Tanda-tanda Kehamilan | Tanda- tanda Wanita Hamil

oleh -33 views

Tanda-tanda Kehamilan – Untuk dapat menegakkan diagnosis kehamilan ditetapkan dengan melakukan penilaian terhadap beberapa tanda gejala hamil. Perubahan fisiologis yang terjadi pada ibu hamil menyebabkan timbulnya perubahan-perubahan yang menjadi tanda-tanda kehamilan. Tanda-tanda kehamilan tersebut antara lain: tanda kemungkinan, tanda Tidak Pasti dan Tanda Pasti.

1.    Tanda-tanda Dugaan Hamil
a)  Amenore (Terlambat Datang Bulan).
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel de graaf dan ovulasi. Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus Naegle dapat ditentuka perkiraan persalinan.

b)  Mual (Nausea) dan Muntah (Emesis).
Pengaruh esterogen dan progesterone terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan dan menimbulkan mual muntah yang terjadi terutama pada pagi hari yang disebut morning sickness. Dalam batas tertentu hal ini masih fisiologis, tetapi bila terlampau sering dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang disebut dengan Hiperemesis Gravidarum.

c) Ngidam (mengingini makanan tertentu).
Wanita Hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang demikian disebut Ngidam, ngidam sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan dan akan menghilang dengan makin tuanya kehamilan.
d)  Sinkope (Pingsan).
Terjadinya gangguan sirkulasi kedaerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf  pusat  dan menimbulkan Sinkope atau pingsan. hal ini sering terjadi terutama jika berada pada tempat yang ramai, biasanya akan hilang setelah 16 minggu.
e) Payudara Tegang 
Pengaruh estrogen-progesteron dan somatomamotrofin menimbulkan deposit lemak, air, dan garam pada payudara.Payudara membesar dan tegang. Ujung saraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama.
f)  Sering Miksi.
Desakan Rahim kedepan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi. Frekuensi miksi yang sering, terjadi pada Triwulan pertama akibat desakan uterus terhadap kandung kemih. Pada Triwulan kedua umumnya keluhan ini akan berkurang karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada akhir Triwulan, gejala bisa timbul karena janin mulai masuk kerongga panggul dan menekan kandung kemih.
g)  Kontipasi atau Obstipasi.
Progesterone dapat menghambat peristaltik usus (tonus otot menurun) sehingga kesulitan untuk buang air besar.
h)  Pigmentasi Kulit.
Pigmentasi terjadi pada usia kehamilan lebih dari 12 minggu. Terjadi akibat pengaruh hormon kortikosteroid plasenta yang merangsang melanofor dan kulit. Pigmentasi ini meliputi tempat-tempat berikut ini:
  1.  Seperti disekitar Pipi :  Cloasma gravidarum (Penghitaman pada daerah dahi, hidung, pipi dan leher).
  2.  Sekitar Leher :   Tampak lebih hitam
  3.  Dinding Perut :   Striae Lividael Gravidarum (terdapat pada seorang primigravida, warnanyamembiru), Striae Nigra, linea Alba menjadi lebih hitam (Linea Griseal/Nigra).
  4.  Sekitar Payudara :   Hiperpigmentasi areola mamae sehingga terbentuknya areola sekunder. Pigmentasi areola ini berbeda pada tiap wanita, ada yang merah muda pada wanita yang berkulit putih, cokelat tua pada wanita yang berkulit coklat, dan hitam pada wanita yang berkulit hitam. Selain itu, kelenjar Montgomeri menonjol dan pembuluh darah menifes sekitar Payudara.
  5. Sekitar Pantat dan paha atas, terdapat striae akibat pembesaran bagian tersebut.
Pengaruh Esterogen dan progesteron menyebabkan pelebaran pembuluh darah terutama bagi wanita yang mempunyai bakat. Varises dapat terjadi disekitar genitalia eksterna, kaki dan betis, serta payudara. Penampakan pembuluh darah ini dapat hilang setelah persalinan. (Manuaba dkk,2010;h.107-108)
2.    Tanda Tidak Pasti 
Tanda tidak pasti adalah Perubahan-perubahan fisiologis yang dapat diketahui Oleh pemeriksa dengan melakukan pemeriksaan fisik kepada wanita hamil. Tanda tidak pasti ini terdiri atas hal-hal berikut ini.
  1. Pembesaran Perut.: Terjadi akibat pembesaran uterus, hal ini terjadi pada bulan keempat kehamilan.
  2. Tanda Hegar : Pelunakan dan dapat ditekannya istmus uteri.
  3. Tanda Goodel. : Pelunakan Serviks, pada wanita tidak hamil servik seperti ujung hidung, sedangkan pada wanita  hamil melunak seperti bibir.
  4. Tanda Chadwicks : Perubahan warna menjadi keunguan pada vulva dan mukosa vagina termasuk juga porsio dan serviks.
  5. Tanda Piscaseck- Merupakan pembesaran uterus yang tidak simetris. Terjadi karena ovum berimplantasi pada  daerah dekat dengan kornu sehingga daerah tersebut berkembang lebih dulu.
  6. Kontaksi Braxton Hicks.
Merupakan Peregangan Sel-sel otot, akibat meningkatnya actomysin didalam Otot uterus.
Kontraksi ini tidak beritmik, sporadis, tidak nyeri, biasanya timbul Pada kehamilan delapan minggu, tetapi baru dapat diamati dari pemeriksaan abdominal pada trimester ketiga. Kontraksi ini akan terus meningkat frekuensinya, lamanya, dan kekuatannya sampai mendekati persalinan.
3.    Tanda Pasti
Tanda pasti adalah tanda yang menunjukkan langsung keberadaan janin, yang dapat dilihat langsung oleh Pemeriksa.
  1. Gerakan janin dalam Rahim. : Gerakan janin pada Primigravida dapat dirasakan oleh ibunya pada kehamilan 18 minggu. Sedangkan pada multigravida pada kehamilan 16 minggu karena telah berpengalaman dari kehamilan terdahulu (Jannah, 2012: 122)
  2. Denyut Jantung Janin. Dapat didengar pada usia 12 minggu dengan menggunakan alat fetal electrocardiograf (misalnya dopler). Dengan Stetoskop leanec, DJJ baru dapat didengar pada usia kehamilan 18-20 minggu.
  3. Teraba Bagian-bagian Janin. : Bagian-bagian janin secara objektif dapat diketahui oleh pemeriksa dengan cara palpasi menurut leopold pada akhir trimester kedua.
  4. Kerangka Janin : Kerangka janin dapat dilihat dengan foto rontgen maupun USG. (Jannah, 2012 h; 123).
Baca juga :  Indikator-indikator Kesehatan Reproduksi Wanita di Indonesia

Itulah tanda-tanda kehamilan yang harus wanita ketahui. Semoga bermanfaat.

One thought on “Tanda-tanda Kehamilan | Tanda- tanda Wanita Hamil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *