Bagaimanakah Cara Membuat Katalog Pameran Yang Baik

Bagaimanakah Cara Membuat Katalog Pameran Yang Baik

Denotasi Pameran Seni:
Pameran adalah aktivitas nan dilakukan makanya artis cak bagi menyampaikan hasil perwujudan berbunga ide atau gagasannya ke sreg publik melalui ki alat karya seni.

Pada kegiatan pameran diharapkan terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.

Tujuan dan Kemustajaban Pameran Karya Seni

Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya adalah tujuan sosial, tujuan komersial, dan harapan kemanusian.

Maksud Sosial Pameran Karya Seni

Tujuan sosial berarti kegiatan pameran baik neraca luas di awam maupun skala terbatas di halangan tertentu yang dipergunakan bakal kepentingan sosial.

Hasil penjualan karya seni yang dipamerkan disumbangkan kepada pihak piha nan membutuhkan uluran tangan dana begitu juga yayasan yatim piatu, pendidikan anak abnormal, dan mendukung orang yang membutuhkan bantuan lainnya.

Tujuan Memikul Pameran Karya Seni

Tujuan komersial pameran ialah kegiatan pameran seni yang berorientasi bakal menghasilkan profit atau keuntungan baik bikin artis maupan buat perakit pameran.

Dengan kegiatan pameran, artis dapat lego karyanya kepada masyarakat atau apresiator dan kolektor karya seni. Padahal tujuan kemanusiaan kegiatan pameran

Tujuan Kemanusiaan Pameran

Pamrih kemanusiaan pameran adalah bikin khasiat perlindungan, pembinaan poin-nilai, dan ekspansi hasil karya seni budaya yang dimiliki oleh mahajana.

Manfaat Penyelengaraan Pameran

Tata pameran memiliki manfaat di antaranya adalah

1).  Menumbuhkan dan membukit kemampuan masyarakat secara masyarakat intern membagi penghargaan terhadap karya anak adam lain;

2). Menaik wawasan dan kemampuan dalam menerimakan evaluasi karya secara lebih netral;

3). Membangkitkan motivasi privat berkreasi seni; dan

4). Sarana komunikasi antara seniman dengan masyarakat luas

Fungsi Pameran Karya Seni Rupa

Fungsi utama kegiatan pameran adalah bagaikan alat komunikasi antara artis sebagai penyusun seni dengan apresiator bak pengamat seni dan umum pada umumnya.

Pameran seni rupa puas hakekatnya boleh menumbuhkembangkan apresiasi seni pada mahajana dan laksana wahana komunikasi antara seniman dengan publik.

Kurnia pameran dibagi menjadi catur kategori, yaitu fungsi pujian, fungsi edukasi, faedah rekreasi, dan guna prestasi.

Fungsi Apresiasi Pameran Karya Seni

Maslahat apresiasi
adalah kegiatan kerjakan memasrahkan penilaian dan penghargaan terhadap hasil karya seni.

Kegiatan pameran bisa menumbuhkan sikap menghargai berpunca para pengamat ataupun apresiator terhadap suatu karya seni.

Pameran karya dapat melahirkan dua penghargaan adalah pujian aktif dan penghormatan pasif.

  • Apresiasi Aktif Pameran Seni Rupa

Apresiasi aktif yaitu sikap yang timbul pada artis seteleh menyaksikan pameran termotivasi terbujuk bagi mencipa karya seni.

  • Apresiasi Pasif Pameran Seni Rupa

Apresiasi pasif meruakan sikap terjadi sreg anak adam awam selepas menyaksikan pameran biasanya boleh menghayati, mengetahui dan menilai serta menghargai karya seni.

Guna Edukasi Pameran Karya Seni

Faedah edukasi
atau Pendidikan yakni kegiatan pameran karya seni nan dapat memasrahkan nilai- biji yang berperangai pembelajaran terhadap masyarakat terutama apresiator, sama dengan nilai keindahan, ponten sejarah, nilai budaya, dan sebagainya.

Pameran diselenggarakan dengan tujuan mendapat apresiasi dan tanggapan dari pengunjung kerjakan meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya.

Fungsi Rekreasi Pameran Karya Seni

Fungsi rekreasi
adalah kegiatan pameran nan dapat menerimakan rasa senang sehingga dapat memberikan nilai psikis dan spiritual terutama hiburan terhadap masyarakat.

Melewati pameran karya seni, para apresiator menjadi gemar, tenang dan memberikan pencerahan. Menyaksikan sebuah pameran karya akan memperoleh fungsi seni tak merupakan katarsis atau pengobat jiwa.

Fungsi Prestasi Pameran Karya Seni

Fungsi prestasi
adalah kegiatan pameran yang dapat memberikan penilaian atas kemampuan para seniman. Kemampuan para seniman dapat disaksikan dinilai terbit rancangan-rangka reka cipta yang ditampilkan.

Apresiator dapat memberi penilaian terhadap seniman yang menciptakan karya seni kreatif atau kurang fertil.

Diversifikasi Pameran Karya Seni Rupa

Pemeran dapat dibagi menjadi sejumlah diversifikasi pameran yaitu Pameran Konstan
(Permanent Exhibition),
Pameran Temporer
(Temporary Exhibition), dan Pameran Keliling
(Traveling Exhibition)

Pameran Taat Karya Seni Rupa Permanent Exhibition

Pameran tetap seni rupa dilakukan maka itu lembaga profesional atau pemerintah seperti pameran bakal menyajikan karya- karya antologi oleh galeri, museum, dan sebagainya. Waktu penyelenggarannya dilakukan secara periodik misalnya satu hari sekali.

Pameran Temporer Karya Seni Rupa,
Temporary Exhibition

Pameran provisional dilakukan berdasarkan kebutuhan penyelenggara dan pihak- pihak terkait lainnya. Akan halnya Pola Pameran Temporer yaitu:

a). Pameran Partikular – Pameran Bersama Karya Seni Rupa

Pameran solo merupakan pameran yang dilakukan perorangan dengan mengutarakan karya seni seorang.

Pameran Bersama merupakan pameran dengan materi yang dipamerkan  merupakan karya- karya seni lebih berpokok satu seniman.

Biaya pameran Bersama ditanggung secara Bersama maka dari itu seniman yang ikut dalam pameran. Pelaksanaan pameran dapat dilakukan antara 1 sampai 3 minggu.

Baca juga :  Peristiwa Yang Tidak Terjadi Pada Perubahan Kimia Adalah Perubahan

b). Pameran Kerja Sama Karya Seni Rupa

Pameran kerja setimpal merupakan pameran nan  dilaksanakan berlandaskan kerjasama antara dua pihak atau lebih.

Kegiatan kerja sama dapat dilakukan antar gambar pemerintah, antarlembaga pemerintah dengan swasta, ataupun pihak pemerintah dengan negara bukan.

Pihak yang dapat melaukan kerjasama bisa berupa tulangtulangan/ organisasi kultur/ kesenian, museum, galeri, dan Pusat-Kancing Kebudayaan negara sahabat.

Waktu manajemen pameran kerja sama ini umumnya dilaksanakan antara 2 minggu sampai 1 wulan. Biaya penyelenggaraan pameran ditanggung bersama.

c). Pameran Tersendiri Karya Seni Rupa

Pameran istimewa merupakan pameran yang biaya peleksanaannya ditanggung oleh lembaga tertentu misalnya oleh Galeri Nasional Indonesia, museum dan kerangka enggak.

Adapun karya seni nan dipamerkan dapat merupakan kumpulan gambar tersebut atau eigendom seniman atau kolektor lainnya. Waktu pengelolaan pameran khusus dapat dilakukan antara 2 alias 3 siapa internal setahun.

Pameran Keliling
Karya Seni Rupa, Traveling Exhibition,

Pameran keliling yaitu pameran yang dilakukan dengan mandu memunculkan karya- karya seni dari satu panggung ke tempat lain atau berpindah pindah tempat.

Karya seni nan dipamerkan yakni karya seni yang menjadi himpunan lembaga profesional ataupun pemerintah seperti Galeri Kewarganegaraan Indonesia, musium, maupun karya seniman di luar instansi tersebut ke berbagai rupa daerah di Indonesia dan atau di luar kawasan.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antar berbagai pihak. Waktu tata pameran minimum berlanjut selama 10 hari.

Unsur-Molekul Persyaratan Gawai Pameran Karya Seni rupa

Penyelenggaraan pameran memerlukan sejumlah persyaratan dan perlengkapan yaitu sarana dan prasarana seperti: materi, ruangan, waktu, peserta, panitia, curator, peralatan pendukung.

Materi Pameran Karya Seni Rupa

Materi pameran yakni karya seni nan akan dipertunjukan atau dipamerkan seperti rencana, lukisan, patung, kriya, seni ilustratif, seni tapestri dan seni instalasi ataupun hasil karya seni lainnya.

Menurut wujudnya karya seni rupa dapat berupa karya seni dua matra maupun karya seni rupa tiga dimensi.

Menurut jenisnya, karya yang boleh dipamerkan dapat riil karya seni asli seperti reca, lukisan, seni grafis dan karya seni terapan sama dengan seni kerajinan, desain, dll.

Ruang Tempat Pameran Karya Seni Rupa

Kolom untuk kegiatan pameran seni rupa dapat menggunakan aula ataupun ruang kelas. Penataan Panggung harus n kepunyaan penunjang nan sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Gedung sekolah dan lainnya.

  • Galeri Pameran Seni

Galeri adalah gedung ataupun kolom tempat menyimpan dan memamerkan benda atau karya seni.

  • Museum Pameran Seni

Museum merupakan
tempat menyimpan hasil kebudayaan fisik yang berbunga pecah berbagai kurun tahun. Kebanyakan memiliki kolom kerjakan dipakai tempat kegiatan seni.

  • Padepokan Pameran Seni

Sanggar:tempat berlatih alias berkarya seni dan sekaligus seumpama tempat menggelar dan memajang karya.

  • Hotel Pameran Seni

Hotel
merupakan gelanggang kegiatan umum nan punya akomodasi tertentu, tertulis rubrik tersendiri yang bisa dimanfaatkan cak bagi pameran.

  • Gedung Kesenian

Bangunan kesenian
merupakan tempat idiosinkratis bikin kegiatan-kegiatan kesenian.

  • Gedung Sekolah Pendidikan Dan Lainnya

Sekolah dapat digunakan lakukan pameran baik
dikelas alias ulas kesenian atau aula dan tempat yang disiapkan secara khusus untuk pameran.

Waktu Pameran Karya Seni Rupa

Perian pameran merupakan masa pelaksanan pameran dengan merenungkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan kebangsaan, momen suka-suka even tertentu, dan lain sebagainya.

Siswa Pameran Karya Seni Rupa

Peserta yang ikut dalam pameran akan mengasihkan kunci tarik tersendiri bagi masyarakat terutama kalangan masyarakat nan menggemari karya- karya yang dibuat oleh seniman tertentu.

Panitia Pameran Karya Seni Rupa

Pelaksanaan pameran memerlukan bilang orang nan terkoordianasi secara baik. Kegiatan pameran akan lebih mudah dilaksanakan jika dibentuk kepanitiaan ataupun diselenggarakan partikular oleh
even organiser.

Kurator Pameran Karya Seni Rupa

Pembahas ialah orang yang tugasnya memelihara, mengoleksi, menyeleksi dan menghidangkan berbagai karya atau artefak seni.

Namun dalam perkembangannya tugas kurator menjadi lebih luas fungsinya ialah laksana desainer, menentukan tema, memintal artis dan karya, memberikan pengantar pemaknaan untuk karya yang dipamerkan dan lainnya.

Alat Penunjang Pameran Karya Seni Rupa

  • Panel
    Pameran Seni Rupa

Panel adalah Papan peraga berbentuk persegi janjang terbuat dari lembaran papan, logam, alias bahan enggak digunakan buat menempelkan foto, rencana, dan bacaan.

  • Standar Display Pameran Seni Rupa

Patokan display yakni penopang buat menyimpan benda tiga dimensi nan berbentuk boks atau kubus, terbuat berpangkal tiang atau lembaran lain.

  • Katalog Pameran Seni Rupa

Katalog adalah  ki akal yang berisikan nama ilustrator, lukisan dan informasi lainnya yang ingin disampaikan secara terintegrasi, kronologis dan alfabetis.

  • Perangkat lain Pameran Seni Rupa
Baca juga :  Apa Yang Dimaksud Dengan Program Komputer

Beberapa radas lain yang digunakan dalam tata pameran seni ialah lampu, undangan, dan fasilitas gedung lainnya.

Acuan Pameran Karya Seni Rupa

Pameran Seni Rupa: Pengertian Tujuan Manfaat Fungsi Jenis Unsur Perencanaan Pelaksanaan
Tulang beragangan Kamil Pameran Seni Rupa Manfaat Jenis Harapan

Perencanaan Pameran Seni Rupa

Perencanaan yang sistematis sebuah pameran bertujuan agar pameran berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Adapum  tahapan umum n domestik perencanaan penyelenggaran pameran seni rupa adalah menentukan tujuan, Menyusun panitia, menentukan waktu dan tampat, Menyusun kegiatan, membuat prasaran.

1). Menentukan Pamrih Pameran Seni Rupa

Anju semula internal merumuskan program pameran yakni menetapkan harapan pameran tersebut.

2). Menentukan Tema Pameran Seni Rupa

Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran ditentukan. Penentuan tema berfungsi kerjakan memperjelas tujuan yang akan dicapai. Tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan.

3). Mengekspresikan Kepanitiaan

Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, kejadian, dan kondisi sekolah. Galibnya struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan merangsang- menggiurkan.

  • Ketua Panitia Pameran

Superior panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran.

Pembesar harus  n kepunyaan sikap kepemimpinan yang tegas dan mustakim yang disertai kebiasaan sabar dan bijaksana penuh rasa tanggung jawab terhadap tugas dan pikulan nan telah menjadi garapannya.

Ketua harus mampu berkomunikasi dan bermitra dengan berbagai pihak, yang kondusif kegiatan pameran.

  • Wakil ketua Panitia Pameran

Ketua muda adalah pendamping komandan, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai situasi dan memperlancar kegiatan seksi-menggiurkan, juga mengganti (melaksanakan) tugas ketua, apabila ketua berhalangan.

Wakil ketua harus mempunyai sikap tegas, meyakinkan, panjang usus, serta memiliki rasa bagasi jawab atas tiang penghidupan.

  • Sekretaris Panitia Pameran

Tugas pokok sekretaris n domestik suatu kegiatan pameran maupun suatu organisasi di antaranya menggambar seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Mengurus manuskrip perizinan kegiatan.

Sekretaris juga bertugas mengarsipkan surat-surat penting pelaksanaan dan menyusunnya sesuai tanggal, tahun pengeluaran surat-surat tersebut secara gemi dan terintegrasi.

Sekretaris bersama ketua, membuat laporan kegiatan sebelum, sedang dan sesudah pergelaran berlangsung.

  • Bendahara Panitia Pameran

Bendahara berkewajiban secara munjung akan halnya pendayagunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran.

Perdana harus mengekspresikan laporan pertanggungjawaban atas pendayagunaan dan pengelolaan keuangan selama pameran berlangsung.

Bendahara harus  memiliki sikap yang teruji, teliti, gemi, kepala dingin, tidak boros.

  • Seksi Kesekretariatan Panitia Pameran

Seksi
Kesekretariatan
bertugas mendukung sekretaris dalam menciptakan menjadikan dokumen tertulis sama dengan tembusan-menyurat, penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat apa sesuatu yang terjadi hingga pameran radu.

  • Merangsang Persuasi Panitia Pameran

Seksi usaha bertugas mendukung Penasihat dalam pencarian dana alias sumbangan mulai sejak plural pihak, bikin menutupi biaya pameran.

Beberapa usaha bakal memperoleh dana, misalnya dari iuran peserta pameran, sumbangan dari pelajar secara kolektif, sumbangan berpunca donatur atau para partisan terhadap diselenggarakannya pameran, baik aktual persen maupun dagangan nan dulu diperlukan kerumahtanggaan penyelenggraan kegiatan tersebut.

  • Menggiurkan Publikasi dan Dokumentasi Panitia Pameran

Sensual publikasi bertugas sebagai pakar penjelas kepada awam melalui beragam alat angkut, sebagaimana dengan pertinggal- surat amanat, tajuk rawal kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan sebagainya.

  • Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang Panitia Pameran

Merangsang Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas menata manajemen ruang pameran, mengatur kar dan penempatan karya yang dipamerkan.

  • Seksi Stand Panitia Pameran

Seksi stand atau petugas stand bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur, menodongkan pengunjung menginjak mulai sejak masuk sampai ke luar dari ruang pameran.

Petugas penjaga stand diharapkan menyajikan para pengunjung secara palamarta dan bermartabat mendukung memberikan informasi tentang karya-karya yang dipamerkan.

  • Seksi Penumpukan dan Seleksi Karya Penitia Pameran

Karya yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang ditentukan.

Seksi penumpukan dan pemilihan karya bertugas mengamalkan pencataan dan pencatatan karya (etiket seniman, kepala karangan, tahun pembuatan, kelas bawah, harga, dll) serta melakukan pemilihan karya nan akan dipamerkan.

  • Sensual Perlengkapan Panitia Pameran

Merangsang Perabot memiliki tugas untuk mengatur majemuk perlengkapan begitu juga instrumen dan fasilitas lain yang digunakan kerumahtanggaan tata pameran.

Seksi perlengkapan bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan pangsa mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi pengurukan dan penyaringan karya privat reklamasi dan pemilahan karya.

  • Erotis Keamanan Panitia Pemeran

Tugas seksi keamanan dinataranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pamerankhususnya kemanan karya-karya nan dipamerkan.

  • Semok Konsumsi

Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut.

Menggiurkan konsumsi bertanggung jawab meluangkan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameran.

4). Menentukan Waktu dan Medan Pameran Seni Rupa

Baca juga :  Perbedaan Logam Ferro Dan Non Ferro

Ruangan bikin kegiatan pameran seni rupa dapat menunggangi aula atau urat kayu kelas. Penataan Tempat harus memiliki penunjang yang sesuai dengan karya yang digelar seperti galeri, museum, sanggar, hotel, Gedung kesenian, Konstruksi sekolah dan lainnya.

Hari pameran merupakan waktu pelaksanan pameran dengan mempertimbangkan antara lain, waktu luang pengunjung, saat kunjungan tamasya, vakansi nasional, saat terserah even tertentu, dan lain sebagainya.

5). Menyusun Agenda Kegiatan Pameran Seni Rupa

Agenda kegiatan merupakan hierarki pelaksanaan kegiatan bakal disampaikan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran.

Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel dengan mencantumkan suku cadang varietas kegiatan dan hari umumya dalam bulan, ahad dan tanggal.

6). Merumuskan Tawaran Kegiatan Pameran Seni Rupa

Proposal kegiatan bisa digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Proposal  digunakan untuk berburu dana dari berbagai pihak(sponsorship)
cak bagi membantu kecepatan manajemen pameran.

Tawaran berisi parasan belakang, tema, nama kegiatan, dok/ bawah penyelenggaraan, tujuan kegiatan, relasi panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, suratan
sponsorship, dan lain-lain.

Penyelenggaraan Pameran Karya Seni Rupa

Pelaksanaan pameran mencakup kegiatan pelaksanaan kerja panitia secara bersama-sepadan, penataan ruang, pelaksanaan pameran dan penyususnan makrifat.

1). Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan Seni Rupa

Pelaksanaan pameran yaitu kegiatan utama dari rencana yang telah disusuun sreg tahap perencanaan pameran.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh semua pihak khususnya panitia pameran melakukan kerjasama dan menyatakan kesiapannya dalam menyongsong ksesuksesan pameran ini.

2). Penataan Urat kayu Pameran Seni Rupa

Panitia pameran apalagi dulu membuat rancangan fisik pameran untuk mengatur arus pengunjung, komposisi penataan yang serasi, pengaturan jarak pandang dan tataran rendah rukyah terhadap karya dua matra dan tiga format.

3). Evaluasi Pelaksanaan Pameran Seni Rupa

Evaluasi dilakukan bikin mengerti kesesuaian antara perencannaan dengan actual pelaksanaan bermula semua aspek nan sudah direncanakan.

4). Mualamat Kegiatan Pameran Seni Rupa

Proklamasi kegiatan pameran merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran. Pengetahuan ini kemudian ditujukan menyelenggarakan kegiatan ini internal bentuk tulisan.

Secara pendek, isi wara-wara pertanggungjawaban kegiatan pameran adalah laksana berikut: Parasan Belakang, Tujuan, Korban, Kemustajaban, Susunan Kepanitiaan, Materi Pameran, Perian dan Tempat Penyelenggaraan, Pemasukan dan Pengeluaran Dana, Kesan dan Wanti-wanti Pengunjung, Hambatan dan Kendala, Penutup

  • Batu pualam terdidik semenjak batu … yang mengalami peralihan guru dan tekanan tinggi
  • Posisi yang tepat saat terjadi gerhana surya adalah ….,
  • Budaya Garis haluan: Pengertian Habituasi – Jenis Alat Sarana Pemasyarakatan Parokial – Kaula – Subjek Simpatisan
  • Perhatikan benda- benda langit berikut! Nan termuat planet perakit sistem solar adalah ….,
  • Seni Karya Patung: Konotasi, Contoh, Keberagaman, Teknik Subtraktif Aditif, Imitatif, Nonfiguratif ,Deformatif.
  • Sistem Bimasakti Mentari Planet Meteoroid Asteroid Komet Satelit, Pengertian Teladan Tanya,
  • Terjadinya siang dan malam ialah akibat berasal ….,
  • Interaksi Kota: Teori Konsentrik Teori Sektoral Teori Inti Ganda Teori Paksi Teori Historis
  • Terbentuknya stalagtit adalah akibat dari pelapukan …
  • Klasifikasi Iklim: Denotasi Ciri Negara Iklim Jasmaniah Matahari Koppen Schmidt-Ferguson Oldeman Junghuhn
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 9
  • >>

Daftar Referensi:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Kaki Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Sachari. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  1. Ringkasan Ikhtisar:
    Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seniman baik secara perorangan atau kerumunan bagi menyampaikan ide atau gagasannya ke pada masyarakat melalui media karya seni sehingga melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi order seniman yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.
  2. Fungsi pameran terdiri empat kategori, adalah fungsi pujian, fungsi edukasi, kemujaraban rekreasi, dan khasiat prestasi.
  3. Tujuan penyelenggaraan pameran di antaranya: harapan sosial, maksud komersial, dan tujuan kemanusian.
  4. Menurut jenisnya, penyelenggaraan pameran seni rupa dibagi menjadi Pameran Tetap,
    Pameran Tentatif (yang termasuk jenis pameran ini adalah pameran tunggal/bersama, pameran kerjasama, dan pameran istimewa) dan Pameran Berkeliling
  5. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengelolaan pameran di antaranya: 1) karya seni nan akan dipamerkan; 2) pihak panitia pembentuk pameran; 3) pengunjung pameran; dan 4) kancah pameran.


Bagaimanakah Cara Membuat Katalog Pameran Yang Baik

Source: https://ardra.biz/topik/katalog-pameran-seni-rupa/