh senderut lemak tak jenuh.[12]
Episode pengarah bisa berinteraksi dengan air alias larutan fase akuatik, sedangkan adegan rantai akan berapit membentuk matriks fosfolipid nan disebut fase kerumahtanggaan. Antara fase internal dan fase akuatik terjadi tekanan listrik potensial antara 220-280 mV yang disebut tegangan potensial dipol,[13]
[14]
atau potensial membran.

Baca juga :  Yang Dimaksud Dengan Konflik Konstruktif Adalah

Pengusulan dan sifat bagian penasihat fosfolipid bergantung lega jenis gugus tambahan nan dimilikinya, antara tidak terdapat sebutan fosfokolina (pc), fosfoetanolamina (pe), fosfoserina (ps), dan fosfoinositol (pi); dan tiap-tiap nama senyawa fosfolipid terkait yang terbentuk pada membran penjara merupakan fosfatidil kolina, fosfatidil etanolamina, fosfatidil serina, dan fosfatidil inositol. Membran juga dapat terbentuk dari senyawa lipid seperti sfingomielin, sardiolipin, atau ikatan dengan senyawa kolesterol, dan glikolipida.

Zat putih telur integral membran

[sunting
|
sunting sumur]

Protein teratur memiliki domain membentang di luar rumah pasung dan di sitoplasma. Protein intregral juga berfungsi untuk memasukkan zat-zat yang ukurannya lebih besar.

Protein transmembran

[sunting
|
sunting mata air]

Protein ini terintegrasi plong lapisan lipid dan menembus 2 lapisan lipid / transmembran. Bersifat amfipatik, punya sekuen helix protein, hidrofobik, menembus lapisan lipida, dan untaian asam amino hidrofilik. Banyak diantaranya yakni glikoprotein, gugus gula puas sebelah luar lokap. Di sintesis di RE, sukrosa dimodifikasi di jasmani golgi

Kerangka membran

[sunting
|
sunting sumber]

Kerangka membran atau disebut lagi sitoskeleton mempunyai tiga macam jenis yaitu mikrotubulus, mikrofilamen,dan filamen intermediet.

Sistem transpor membran

[sunting
|
sunting sendang]

Salah satu faedah dari membran rumah tahanan yakni sebagai lalu-lalang molekul dan ion secara dua sebelah. Atom yang bisa melewati membran rumah pasung antara lain adalah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar nan sangat kecil (air, etanol). Provisional itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran osean (glukosa), ion, dan mal hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar bisa masuk ke privat sel.

Banyaknya molekul yang timbrung dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif kerjakan atom-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif bikin molekul yang membutuhkan mekanisme khusus. Pulang balik membran akan membuat perbedaan konsentrasi ion sebagai akibat dari dua proses yang berbeda ialah difusi dan transpor aktif, yang dikenal seumpama gradien ion.[15]
Seterusnya, gradien ion tersebut membuat sel memiliki tegangan setrum seluler. Dalam keadaan istirahat, sitoplasma sel n kepunyaan voltase antara 30 sebatas 100 mV lebih adv minim daripada interstitium.[16]

Transpor pasif

[sunting
|
sunting perigi]

Transpor pasif merupakan suatu evakuasi molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat sedarun. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi yaitu contoh terbit transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal nan meningkatkan entropi ataupun ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlangsung selama respirasi seluler yang mengonsumsi Udara murni2
masuk. Osmosis merupakan pembauran pelarut melintasi membran eklektik yang arah perpindahannya ditentukan maka itu beda konsentrasi zat terlarut jumlah (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi kembali masih dianggap ke n domestik transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.

Arketipe molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan
lipid bilayer
dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.

Transpor aktif

[sunting
|
sunting sumber]

Definisi transport aktif, purwa kali dicetuskan makanya Rosenberg sebagai sebuah proses yang menyebabkan perpindahan suatu substansi berpokok sebuah area yang mempunyai potensial elektrokimiawi lebih rendah memusat ke palagan dengan potensial yang lebih tinggi.[17]
Proses tersebut dikatakan, memerlukan asupan energi dan suatu mekanisme kopling agar asupan energi boleh digunakan demi menjalankan proses perpindahan substansi.

Transpor aktif yaitu kebalikan berasal transpor pasif dan berkepribadian tidak spontan. Arah perpindahan berasal transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Ideal zat putih telur yang terlibat dalam transpor aktif ialah
channel protein
dan
carrier zat putih telur, serta ionofor. Ionofor merupakan antibiotik yang menginduksi transpor ion melalui membran sel maupun membran tiruan.[18]

Baca juga :  Perhatikan Gambar Penampang Melintang Batang Tanaman Dikotil Berikut

Yang termasuk transpor aktif yakni
coupled carriers,
ATP driven pumps, dan
light driven pumps. N domestik transpor menggunakan
coupled carriers
dikenal dua istilah, adalah simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sementara itu antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan.
ATP driven pump
yakni suatu siklus transpor Na+/K+
ATPase.
Light driven pump
kebanyakan ditemukan sreg rumah pasung bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi kilat dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.

Hormon tri-iodotironina yang dikenal sebagai aktivator enzim fosfatidil inositol-3 kinase dengan mekanisme dari dalam sitoplasma dengan bantuan integrin alfavbeta3. Penyeberangan enzim fosfatidil inositol-3 kinase, kian lanjur akan memicu transkripsi genetik bermula Na+
ATP sintase, K+
ATP sintase, dll, beserta penyisipan ATP sintase tersebut pada membran plasma, berikut kanun dan modulasi aktivitasnya.[19]

Interaksi fosfolipid

[sunting
|
sunting sendang]

Pembentukan dwilapis lipid adalah proses yang menguras banyak energi saat gliserofosfolipid yang dijelaskan di atas rani di dalam lingkungan basah.[20]
Di kerumahtanggaan sistem basah, gugus polar lipid berlarik menuju polar, mileu basah, sedangkan ekor hidrofobik memperkecil hubungannya dengan air dan merentang menggerombol bersama-sama, membentuk vesikel; mengelepai lega pemusatan misel kritis pada lipid, interaksi biofisika ini dapat berujung pada pembentukan misel, liposom, ataupun lipida dwilapis. Penggerombolan lainnya juga diamati dan membentuk bagian dari polimorfisma perilaku amfifila (lipid). Polimorfisme lipid adalah cabang pengkhususan di dalam biofisika dan ialah mata pelajaran penyelidikan akademik waktu ini.[21]
[22]
Bentuk dwilapis dan misel di dalam madya polar oleh proses yang dikenal umpama sekuritas hidrofobik.[23]
Ketika memecah zat lipofilik atau amfifilik di kerumahtanggaan mileu polar, elemen polar (yaitu, air di n domestik larutan air) menjadi lebih teratur di sekitar zat lipofilik yang pecah, karena partikel polar bukan dapat mewujudkan asosiasi hidrogen ke daerah lipofilik daru amfifila. Jadi, di dalam lingkungan basah, molekul air menciptakan menjadikan kurungan “fusi klatrat” tersusun di sekitar partikel lipofilik yang terpecah.[24]

Pada teori mozaik fluida membran yaitu 2 lapisan legit n domestik lembaga fluida dengan molekul lipid yang bisa berpindah secara lateral di sepanjang saduran membran. Protein membran tersusun secara bukan beraturan yang menembus lapisan lemak. Bintang sartan dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana onderdil-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam bermacam ragam bentuk interaksi semipermanen komponen muchus membran tangsi semipermanen di lapisan membran

Secara alami di kalimantang fosfolipid akan takhlik struktur misel (struktur menyerupai bola) alias membran lipid 2 lapis. Karena strukturnya yang dinamis maka komponen fosfolipid di membran dapat mengerjakan pergerakan dan hijrah posisi. Pergerakan yang terjadi antara lain ialah pergerakan secara lateral (Pergerakan partikel lipid dengan tetangganya sreg monolayer membran) dan pergerakan secara flip flop (Variasi pergerakan trans bilayer).

Membran mitokondria

[sunting
|
sunting sumber]

Hingga sekarang terdapat tiga teori mengenai membran mitokondria. Teori pertama mengatakan bahwa mitokondria memiliki satu lapisan membran.[25]
Teori kedua mengatakan bahwa terdapat dua lapisan membran, yakni membran sisi internal dan membran sisi asing.[26]
Teori ketiga mengatakan bahwa mitokondria memiliki tiga lapisan, yaitu membran sisi dalam, membran jihat luar dan membran plasma.[27]
[28]

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Kimball’s Biology pages Diarsipkan 2009-01-25 di Wayback Machine., Cell Membranes

  2. ^


    Singleton P (1999).
    Bacteria in Biology, Biotechnology and Medicine
    (edisi ke-5th). New York: Wiley. ISBN 978-0-471-98880-9.





  3. ^


    Susilawati dan Bachtiar, T. (2018).
    Biologi Dasar Terintegrasi
    (PDF). Pekanbaru: Penemuan Edukasi. hlm. 13. ISBN 978-602-6879-99-8.





  4. ^


    Tom Herrmann1; Sandeep Sharma2. (March 2, 2019). “Physiology, Membrane”.
    StatPearls. 1 SIU School of Medicine 2 Baptist Regional Medical Center. PMID 30855799.





  5. ^


    Alberts B, Johnson A, Lewis J, et al. (2002).
    Molecular Biology of the Cell
    (edisi ke-4th). New York: Garland Science. ISBN 978-0-8153-3218-3. Diarsipkan terbit varian zakiah tanggal 2017-12-20.





  6. ^


    Budin I, Devaraj NK (January 2012). “Membrane assembly driven by a biomimetic coupling reaction”.
    Journal of the American Chemical Society.
    134
    (2): 751–3. doi:10.1021/ja2076873. PMC3262119alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 22239722.





  7. ^


    Staff (January 25, 2012). “Chemists Synthesize Artificial Cell Membrane”. ScienceDaily. Diarsipkan dari varian putih tanggal January 29, 2012. Diakses tanggal
    February 18,
    2012
    .





  8. ^


    Staff (January 26, 2012). “Chemists create artificial cell membrane”. kurzweilai.net. Diarsipkan dari versi suci sungkap February 26, 2012. Diakses terlepas
    February 18,
    2012
    .





  9. ^


    “Cell membrane”.
    John W. Kimball. Diarsipkan dari versi nirmala terlepas 2009-01-25. Diakses tanggal
    2010-07-20
    .





  10. ^


    (Inggris)
    George J Siegel, Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler. (1999).
    Basic Neurochemistry – Molecular, Cellular and Medical Aspects.
    Edward Hines Jr Veterans Affairs Hospital, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, University of Michigan, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health, Mental Health Research Institute
    (edisi ke-6). Lippincott-Raven. hlm. Phospholipid Bilayers. ISBN 0-397-51820-X. Diakses tanggal
    2010-07-19
    .





  11. ^


    (Inggris)
    “The fluid mosaic teladan of the structure of cell membranes”.
    Singer SJ, Nicolson GL
    . Diakses copot
    2010-07-20
    .





  12. ^


    (Inggris)
    “Physical behavior of the hydrophobic core of membranes: properties of 1-stearoyl-2-linoleoyl-sn-glycerol”.
    Department of Biophysics, Boston University School of Medicine; Di L, Small DM
    . Diakses sungkap
    2010-07-20
    .





  13. ^


    (Inggris)
    “Dipole potential of lipid membranes”.
    Hormel Institute, University of Minnesota; BROCKMAN H
    . Diakses copot
    2010-07-20
    .





  14. ^


    (Inggris)
    “The dipole potential of phospholipid membranes and methods for its detection”.
    Division of Physical and Theoretical Chemistry, School of Chemistry, University of Sydney; Clarke RJ
    . Diakses tanggal
    2010-07-20
    .





  15. ^


    (Inggris)
    George J Siegel, Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler. (1999).
    Basic Neurochemistry – Molecular, Cellular and Medical Aspects.
    Edward Hines Jr Veterans Affairs Hospital, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, University of Michigan, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health, Mental Health Research Institute
    (edisi ke-6). Lippincott-Raven. hlm. Transport Processes. ISBN 0-397-51820-X. Diakses sungkap
    2010-07-22
    .





  16. ^


    (Inggris)
    George J Siegel, Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler. (1999).
    Basic Neurochemistry – Molecular, Cellular and Medical Aspects.
    Edward Hines Jr Veterans Affairs Hospital, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, University of Michigan, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health, Mental Health Research Institute
    (edisi ke-6). Lippincott-Raven. hlm. Electrical Phenomena in Excitable Cells. ISBN 0-397-51820-X. Diakses tanggal
    2010-07-22
    .





  17. ^


    (Inggris)
    “Conservation and Transformation of Energy by Bacterial Membranes – A NOTE ON TERMINOLOGY”
    (pdf).
    National Jewish Hospital and Research Center and Department of Microbiology, University of Colorado Medical Center, ; F. M. Harold. hlm. 174. Diakses tanggal
    2010-07-18
    .





  18. ^


    (Inggris)
    “Molecular structure and mechanisms of action of cyclic and linear ion transport antibiotics”.
    Hauptman-Woodward Medical Research Institute; Duax WL, Griffin JF, Langs DA, Smith GD, Grochulski P, Pletnev V, Ivanov V
    . Diakses tanggal
    2010-07-25
    .





  19. ^


    (Inggris)
    “Molecular aspects of thyroid hormone actions”.
    Laboratory of Molecular Biology, Center for Cancer Research, National Cancer Institute, National Institutes of Health; Cheng SY, Leonard JL, Davis PJ
    . Diakses tanggal
    2010-07-22
    .





  20. ^

    Stryer
    et al., pp. 333–34.

  21. ^


    van Meer G, Voelker DR, Feigenson GW. (2008). “Membrane lipids: where they are and how they behave”.
    Nature Reviews. Molecular Cell Biology.
    9
    (2): 112–24. doi:10.1038/nrm2330. PMID 18216768.





  22. ^


    Feigenson GW. (2006). “Phase behavior of lipid mixtures”.
    Nature Chemical Biology.
    2
    (11): 560–63. doi:10.1038/nchembio1106-560. PMID 17051225.





  23. ^


    Wiggins PM. (1990). “Role of water in some biological processes”.
    Microbiological Reviews.
    54
    (4): 432–49. PMID 2087221.





  24. ^


    Raschke TM, Levitt M. (2005). “Nonpolar solutes enhance water structure within hydration shells while reducing interactions between them”.
    Proceedings of the National Academy of Sciences U.S.A.
    102
    (19): 6777–82. doi:10.1073/pnas.0500225102. PMID 15867152.





  25. ^


    (Inggris)
    “Conservation and Transformation of Energy by Bacterial Membranes”
    (pdf).
    National Jewish Hospital and Research Center and Department of Microbiology, University of Colorado Medical Center; F. M. HAROLD. hlm. 177, Fig. 2. Diakses tanggal
    2010-07-20
    .





  26. ^


    (Inggris)
    Bruce Alberts, Alexander Johnson, Julian Lewis, Martin Raff, Keith Roberts, dan Peter Walter (2002).
    Molecular Biology of the Cell
    (edisi ke-4). Garland Science. hlm. Figure 14-10. A summary of energy-generating metabolism in mitochondria. ISBN 0-8153-3218-1. Diakses tanggal
    2010-07-20
    .





  27. ^


    (Inggris)
    George J Siegel, Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler (1999).
    Basic Neurochemistry, Molecular, Cellular and Medical Aspects.
    Edward Hines Jr Veterans Affairs Hospital, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, University of Michigan, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health, Mental Health Research Institute
    (edisi ke-6). Lippincott-Raven. hlm. Figure 42-2. ISBN 0-397-51820-X. Diakses tanggal
    2010-07-20
    .





  28. ^


    (Inggris)
    George J Siegel, Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler (1999).
    Basic Neurochemistry, Molecular, Cellular and Medical Aspects.
    Edward Hines Jr Veterans Affairs Hospital, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, University of Michigan, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health, Mental Health Research Institute
    (edisi ke-6). Lippincott-Raven. hlm. Figure 42-3. ISBN 0-397-51820-X. Diakses terlepas
    2010-07-20
    .






Baca juga :  Ringkasan Materi Bulu Tangkis Kelas 10

Berikut Ini Fungsi Membran Plasma Kecuali

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel